‹ Kembali ke Beranda
Hadis

5 Hal yang Harus Dihindari Agar Hidup Indah – Part 1

Oleh Muhammad Herza Alzaim·27 Mei 2026·7
5 Hal yang Harus Dihindari Agar Hidup Indah – Part 1

Di permulaan ini, pembahasan difokuskan pada hadis ke-35 dalam kitab Arba’in An-Nawawi karya Imam An-Nawawi. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dan memuat pembahasan mengenai etika sosial serta pentingnya menjaga hubungan antarsesama dalam kehidupan bermasyarakat, Adapun bunyi hadisnya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لا تَحَاسَدُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكَوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانَا

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Janganlah kalian saling dengki, melakukan penipuan , saling membenci, saling membelakangi dan sebagian dari kalian menjual apa yang dijual saudaranya. Jadilah kalian semua hamba–hamba Allah yang bersaudara.

Hadis ini bercerita tentang cara hidup yang indah, sebagaiman diajarkan oleh baginda nabi saw yang mana beliau adalah Wama yantiqu ‘anil hawa inhuwa illa wahyuyyuuhaa[1] semua yang diucapkan adalah wahyu, artinya petunjuk atau perkataan yang nabi muhammad sabdakan ini adalah dari allah,  jika ingin hidup yang baik dan benar maka pegangi hadis ini, semua hadis nabi adalah bimbingan yang baik, tapi yang dibahas disini adalah bagaimana kita menghindarkan diri kita dari hal-hal yang menjadikan hidup ini tidak enak, maka disini penulis menjabarkan ada 5 hal yang harus kita hindari. 5 hal yang harus kita hindari dan ini dilarang karena menjadikan hidup tidak mesra, tidak indah, dan tidak harmonis dengan sesama.

Tidak Iri Hati

Dan ini tidak berlaku hanya untuk kaum muslimin saja, akan tetapi dengan orang lain pun diluar islam kita harus indah, maka nabi mengingatkan pada hadisnya yang sudah di sebutkan tadi. La tahaasadu jangan saling berhasud, hasud adalah karohiyatu husulunni’mah ila ghoirihi yaitu tidak senang jika adanya nikmat pada orang lain. Jadi yang muncul pertama adalah perasaan tidak senang dulu walaupun nikmat belum ada, jadi mungkin sebagian kita familiar yang namanya hasud adalah tamanni atau mengharap hilangnya nikmat dari seseorang, tapi ada model orang yang belum datang nikmat saja sudah hasud, jadi intinya dia tidak senang kalau ada saudaranya dapat nikmat, jadi karohiyatu husulinni’mati ila ghoirihi. Tapi yang umum hasud adalah jika orang mendapat nikmat punya keinginan semoga hancur semoga sengsara itulah hasud, dan hasud adalah termasuk diantara kebusukan hati, dan orang yang menghasud tidak akan bisa melampaui orang yang di hasud.

Dan jangan sampai diantara kita terlena merasa terbebas dari hasud, biasanya yang tidak waspada dengan hasud maka hatinya akan menjadi sarang hasud, dan hasud itu membahayakan, yakulul hasanah kama yakuulunnar ‘alalkhotob digambarkan yang namanya  hasud itu seperti api yang memakan habis kayu bakar, dan hasud itu akan membuahkan penyakit-penyakit yang lain, dari hasud ini bisa muncul menggunjing, kerjaannya adalah menggunjing agar orang yang digunjing jauh dari kebaikan, memfitnah juga agar jauh dari kebaikan. Dan hasud itu hijab, kalau orang sudah dilanda hasud maka dia tidak akan mendapatkan kebaikan, begitu juga orang yang dihasud, dan semua dari kita bisa saja terjangkit, makanya siapapun Anda, renungkan diri Anda.

Contoh kasus yang terjadi sekarang seperti yang telah terjadi beberapa waktu terakhir ketika ada influencer seperti Ferry Irwandi yang berhasil menggalang donasi kemanusiaan hingga miliaran rupiah dalam waktu singkat, namun pencapaian organik tersebut justru direspon dengan nyinyiran dan sinisme oleh oknum pejabat negara di ruang publik. Tindakan meremehkan seperti itu dilarang karena mula-mula hasud itu ada di dalam hati, tapi dilarang oleh Rasulullah karena apa, karena biarpun hasud adanya di dalam hati, tapi pengaruh hasud akan membuat reaksi yang tampak merusak keindahan ukhuwah dan keharmonisan sosial. Maka hati-hati dengan hasud, makanya untuk memangkas hasud diantaranya adalah yang pertama kita harus menjauhkan diri kita untuk membicarakan kejelekan orang yang kita hasud, bahkan kita harus balik dengan menyebutkan kebaikannya, kita harus perangi dengan kebaikan agar penyakit hati ini tidak merusak amal dan tatanan kehidupan kita.

Jadi menghilangkan hasud bukan dengan marah-marah, beri kebaikan kepada orang yang kita hasud maka hasud akan jadi cinta, maka jika hasud dengan seseorang jangan dituruti agar tidak tersiksa(sakit hati), bayangkan hasud itu dapat menyiksa batin, anggap saja ada orang punya mobil tapi kenapa yang sakit adalah hati anda bodoh sekali dia, coba kita lihat orang-orang yang ada dikampung, hatinya bersih, orang punya hati bersih itu enak, maka banyak-banyaklah doakan kebaikan kepada orang yang dihasud jangan malah menghasud, bagikan menusuk hati sebelum kulit, sebetulnya pembahasan hasud ini panjang sekali hanya saja kita ringkas saja.

Tidak Melakukan Rekayasa/Menipu

Wala tanajasyu artinya janganlah kamu saling melakukan penawaran palsu atau melakukan rekayasa manipulatif untuk menjebak orang lain. Contoh kasus yang terjadi sekarang seperti pada fenomena influencer yang menjadi afiliator judi berkedok trading binary option, di mana mereka sengaja melakukan flexing kekayaan palsu demi menjebak pengikutnya agar menyetorkan uang. Padahal, mereka secara manipulatif meraup keuntungan hingga 70% dari setiap kerugian korban melalui tautan rujukannya. Tindakan ini mencerminkan praktik tanajasyu karena membohongi orang dan membuat upaya agar orang lain tertipu demi kepentingan sepihak yang mencelakakan orang lain dan memicu permusuhan. Contoh konkretnya adalah skema aplikasi investasi bodong yang sengaja diatur agar korban menang di awal tetapi dimiskinkan di akhir demi komisi besar sang afiliator. Sebenarnya konteks larangan ini tidak hanya pada transaksi fisik di pasar konvensional saja, melainkan meluas hingga ke ranah manipulasi pasar digital modern; artinya, jangan pernah engkau membuat jebakan atau tipu daya apa pun yang merugikan orang lain

Tidak Saling Membenci

Wala tabaaghodhu artinya janganlah kamu saling membenci, memicu permusuhan, atau melakukan tindakan adu domba agar orang lain saling bermusuhan. Di era digital saat ini, contoh kasus kekiniannya adalah fenomena akun gosip anonim dan pemicu opini (buzzer) yang sengaja memotong video di luar konteks asli, lalu mengunggahnya dengan narasi provokatif demi mengejar umpan klik (clickbait) dan interaksi digital (engagement) yang tinggi. Akibatnya, unggahan manipulatif tersebut sukses menyulut perdebatan sengit, membelah netizen menjadi kubu-kubu yang saling serang, dan menanamkan rasa benci yang mendalam antar-sesama Muslim di kolom komentar. Sebenarnya konteks larangan ini meluas dari sekadar adu domba lisan tradisional menjadi adu domba digital; jadi wala tabaaghodhu adalah larangan keras bagi kita untuk menjadi kompor pemecah belah yang menyalakan api kebencian di ruang publik demi popularitas, keuntungan materi, atau kepuasan ego sepihak yang merusak keindahan persaudaraan. 

Tidak Bertegur Sapa

Wala tadaabaru tadabaru itu adalah saling berpaling maksudnya tidak tegur sapa, bahkan nabi melarang dalam riwayat lain hadis shohih la yahillu li muslimin[2] tidak halal bagi seorang muslim ayyahjuro akhohu tidak tegur sapa (bertengkar) lebih dari tiga hari fauqo tsalaasti layaalin lebih dari tiga hari yaltaqiaani fayu’ridhu hadza wayu’ridhi hadza

لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثٍ[3]

Saat satu berpaling, yang lainnya juga ikut berpaling, dalam Islam perlakuan seperti ini dilarang dan berdosa. Maka dari itu, jangan sampai ada diantara kita yang meninggal dalam keadaan maksiat, jadi kalo kita diam kepada seseorang karena kita benci lebih dari tiga hari maka kita bermaksiat dan berdosa, maka haruslah kita benahi urusan kita dengan sesama manusia dan jangan ada dendam jangan ada benci, cara menghilangkan nya sama dengan menghilangkan dengki tadi yaitu dengan kebaikan, kita mungkin pernah dengar hadis tahaadu tahabbu [4]salinglah engkau memberi hadiah maka akan saling mencintai.

Menurut pikiran yang mengharapkan sesuatu tentang saling berbuat baik, saat kita memberi hadiah pada seseorang, maka respon dari orang tersebut akan mencintai atau menyukai kita. Alur pemikiran yang seperti ini, perlu kita luruskan, bahwa di dalam Islam kita diajarkan untuk memahami bahwa, orang yang memberi itu akan punya cinta setelah memberi kepada orang lain. Hal ini dapat disebabkan karena ada kebahagiaan saat melihat orang yang kita beri tersenyum. Maka jurus jitu ini bisa digunakan saat anda punya perasaan ataupun keinginan marah atau benci kepada seseorang, anda dapat memberikan hadiah padanya maka anda akan menemukan benih cinta tumbuh dihati, ini resep rahasia nabawi dari baginda nabi saw.

Kemudian diantara hal yang harus kita hindari lagi yaitu wala yabi’ ba’dhukum ala bay’i ba’dhin artinya janganlah kalian menjual di atas transaksi jual beli orang lain. Contohnya adalah ketika ada seseorang yang sudah selesai membeli dan membayar suatu barang seharga Rp100.000, lalu kita menghasutnya dengan berkata, “Kembalikan saja barang itu, saya beri barang yang lebih bagus dengan harga Rp50.000.” Tindakan membatalkan transaksi yang sudah sah demi keuntungan sepihak seperti ini hukumnya haram karena merusak akad yang telah disepakati. Alasan utama keharamannya adalah karena perbuatan ini pasti memicu kemarahan penjual pertama yang merasa haknya diganggu, sehingga Islam melarang keras segala bentuk transaksi manipulatif yang dapat merugikan, mengganggu, atau merusak hati orang lain., termasuk ada lagi contohnya wala yakhtubu ala khithbati akhih

وَ لا يَخْطُبَ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ[5]

yaitu meminang orang yang sudah dipinang oleh orang lain, dan itu tidak boleh karen menyakiti hati orang dan dapat merusak hati.

Maka alangkah indahnya islam mengajarkan kita cara bagaimana kita menata hati, tidak ada tahasud tidak ada kebencian, tidak saling menipu, tidak bertegur sapa, masyaallah indah sekali bukan, itulah yang diajarkan islam, ini satu hadis ini perlu syarah yang panjang satu demi satu disyarahi, karena belajar akhlaq itu harus detail, sampai betul-betul menghilangkan kotoran yang ada dihati kita, dihati kita ada kotoran, ada dengki, ada benci, ada dendam, ada iri itu harus dibenahi, dan ulama sudah menghadirkan penjelasan menghilangkan kotoran hati dari karya karya mereka.

Wakuunu kemudian setelah diberi oleh Rasulullah rambu-rambu yang menjadikan sebab rusaknya hati in takunu ibadallahi ikhwana hendaknya kalian menjadi hamba allah yang bersaudara, ini adalah sindiran yang indah, jadi kalau bisa bersaudara mengapa kamu bermusuhan apalagi sama-sama umat baginda nabi Muhammad SAW, maka ulama memerintahkan kita agar merenung, bagaimana bisa membenci umat nabi padahal nabi mendoakan dia, bagaimana kita bisa mengaku cinta nabi padahal kita membenci dan menggangu umatnya, tidak mungkin, dan apa makna kita khidmah pada nabi, kita mau khidmah pada nabi tapi nabi sudah wafat, mau melayani nabi tapi sudah wafat, mungkin yang pandai memijat igin memijat nabi tapi nabi sudah wafat, tapi ada siapa…yaitu umat nabi Muhammad, maka yang bisa baik-baik pada umat nabi Muhammad maka dia telah berbuat baik pada nabi Muhammad SAW, semoga Allah menjauhkan hal tersebut dari kita, mengampuni kekurangan kita dalam menjalankan syariat Baginda Nabi SAW, dan menjadikan kita hamba-hamba yang saling menjaga kehormatan serta mencintai karena Allah SWT. Wallahu a’lam bisshowaab


[1] Al-Quran, Qs An-najm ayat 3

[2] HR Imam Bukhar dan Muslim, Riyadush sholihin, nomor hadis-1591

[3] HR Imam Bukhar dan Muslim, Riyadush sholihin, nomor hadis-1591

[4] HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod, No. 594 hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’, No. 1601

[5] Muslim bin al-Hajjaj al-Naisaburi, Shahih Muslim, ed. Muhammad Fu’ad Abdul Baqi, h. 1032, no. 1414

Bagikan: