Connect with us
Klik di sini

Hadis Palsu Maulid, Problem dan Solusinya

Artikel Utama

Hadis Palsu Maulid, Problem dan Solusinya

1- Mengagungkan Maulid

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ` مَنْ عَظَّمَ مَوْلِدِيْ كُنْتُ شَفِيْعًا لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang mengagungkan hari kelahiranku, maka kelak aku akan memberi syafaat kepadanya di hari kiamat.”

Hadis ini sangat populer di masyarakat. Namun jika menelusuri jejaknya ke dalam kitab-kitab Hadis maupun kitab-kitab ulama salaf yang mu’tabarah (kitab rujukan standar ilmiyah), maka hadis di atas tidak akan pernah ditemukan. Sebab baru belakangan ini saja Hadis tersebut memiliki sumber rujukan yang jelas. Adalah kitab Madarij al-Su’ud karya ulama Nusantara Syeikh Nawawi al-Bantani yang menyebutkannya. Namun Syeikh Nawawi al-Bantani juga tidak menyebutkan dari mana sumber Hadis tersebut berasal dan siapa perawinya.

Walhasil, Hadis tersebut memang tidak pernah ada di dalam kitab-kitab Hadis maupun kitab-kitab mu’tabarah (standar ilmiah) lainnya. Sekiranya Hadis tersebut pernah disabdakan oleh Rasulullah Saw, maka para ulama akan memasukkannya ke dalam kitab-kitab mereka. Setidaknya, jika hal itu memang pernah ada, maka akan ada juga catatan yang menjelaskan bahwa para sahabat Nabi, Tabi’in, dan ulama salaf (ulama klasik) pernah mengamalkan Hadis tersebut. Namun ternyata hal ini juga tidak pernah ditemukan. Karenanya dalam catatan sejarah tidak ada seorang pun dari ulama yang mengamalkannya, sebab Rasulullah Saw. memang tidak pernah mensabdakan Hadis tersebut. Jika dalam sejarah tercatat banyak ulama yang merayakan Maulid Nabi Saw, itu bukan karena berlandaskan pada Hadis tersebut. Melainkan karena ada dalil lain yang shahih sehingga dijadikan sebagai hujjah oleh mereka.

Ditinjau dari kajian ilmu riwayat, Hadis tersebut tidak memiliki sanad. La sanada lahu, Tidak adanya sanad menjadikan Hadis ini bermasalah, lemah tidak memiliki dasar yang jelas. Dalam hal ini, benar penuturan Ibnu Sirin dan Ibn al-Mubarak yang menyebutkan;

قَالَ مُحَمَّدُ بْنِ سِيْرِيْنَ: إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِيْنٌ فَانْظُرُوْا عَمَّنْ تَأْخُذُوْا دِيْنَكُمْ— قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنِ الْـمُبَارَكِ: اَلْإِسْنَادُ مِنَ الدِّيْنِ لَوْلَا الْإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ

 

Muhammad bin Sirin berkata: “Ilmu (sanad) ini adalah (bagian dari) agama, maka perhatikanlah dari siapa ia mengambil agamanya.”— Abdullah bin al-Mubarak berkata: Sanad adalah bagian dari agama, kalau bukan karena sanad, orang akan berkata seenaknya saja.”

Sehingga kemudian Hadis seperti di atas dalam kajian ilmu Hadis disebut sebagai Hadis yang la ashla lahu atau laisa lahu ashl (tidak ada dasarnya). Hadis-hadis yang la ashla lahu seperti ini, tidak bisa dibenarkan karena tergolong sebagai Hadis maudhu’ (palsu). Memang ada ungkapan Sahabat dengan redaksi seperti berikut;

قَالَ عُمَرُ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنه : مَنْ عَظَّمَ مَوْلِدِ النَّبِي ` فَقَدْ أَحْيَا الْإِسْلَامِ

 

Umar bin al-Khattab berkata: “Barangsiapa yang mengagungkan hari kelahiran Nabi Saw, maka sungguh ia telah menghidupkan Islam.”

قَالَ عَلِيُّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ كرم الله وجهه: مَنْ عَظَّمَ مَوْلِدِ النَّبِيْ ` لَا يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا بِالْإِيْمَانِ

 

Ali bin Abi Thalib berkata: “Barangsiapa yang mengagungkan Maulid Nabi Saw, maka ia tidak akan meninggalkan dunia ini kecuali dengan beriman.”

Qaul al-shahabah (perkataan Sahabat) ini juga tidak bisa diterima meski redaksinya sangat mirip dan mendukung. Sebab otentitasnya juga sangat diragukan, la ashla lahu (tidak ada dasarnya), dan tidak ada satu pun catatan yang menjelaskan ungkapan tersebut bersumber dari Sahabat ‘Umar dan ‘Ali. Maka dari itu, kualitas perkataan ini kualitasnya juga maudhu’ (palsu). Jika itu dianggap benar, maka kebenaran itu hanya kebenaran satu pihak saja, tidak bisa diterima secara jama’ dan luas.

Related Post

Continue Reading
Klik di sini
Muhammad Ali Wafa, Lc., S.S.I

Dosen di Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel Utama

Klik di sini
Klik di sini

Sering Dibaca

Topik

Arsip

To Top