Berhati-hati dalam menyebarkan informasi

Jika ingin menyebarkan suatu informasi, hendaklah memperhatikan dan meneliti apakah informasi itu benar atau dusta dan mengandung prasangka, menimbulkan kemaslahatan atau kemudaratan. Jangan sampai kita menjadi pendusta karena informasi yang kita dengar.

قَالَ رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : كَفَي بِالمَرْإِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

Rasulullah Saw bersabda “Cukuplah seseorang dikatakan berdusta jika ia menceritakan setiap yang dia dengar”  (HR Muslim)

Jika informasi itu benar dan baik tentu saja akan membawa kebaikan bagi orang yang menyebarkannya. Namun sebaliknya jika yang disebarkan adalah keburukan maka yang didapatkannya adalah keburukan. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللّهِ صَلّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” مَنْ دَعَا إِلَى الهُدَى، كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا، وَ مَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ لَهُ عَلَيْهِ مِنَ الاِثْمِ مِثْلَ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا” (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah Saw bersabda “Barangsiapa yang mengajak kepada suatu petunjuk, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia memperoleh dosa semisal dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka” (HR Bukhari)