Connect with us
Klik di sini

Memahami Hadis Bendera Nabi Saw

Telaah Hadis

Memahami Hadis Bendera Nabi Saw

Rayah dan Liwa’ Secara Bahasa

Secara istilah bendera adalah sepotong kain atau kertas segi empat atau segitiga yang diikatkan pada ujung tongkat, tiang, dan sebagainya, dan dipergunakan sebagai lambang negara, perkumpulan, badan, dan sebagainya, atau sebagai tanda, panji-panji, tunggul. Dalam beberapa kamus Arab-Indonesia disebutkan bahwa antara al-’Alam, al-Rayat, dan al-Liwa’ bermakna sama yaitu bendera, padahal ketiga kata tersebut mempunyai makna yang berbeda. Menurut Ibnu al-Manzhur dalam Lisan al-’Arab, al-Fairuz Abadi dalam Qamus al-Muhith, Ibnu al-’Atsir dalam kitabnya al-Nihayah fi Gharib al-’Atsar, dan juga Ibnu Hajar dalam kitab Fath al-Bari-nya mengatakan bahwa antara al-Rayat dan al-Liwa’ itu sama dari segi makna, yang mana ia adalah  panji yang dipegang oleh pemimpin pasukan.

Menurut al-Mubarakfuri dalam kitab Tuhfat-nya mengatakan bahwa al-Liwa’ adalah bendera perang yang terbuat sepotong kain yang terikat di tengah-tengah tombak, sedangkan al-Rayah adalah bendera perang yang berada di atas al-Liwa’. Menurut al-Turbusi, sebagaimana dikutip oleh al-Mubarakfuri, al-Rayat adalah bendera perang yang mana para tentara berperang di bawah naungannya dan condong kepadanya sebagai kode pertempuran dan kode kemenangan. Sedangkan al-Liwa’ adalah bendera yang digunakan pemimpin untuk mengumpulkan pasukan perang. Imam al-Nawawi dalam kitab Syarh Muslim mengatakan bahwa al-Rayat itu bendera yang berukuran kecil, sedangkan al-Liwa’ itu bendera yang berukuran besar.

Dari beberapa pengertian di atas kita dapat simpulkan bahwa al-Rayat dan al-Liwa’ itu adalah sebuah bendera yang dipakai oleh pemimpin perang dan mempunyai ukuran, fungsi serta peletakan yang berbeda. Jika berukuran kecil maka disebut al-Rayah dan jika berukuran besar maka disebut al-Liwa’. Al-Rayat diletakkan di ujung tombak sedang al-Liwa’ di bawah al-Rayat dan juga al-Liwa’ digunakan untuk mengumpulkan pasukan perang sedang al-Rayat untuk mengkomandoi pasukan ketika perang.

Related Post

Continue Reading
Klik di sini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Telaah Hadis

Klik di sini
Klik di sini

Sering Dibaca

Topik

Arsip

To Top