Terkadang ketika tidur kita tidak menyadari bagaimana posisi tidur kita, apakah posisinya sudah benar dan baik untuk kesehatan atau malah tidak baik untuk kesehatan. Seringkali kita menjumpai orang tidur dengan posisi perut dibawah atau yang biasa disebut tengkurap, apakah posisi tidur seperti ini baik untuk kesehatan dan sesuai dengan syariat yang dianjurkan Nabi?. Disini saya akan membahas sedikit mengenai suatu riwayat yang menjelaskan tentang posisi tidur tengkurap.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah menyatakan bahwa orang yang tidur tengkurap merupakan golongan ahli neraka, namun perlu diketahui riwayat yang menyatakan seperti itu masih menjadi perbincangan. Apakah riwayat tersebut benar adanya, atau hanya sebuah riwayat palsu  atau mungkin cara kita memaknai riwayat tersebut belum tepat. Adapun bunyi riwayatnya adalah :

(عن أبي ذر، قال: مرَّ بي الني صلى الله عليه وسلم وأنَا مُضْطَجِعٌ على بَطْنَي فَرَكَضَنِي بِرِجْلِهِ وقال: يا جندب! إِنَّمَا هِيَ ضَجْعَةُ أَهْلِ النَّارِ. ( رواه ابن ماجه

Dari Abu Dzar berkata bahwa Rasulullah lewat dihadapanku, dan aku dalam posisi berbaring diatas perutku (tengkurap) kemudian Rasulullah mendorongku dengan kakinya, seraya berkata “wahai Jundab, sesungguhnya  itu adalah baringnya ahli neraka”.

Riwayat tersebut merupakan riwayat hasan atau bisa dijadikan hujjah, namun tidak bisa diartikan secara langsung, riwayat tersebut menggunakan kalimat majaz yang harus ditinjau lagi makna yang sesungguhnya.

Jika diartikan secara harfiah maka benar bahwa orang yang tidur tengkurap merupakan ahli neraka, namun apakah mungkin hanya karena tidur tengkurap dapat menyebabkan masuk neraka? Maka dari itu penulis melampirkan riwayat lain yang berhubungan dengan riwayat tersebut.

Adapun riwayat lain yang hukum riwayatnya hasan shohih atau bisa dijadikan hujjah, mengatakan bahwa tidur tengkurap hanya perbuatan yang tidak disukai Allah dan tidak disebutkan bahwa orang yang tidur tengkurap merupakan ahli neraka. Seperti riwayat berikut ini :

حدثنا أَبُو كُرَيْبٍ، أَخْبَرَنا عَبْدَةُ بنُ سُلَيْمَانَ وَعَبْدُ الرّحِيمِ عن مُحمّدِ بنِ عَمْرٍو، أَخْبَرَنا أَبُو سَلَمَةَ عن أَبي هُرَيْرَةَ قالَ: “رَأَى رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم رَجُلاً مُضْطَجِعاً عَلَى بَطْنِهِ، فَقَالَ: إنّ هَذِهِ ضِجْعَةٌ لا يُحِبّهَا الله.

Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw melihat seorang laki-laki sedang berbaring diatas perutnya (tengkurap) lalu beliau berkata “sesungguhnya berbaring seperti ini adalah sesuatu yang tidak disukai Allah”. (HR. Tirmidzi)

Maka dari dua hadis hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa tidur tengkurap merupakan sebuah kemakruhan yang tidak disukai Allah. Penyebutan ahli neraka hanyalah konotasi bahwa perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang tidak disukai oleh Allah.

Kenapa hadis tersebut menyatakan demikian?. Jika dikaitkan dengan masalah medis atau kesehatan, tidur tengkurap tidak baik bagi kesehatan karena dapat menyumbat aliran darah sekitar dada dan jantung, yang mengakibatkan terjadi sesak nafas kepada orang yang tengkurap. Hal inilah yang membuat Allah tidak menyukai orang yang tidur dengan posisi tengkurap karena dapat membahayakan kesehatan orang tersebut.

Wallahu a’lam bis showab