Syamail

Bagaimanakah Cara Rasulullah Berpakaian?

Avatar Written by Shafira Assalwa · 2 min read
Nabi Muhammad Saw

Majalahnabawi.com – Pakaian adalah salah satu kebutuhan primer manusia. Tingkatan urgensinya berada setelah kebutuhan pangan (makan dan minum).  Maka tidak heran bila pakaian merupakan salah satu yang menjadi perhatian setiap orang, baik dari segi aturan, model, warna, keindahan maupun aspek kenyamanannya. Islam pun memiliki aturan tersendiri terkait cara berbusana yang baik bagi seorang muslim.

Dapat ditemukan di beberapa karya Alm. KH. Ali Mustafa Yaqub bahwa beliau memiliki istilah yang unik berkenaan dengan aturan berbusana yang mesti diperhatikan setiap muslim. Istilah tersebut adalah 4T. T yang pertama yaitu Tutup aurat. Adapun mengenai batasan aurat itu sendiri ulama berbeda pendapat. Namun yang paling masyhur adalah seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan bagi perempuan. Sedangkan untuk lelaki yaitu di antara pusar dan lulut. Lalu T yang kedua yaitu Tidak ketat. T yang ketiga adalah Tidak transparan. Dan T yang terakhir yaitu Tidak menyerupai pakaian lawan jenis.

Itulah sekilas tentang aturan berpakaian dalam Islam. Adapun hal-hal lain di luar itu, seperti model ataupun warna pakaian disesuaikan dengan selera dan budaya masing-masing individu. Setiap orang berhak berpenampilan sesuai dengan karakter dirinya sendiri, tentunya dengan tetap memperhatikan aturan 4T tadi, tampil rapi, dan tidak sombong ataupun berlebihan.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah sendiri memiliki kriteria pakaian yang disukainya. Banyak hadis-hadis yang menceritakan tentang pakaian apa saja yang Nabi kenakan, warna apa yang paling beliau suka, hingga doa yang beliau baca ketika hendak memakai baju baru. Riwayat-riwayat hadis tersebut terangkum pada salah satu bab seputar pakaian Rasulullah dalam kitab Syamail Muhammadiyah karya Imam at-Tirmidzi.

Model Pakaian Rasulullah

1.      Gamis

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah, ia berkata:

كَانَ أَحَبُّ الثِّيَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقَمِيصَ

“Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah Saw. adalah gamis.”

Kemudian Asma binti Yazid juga berkata:

كَانَتْ يَدُ كُمِّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الرُّسْغِ

Lengan baju Rasulullah Saw. hingga sebatas pergelangan tangan.”

Dari dua hadis di atas diketahui bahwa pakaian yang paling disukai oleh Nabi salah satunya adalah gamis. Dan lengan gamis Nabi itu panjang hingga pergelangan tangan. Dalam riwayat lain diceritakan bahwa sahabat melihat Rasulullah membiarkan kancing gamisnya terbuka.

2.      Hibarah

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah pun suka memakai hibarah. Pakaian yang paling disukai oleh Nabi Saw. adalah memakai hibarah (kain yang direnda atau bergaris).” Selain memakai gamis dan hibarah, Nabi juga pernah mengenakan jubah dari Rum yang lubang lengannya sempit.

3.      Selendang Qithri

Rasulullah juga menggunakan selendang (rida’) yang biasanya diletakkan di bagian bahu, terutama ketika shalat. Anas bin Malik mengatakan: “Rasulullah pernah keluar rumah dengan bersender kepada Usamah bin Zaid. Beliau menggunakan pakaian (selendang) qithri yang dililitkan di leher atau diletakkan di bahu, dan Rasulullah memakai itu ketika shalat”

Warna Baju Rasulullah

Rasulullah sangat menyukai baju berwarna putih dan menganjurkan kita untuk memakai baju putih. Dari hadis yang diriwayatkan oleh Samurah, Rasulullah bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالْبَيَاضِ مِنْ الثِّيَابِ فَلْيَلْبَسْهَا أَحْيَاؤُكُمْ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ

“Hendaklah kalian memakai pakaian yang berwarna putih, hendaklah orang yang hidup dari kalian memakainya dan hendaklah kalian kafani orang yang meninggal dari kalian dengannya. Sesungguhnya ia adalah sebaik-baik pakaian kalian.”

Tidak hanya baju putih, Rasulullah juga pernah mengenakan baju berwarna lain seperti merah, hijau, dan hitam. Diriwayatkan dari Bara’ yang mengatakan bahwa ia belum pernah melilhat seorang pun dari makhluk Allah yang lebih bagus dalam mengenakan pakaian yang berwarna merah daripada Rasulullah. Dan ketika itu panjang rambut Nabi menyentuh kedua bahunya. Sedangkan Abu Rimtsah mengatakan bahwa ia pernah mendatangi Rasulullah tatkala Nabi mengenakan dua selendang berwarna hijau. Kemudian Sayyidatina Aisyah pernah pada suatu pagi melihat Nabi pergi sambil mengenakan pakaian dari bulu berwarna hitam.

Berdoa Ketika Memakai Baju Baru

Riwayat-riwayat di atas hanyalah sebagian gambaran seputar pakaian yang dikenakan Nabi. Namun dari beberapa riwayat tersebut dapat diketahui bahwa Nabi tidak hanya memakai satu jenis pakaian atau warna tertentu saja. Terlepas dari itu, ada hal lain yang juga diperhatikan oleh Nabi yaitu adab dalam berpakaian. Rasulullah selalu mendahulukan yang kanan ketika berpakaian dan berdoa tatkala mencoba baju baru dengan doa berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

Wallahu a’lam bish-shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.