Tak terelakkan hampir setiap hari senantiasa kita menyebut ataupun mendengar kata “Islam” dalam keseharian kita sebagai seorang hamba. Islam sebagai nama atas agama mayoritas di Indonesia ini tentu memiliki makna yang sangat luas.

Sebagai contoh salah satu makna dari banyaknya makna atas nama tersebut yakni dalam pengertiannya secara etimologis. Kata Islam yang merupakan kata serapan dari bahasa Arab yakni “Islaamun” yang dimana kata itu dalam bahasa arab berasal dari kata “Salima” yang artinya selamat.

Selanjutnya dalam bahasa Indonesia keselamatan itu berarti merasa nyaman dan aman. Nyaman dan aman ini tentunya berasal dari suatu lingkungan yang baik. Lingkungan yang baik dalam konteks bermasyarakat adalah lingkungan yang dimana antara keluarga dan keluarga yang lainnya, antara rumah yang satu dan rumah yang lainnya, sebagai tetangga ataupun kerabat, saling mengasihi dan saling menyayangi.

Ketauhilah bahwa ini hanyalah sekelumit dari banyaknya makna “Islam”. Hal ini merupakan salah satu inti dari ajaran agama Islam, yakni kasih dan sayang. Sebagaimana Allah ‘Azzawajalla berfirman dalam Al-Quran surah Al-Anbiya [21] ayat 107 ;

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِين

Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa agama Islam yang di perantarakan oleh Nabi Muhammad S. A. W. sang manusia penuh kasih, disebarkan di dunia ini adalah untuk menebar rahmat yang berarti kasih dan sayang.

Adapun selanjutnya salah satu dari bentuk nyata kasih dan sayang itu adalah rela berbagi hadiah kepada orang lain. Inilah yang akan menjadi topik utama kita. Sebagai seorang muslim yang baik, kita sangat dianjurkan untuk saling berbagi hadiah, baik kepada tetangga ataupun kerabat kita. Sungguh kegiatan ini adalah salah satu dari anjuran dalam agama Islam, sebagaimana Nabi Muhammad S. A. W. contohkan yang tergambar dalam sebuah hadits ;

كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ يَقْبَلُ الهديَّةَ ويُثِيبُ عليها

Bahwa Nabi Muhammad S. A. W. biasa menerima hadiah dan membalasnya.

Sangatlah mudah dibayangkan betapa bahagianya seseorang apabila mendapat hadiah dari tetangga atau kerabatnya, ditambah lagi kebahagiaan itu apabila yang mendapat hadiah pun membalasnya kembali kepada yang memberikan hadiah tersebut.

Dalam hal ini kegiatan yang menjadi anjuran dalam agama Islam tersebut yakni saling berbagi hadiah dapat dikatakan cukup penting. Kenapa dikatakan cukup penting?

Karena untuk membangun sebuah lingkungan yang baik, nyaman dan aman, saling berbagi hadiah merupakan suatu kegiatan yang dapat membangun rasa kasih dan sayang, sebagaimana hal ini menjadi salah satu inti ajaran agama Islam.

Nabi Muhammad S. A. W. bersabda dalam sebuah hadis ;

تَهَادُوْا تَحَابُّوْا

“Saling bertukar hadiah-lah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai”.

Hal ini membuktikan betapa agama Islam begitu menganjurkan untuk kita menebar kasih sayang. Salah satu hal yang dapat kita lakukan untuk melakukan hal tersebut ialah dengan saling berbagi hadiah, baik kepada tetangga ataupun kerabat.

Berapapun nilai dari hadiah yang kita berikan untuk tetangga atau kerabat kita, tidaklah begitu penting. Walaupun hadiah tersebut hanya sebuah pensil. Akan tetapi adanya rasa kepedulian, adanya rasa kasih dan sayang dalam kegiatan ini, itulah yang dianggap penting. Menghilangkan kedengkian, menghilangkan kebencian, timbulnya kasih sayang, timbulnya rasa kepedulian antar sesama, dan sebagainya, merupakan beberapa manfaat dari kegiatan ini.

Maka dari itu sebagai muslim yang baik, yang memiliki tujuan untuk melaksanakan inti ajaran agama Islam. Kegiatan berbagi hadiah menjadi hal yang mesti dilakukan. Tidaklah akan tercipta suatu keadaan nyaman dan aman, jika antara satu individu dan individu yang lainnya masih saling menebar kebencian. Akan tetapi akan tercipta suatu keadaan nyaman dan aman, jika antara satu individu dan individu yang lainnya saling menebar kasih dan sayang.

 

Wallahu A’lam.