‹ Kembali ke Beranda
Hadis

Mengenal Pendekatan Sosio-Historis dalam Studi Hadis Nabi

Oleh Malvino Nizam Bakhtiar·22 Juni 2026·19
Mengenal Pendekatan Sosio-Historis dalam Studi Hadis Nabi

Majalahnabawi-Hadis merupakan sumber pengetahuan agama Islam setelah al-Quran. Berbagai perkara tentang agama dapat penjelasan lebih di dalamnya. Maka dari itu, perlu untuk membahas keautentikan hadis, ketelitian sanad, ketelitian matan, pembahasan asal usul hadis dan masih banyak lagi. Namun, masa kini muncul berbagai pendekatan dalam studi hadis yang salah satunya yaitu pendekatan sosio-historis. Pendekatan seperti apakah yang dibahas di dalamnya? Apa perbedaannya dengan asbabul wurud? Serta, Seberapa pengaruh pendekatan ini terhadap keautentikan hadis?

Pengertian Pendekatan Sosio-Historis

Pendekatan sosio-historis dalam studi hadis adalah pendekatan yang memandang hadis sebagai fakta sejarah dan fakta sosial secara bersamaan (Abdul Mustaqim, 2016: 64). Teks hadis sebagai fakta sejarah bisa dibuktikan keasliannya dengan menggunakan ilmu jarh wa ta’dil. Sudah jelas bahwa teks hadis bisa menjadi fakta sosial karena pada saat hadis muncul secara tidak langsung muncul juga interaksi sosial antara Rasulullah dengan para sahabat. Tidak berhenti di situ, berbagai hal muncul pada saat itu. Bagaimana kondisi, situasi, dan budaya serta tradisi yang terjadi.

Hal yang mendasari pendekatan sosio-historis adalah bahwa hadis Rasulullah ini menjadi fakta sosial yang bersifat historis dan bukan sebagai paham yang bersifat normatif-teologis. Pendekatan ini merupakan suatu upaya untuk memahami hadis Rasulullah sesuai dengan mempertimbangkan kondisi dan konteks sosial yang terjadi pada abad ke-7 M. Apakah hadis itu sesuai dengan kondisi dan konteks sosial yang sama dengan apa yang terjadi saat ini.

Perbedaan Pendekatan Sosio Historis dengan Ilmu Asbabul Wurud

Sebelum adanya pendekatan sosio-historis, para ulama sudah menjelaskan sebab-sebab hadis itu dituturkan dan kapan waktu terjadinya peristiwa tersebut dalam ilmu asbabul wurud. Hal ini terbilang cukup mirip dengan pendekatan sosio-historis, hanya saja lingkup yang dibahas dalam ilmu asbabul wurud terfokus pada diskusi yang mengacu peristiwa-peristiwa atau pertanyaan-pertanyaan tertentu tentang hadis Rasulullah tanpa menjelaskan secara rinci bagaimana kondisi dan konteks sosial secara lebih luas.

Tidak jauh berbeda, pendekatan sosio-historis merupakan perluasan pembahasan dari ilmu asbabul wurud. Pendekatan ini membahas bagaimana kondisi dan konteks sosial yang terjadi pada zaman Rasulullah, bagaimana proses terjadinya peristiwa-peristiwa tersebut ditinjau dari sudut pandang orang-orang yang melaluinya, serta bagaimana pola-pola kehidupan sosial bermasyarakat saat itu. Dengan begitu pendekatan ini mampu memahami hadis Rasulullah dengan cermat dan teliti.

Pengaruh Pendekatan Sosio-Historis dalam Hadis Rasulullah

Dalam pendekatan ini menelusuri hadis mampu secara menyeluruh baik secara kondisi dan konteks sosial dengan cukup menyeluruh dan maksimal. Penjelasan yang ini mampu membuat perbandingan dengan kondisi dan konteks sosial saat ini. Pada zaman Rasul memiliki kondisi yang berbeda dengan zaman ini apalagi kondisi di negara Indonesia yang cukup jauh berbeda. Namun, apakah pendekatan sosio-historis ini yang berdasar pada kondisi dan konteks sosial dapat memengaruhi keautentikan hadis sendiri? Jawabannya adalah tidak. Keautentikan hadis tidak bisa hanya berdasar pada sosio-historis saja. Lagi-lagi kita perlu memastikan kesahihan sanad dan matan melalui takhrij hadis secara umum serta ilmu jarh wa ta’dil secara khusus. Tentunya dengan mempelajari betul asbabul wurud hadis tersebut dengan amat teliti.

Jadi, kesimpulanya ialah bahwa pendekatan sosio-historis ini hanya untuk mengetahui bagaimana kondisi dan konteks sosial saat itu dan mengapa hal-hal seperti itu bisa muncul, sekadar itu saja. Selebihnya, keautentikan hadis tetap harus dengan penelitian yang maksimal dengan mempelajari asbabul wurud, studi sanad dan matan. Dengan begitu, dapat menemukan kredibilitas hadis dengan akurat.

Bagikan: