‹ Kembali ke Beranda
Hadis

Menghidupkan Syukur di Tengah Turunnya Hujan

Oleh Akbar Hakim·1 Februari 2026·26
Menghidupkan Syukur di Tengah Turunnya Hujan

Majalahnabawi.com– Akhir-akhir ini hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kondisi hujan yang tak menentu ini menyebabkan dampak yang signifikan terhadap segala aspek. Berdasarkan data dari BMKG, Jakarta dan sekitarnya masih berstatus “Awas”, yang artinya ada potensi hujan lebat-ekstrem. Hal ini tentunya meningkatkan kewaspadaan terhadap masyarakat.

Berangkat dari pada itu, sebagian dari kita beranggapan bahwa, turunnya hujan merupakan suatu permasalahan. Sulitnya melakukan pekerjaan sehari-hari, bahkan sering kali kita merasa jengkel atau kesal jika turun hujan. Namun, hujan merupakan anugerah ilahi yang menyentuh bumi. Hujan juga menyimpan makna mendalam bagi kehidupan manusia. Hujan merupakan salah satu keadaan di mana doa-doa kita dikabulkan oleh Allah Swt. Adapun amalan yang dianjurkan oleh nabi ketika turunnya hujan, berdasarkan Hadis berikut:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ مُقَاتِلٍ أَبُو الْحَسَنِ الْمَرْوَزِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا تَابَعَهُ الْقَاسِمُ بْنُ يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ وَرَوَاهُ الْأَوْزَاعِيُّ وَعُقَيْلٌ عَنْ نَافِعٍ. (رواه البخاري)

Artinya: Dari ‘Aisyah r.a. (w. 58 H), bahwasanya Rasulullah saw. Apabila melihat hujan, beliau kerapkali berdoa: “ALLAAHUMMA SHAYYIBAAN NAAFI’AA (Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat)”. Hadis ini juga dikuatkan oleh Al-Qasim bin Yahya, dari ‘Ubaidullah, dan diriwayatkan pula oleh al-Auza’i dan ‘Uqail, dari Nafi’. (HR. Bukhari)

Istifadah

Hadis ini mengajarkan kita bahwa ketika turun hujan, seorang muslim yang beriman dianjurkan untuk berdoa sebagaimana doa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Hal ini menunjukkan bahwa turunnya hujan adalah momen penuh keberkahan yang dilimpahkan oleh Allah Swt. kepada makhluk-Nya dan hendaknya patut disambut dengan doa, bukan keluh kesah.

Sebagian dari kita tentu tak ingin melewatkan kesempatan ini dalam memanfaatkannya untuk tidur agar terhindar dari perbuatan maksiat. hal ini menunjukkan bahwa hujan mendatangkan berkah yang patut disyukuri.

Nabi Muhammad Saw. mengajarkan adab kepada umatnya bahwa setiap nikmat yang Allah turunkan hendaknya diiringi dengan doa supaya nikmat tersebut benar-benar membawa kemanfaatan. Pada satu sisi hujan bisa menjadi rahmat, namun di sisi lain dapat pula menjadi mudarat jika Allah menghendaki. Hadis ini juga menegaskan bahwa Nabi Muhammad Saw. mengajarkan umat agar selalu mengingat Allah Swt. dalam setiap keadaan, termasuk saat menyaksikan turunnya hujan sebagai tanda rahmat-Nya

Mengamalkan doa turun hujan adalah wujud syukur seorang hamba kepada Sang Pencipta. Dengan mengikuti sunah Rasulullah, kita mengubah fenomena alam menjadi ladang pahala dan keberkahan. Dengan memahami Hadis diatas, umat Islam diajak untuk senantiasa bersyukur, berdoa, dan memanfaatkan momen ini untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Semoga kita selalu diberikan rahmat yang membawa keberkahan dan manfaat bagi kehidupan.

Wallahu a’lam

Bagikan: