‹ Kembali ke Beranda
Al-Quran

Jenis Madu yang Dijanjikan Syifa (Penyembuh) dalam Al-Qur’an

Oleh Shopiah Syafaatunnisa·15 Januari 2026·46
Jenis Madu yang Dijanjikan Syifa (Penyembuh) dalam Al-Qur’an

Majalahnabawi.com – Madu adalah salah satu makanan kategori superfood (makanan padat nutrisi). Bagi seorang muslim, madu juga berarti keimanan dan keyakinan. Kesembuhan yang dijanjikan Al-Qur’an bukan lagi untuk diverifikasi, tapi firman Allah Swt. yang juga harus diimani.

وَاَوۡحٰى رَبُّكَ اِلَى النَّحۡلِ اَنِ اتَّخِذِىۡ مِنَ الۡجِبَالِ بُيُوۡتًا وَّمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعۡرِشُوۡنَۙ‏ (٦٨) ثُمَّ كُلِىۡ مِنۡ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسۡلُكِىۡ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ؕ يَخۡرُجُ مِنۡۢ بُطُوۡنِهَا شَرَابٌ مُّخۡتَلِفٌ اَلۡوَانُهٗ فِيۡهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِؕ اِنَّ فِىۡ ذٰ لِكَ لَاٰيَةً لِّقَوۡمٍ يَّتَفَكَّرُوۡنَ‏ (٦٩)

“Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, ‘Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudia makanlah dari segala yang segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.”

Madu dalam Al-Qur’an

Di dalam tafsir al-Munir, Allah menyifati madu dengan 3 poin penting. Pertama, madu sebagai minuman. Kedua, madu memiliki warna yang beraneka ragam. Dan yang ketiga, madu sebagai penyembuh bagi manusia. (At-Tafsir Al-Munir/14/172). Berdasarkan pemaparan di atas, maka madu yang dapat menyembuhkan adalah madu yang benar-benar murni. Baik itu sebagai minuman, warna yang beraneka ragam karena sedapatnya dari alam dan bergantung sumber nektar, serta berfungsi sebagai obat selama kemurnian dan kandungan alaminya terjaga.

Setidaknya ada dua jenis madu murni. Pertama, madu hutan liar. Madu jenis ini sering tumbuh di hutan dan pegunungan. Madu jenis ini paling alami karena hasil dari alam tanpa campur tangan manusia. Ada profesi pemburu madu lebah liar yang sangat berisiko karena harus memanjat pohon tinggi. Itulah mengapa madu jenis ini sering memiliki harga premium. Karena untuk mendapatkan madu jenis ini tidak mudah, butuh nyali dan perjuangan, bahkan bertaruh keselamatan dan nyawa.

Kedua, madu ternak. Banyak peternak lebah yang membudidayakan madu ini . Kemurnian dari madu ini sangat bergantung pada keahlian peternaknya. Cara pengelolaan itulah yang akan menentukan madu yang dihasilkan. Sebagai contoh, madu ternak murni bisa dilihat dari cara pemberian pakan lebah. Apabila benar-benar full nektar, itulah madu ternak yang murni.

Sayangnya, madu yang beredar di masyarakat tidak semuanya jujur. Terdapat pemrosesan yang mengurangi kandungan nutrisinya, hingga campuran gula atau pemanis buatan. Belum lagi madu sintesis dan oplosan yang tidak ada kandungan madunya sama sekali. Produk tiruan ini bukan hanya tidak memberikan manfaat, tetapi justru sangat membahayakan kesehatan penggunanya.

Dr. Zaidul Akbar dalam banyak kajiannya sering mengedukasi pemilihan madu murni dengan menyamakannya seperti hadis. Bahwa untuk meninjau kualitas hadis, perlu dicek sanad, matan, dan rawinya. Hal itu pun berlaku untuk madu. Madu yang berkualitas tentu adalah madu yang sumbernya terpercaya, asal usulnya jelas, dan mata rantainya tidak terputus.

Kesimpulan

Mencari madu murni saat ini memang sulit, sehingga perlu ditelusuri dari mana madu itu berasal. Meski sertifikat dan uji lab penting secara hukum, jaminan kemurnian yang sesungguhnya ada pada kejujuran penjualnya. Integritas pengusaha itulah yang menjadi tolok ukur utama apakah madunya benar-benar asli atau tidak. Wallahu a’lam.

Bagikan: