Remaja, Media Sosial, dan Kesehatan Mental: Yuk, Waspada!

Majalahnabawi.com – Seiiring berkembangnya zaman, teknologi pun semakin maju. Salah satunya adalah media sosial yang memudahkan manusia dalam mengakses berbagai hal. Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia terutama di kalangan remaja. Mereka dengan mudah berinteraksi dengan temannya, walaupun terpisah oleh jarak. Namun, dari sekian banyaknya manfaat yang dirasakan, media sosial juga memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja.
Definisi Media Sosial
Media sosial merupakan alat digital yang memudahkan penggunanya untuk berinteraksi dan beraktivitas sosial secara virtual. Kini, media sosial telah menjadi saluran utama untuk menyebarkan berita mengenai kehidupan masyarakat. Media sosial yang terhubung dengan platform web dan seluler, memudahkan penggunanya berinteraksi dengan orang lain melalui berbagai aplikasi, seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, Telegram, dan lain-lain.
Dampak Positif Media Sosial
- Mempermudah interaksi
Media sosial memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama remaja, untuk terhubung dengan orang lain secara tidak langsung.
- Kreativitas
Remaja memiliki kesempatan untuk mengekspresikan bakat mereka melalui media sosial baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
- Kesadaran sosial
Media sosial dapat menyebarkan informasi mengenai isu-isu terkini, sehingga dapat membantu remaja lebih sadar terhadap apa yang ada di sekitar mereka.
Dampak Negatif Media Sosial
- Resiko penyakit mental
Pengguna media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan remaja mengalami masalah mental seperti kecemasan dan depresi.
- Ancaman Cyber Bullying
Media sosial sebagai sarana untuk berekspresi dan berpendapat. Namun, ketika pendapat tersebut tidak diterima publik, sering kali muncul reaksi negatif berupa ujaran kebencian dari pengguna lainnya. Dalam Islam, setiap perkataan dan tulisan harus dipertanggungjawabkan. Allah Swt. menegaskan hal ini dalam surat Qaf ayat 18, yang berbunyi:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ
“Tidak ada suatu kata pun yang terucap, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)”
Ayat ini menjadi pengingat keras bagi kita untuk berhati-hati dalam berkomentar di dunia maya.
- Hilangnya privasi
Banyak remaja yang tidak menyadari dampak jangka panjang dari aktivitas mereka di media sosial. Saat ini sangat mudah untuk mengakses informasi pribadi seseorang, sehingga privasi dapat terancam. Prinsip menjaga privasi sejalan dengan larangan agama untuk mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus) dan menggunjing (ghibah). Allah Swt. mengingatkan dalam firman-Nya, surat Al-hujurat ayat 12, yang berbunyi:
اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”
Dampak Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental
Kesehatan mental seseorang tergantung lingkungannya. Lingkungan yang positif akan memberikan pengaruh baik terhadap kesehatan mental seseorang, sementara lingkungan negatif akan memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan mental seseorang. Aktivitas media sosial termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan mental seseorang, termasuk munculnya perasan cemas dan depresi bagi penggunanya. Hal ini sering terjadi akibat perbandingan sosial yang terus menerus antara satu individu dengan individu lainnya.
Ketergantungan dan penggunaan media sosial yang melalaikan dari hal bermanfaat termasuk dalam perkara yang sia-sia. Prinsip ini sejalan dengan tuntunan Rasulullah Saw. yang bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Saw. bersabda: “Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya” (HR.Tirmizi).
Hadist ini menegaskan bahwa waktu dan energi kita harus diinvestasikan pada hal yang lebih positif.
Pencegahan Dampak Negatif Media Sosial
- Edukasi mengenai penggunaan media sosial
Memberikan informasi kepada remaja tentang cara penggunaan media sosial yang baik dan bijak. Dengan pemahaman itu, mereka dapat memanfaatkan media sosial secara positif.
- Batasan waktu
Penerapan batasan waktu media sosial sangat diperlukan untuk mengurangi resiko kecanduan dan supaya meraka bisa lebih fokus dengan aktivitas lainnya yang lebih bermanfaat.
- Menghabiskan waktu luang Bersama
Meluangkan waktu bersama keluarga ataupun teman sangatlah menyenangkan dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap media sosial.
Tips Menjaga Kesehatan Mental Remaja dari Media Sosial
- Tetapkan batasan harian penggunaan media sosial.
- Hindari akun yang menimbulkan perasaan negatif, kecemasan, atau perasaan rendah diri. Sebaliknya, ikuti akun yang menimbulkan perasaan positif.
- Aktifkan pengaturan privasi untuk membatasi siapa saja yang dapat melihat konten yang diunggah dan berhati-hati saat membagikan informasi pribadi di media sosial.
- Luangkan waktu bersama teman dan keluarga, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan sebagainya.
- Bijak dalam berinteraksi, laporan apabila ada konten atau tindakan negatif ke media sosial.
Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk memanfaatkan media sosial dengan bijak dan baik agar meraih manfaat media sosial tanpa terkena dampak negatifnya.
(Sumber: AMALINA, Nyayu Nur, et al. DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA. Analysis, 2025, 3.2: 184-190.)