Qiyam Ramadan( salat Tarawih)

Tarawih secara etimologi adalah jamak dari tarwihah yang bermakna mengistirahatkan, disebut salat tarawih karena dalam salat tersebut disela-selai dengan istirahat minimal tiga kali, jika dua kali, salat tersebut secara bahasa bermakna salat tarwihatain bentuk kedua dari tarwihah.

Istilah tarawih diambil dari perkataan Aisyah Ra istri Rasulullah Saw. seperti yang diriwayatkan imam Baihaqi, Aisyah mengatakan, “Nabi Saw. salat malam empat rakaat, kemudian yatarawwah (istirahat), kemudian salat lagi panjang sekali. Padahal sebelumnya salat tarawih lebih dikenal dengan istilah qiyam Ramadanberdasarkan kepada Hadis-Hadis Rasulullah Saw..

Terlepas dari berbagai perdebatan mengenai jumlah bilangan rakaat salat tarawih, tidak menghilangkan keistimewaan tarawih itu sendiri, yang mengerjakan delapan rakaat silahkan, dan yang ingin mengerjakan dua puluh rakaat silahkan, tidak ada Hadis sohih yang menjelaskan jumlah bilangan salat tarawih Rasulullah SAW., keutamaan yang paling penting terdapat dalam Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitab sahihnya:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا واحْتِساباً غُفِرَ لَهُ ما تَقَدَّمَ مِن ذَنْبِهِ.

Rasulullah SAW. bersabda: “siapa yang menjalankan qiyam Ramadankarena beriman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya ( yang kecil) yang telah lalu akan diampuni.(HR Bukhori)

Berapapun rakaat yang kita dirikan, dua puluh, delapan atau berapa saja, jika dengan niat yang baik, maka tidak menutup kemungkinan Allah akan mengampuni dosa-dosa (kecil) kita yang telah lampau. Perbedaan dalam rakaat hanya dalam masalah afdholiyah saja, dua puluh dengan ikhlas nan khusyuk dibanding delapan rakaat dengan terpaksa dan tergesa-gesa, maka delapan rakaat lebih utama dibanding dua puluh rakaat. Kunci yang diberikan Rasulullah Saw. untuk kita adalah keikhlasan yang dilandaskan dengan iman dan tanpa mengharap apapun kecuali pahala dari Allah Swt.