Dari penjelasan makna kontekstual ini, kita juga dapat membaca kaitan makna yad (tangan) secara tekstual dan kontekstual, bahwa tangan adalah simbol dari suatu kekuatan dan kekuasaan. Kita mendapati ungkapan seperti si tangan besi yang berarti orang yang kuat atau orang yang memiliki kekuasaan.

Oleh karena itu, hadis tentang mengubah kemungkaran dengan tangan (من راى منكم منكرا فليغير بيده) mengandung dua unsur makna, yaitu makna tekstual dan kontekstual. Makna tekstualnya berarti mencegah perbuatan jahat secara langsung dengan menggunakan tangan dan segenap anggota badan. Ada kontak fisik yang terjadi dalam bentuk nahi mungkar seperti ini. Adapun secara kontekstual, makna hadis tersebut seperti mencegah kemungkaran melalui pemimpin yang berkuasa atau sistem pemerintahan. Melalui kekuasaan atau pemerintah, kemungkaran dapat dicegah tanpa ada sedikitpun kontak fisik. Di sinilah fungsi power (kekuatan) pemerintah.

Adam Smith dalam buku The Wealth of Nation menjelaskan bahwa pada ekonomi ada yang namanya invisible hand (tangan-tangan tak terlihat). Infisibel hand yang dimaksud bisa berupa sistem, mekanisme pasar bebas, atau pengendali pasar, di mana dalam aktivitas ekonomi atau bisnis ada kekuatan yang tidak tampak dan tidak terlihat. Di sini dapat kita baca bahwa makna tangan bukan makna tangan yang sebenarnya, tetapi lebih kepada makna metafora. Oleh karena itu, invisibel hand di dalam Islam diistilahkan dengan makna kuasa Tuhan.

Oleh karena itu, di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti tangan selain bermakna anggota badan dari siku/pergelangan sampai ujung jari, juga bermakna kekuasaan, pengaruh dan perintah. Dari penjelasan ini, jelaslah bahwa makna tangan itu bisa berupa makna aslinya yaitu anggota badan dari siku sampai ujung jari. Tetapi tangan juga bisa bermakna lain atau tidak bermakna sebenarnya, hal ini tergantung pada konteks dan kebutuhannya.

Sebagai penutup, saat ini kekuatan dan kekuasaan terhebat itu disimbolkan dengan kekuatan militer, ekonomi, dan intelektual. Porsi tangan sangat besar pada ketiganya itu, tangan yang berarti kekuasaan dan kekuatan.

Maka dari itu, Tangan Tuhan bukan tangan yang berlengan dan berjari-jari. Tetapi Tangan Tuhan adalah kekuatan atau kekuasaan-Nya. Wallahu a’lam bisshawab