‹ Kembali ke Beranda

SanRam Darus-Sunnah 2026: Menyalakan Cahaya Qur’ani di Bulan Ramadan

Oleh Mujtaba Akmal·11 Maret 2026·68
SanRam Darus-Sunnah 2026: Menyalakan Cahaya Qur’ani di Bulan Ramadan

Majalahnabawi.com – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus memperkuat pembinaan keislaman para santri, Pesantren Darus-Sunnah kembali menyelenggarakan kegiatan SanRam (Pesantren Ramadan), yang mana pada tahun ini mengusung tema Bangkitkan Cahaya Qur’ani, Wujudkan Karakter Islami.” Kegiatan ini secara resmi dibuka pada 25 Februari dan ditutup pada 4 Maret.

Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan

SanRam menjadi salah satu program yang bertujuan untuk mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan yang bernilai ibadah namun sekaligus edukatif. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk lebih mendalami ajaran Islam, meningkatkan kualitas ibadah, serta menumbuhkan kecintaan terhadap al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Sejak hari pertama pelaksanaan, kegiatan SanRam berlangsung dengan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan. Para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh panitia, mulai dari kajian materi keislaman, pembinaan ibadah, hingga kegiatan pembelajaran yang berfokus pada penguatan nilai-nilai Qur’ani. Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para santri untuk mempererat ukhuwah serta menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab.

Antusiasme dan Partisipasi Peserta

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap sesi kegiatan yang berlangsung. Arqela, salah satu peserta SanRam menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berkesan serta menambah pemahaman mereka tentang makna Ramadan.

“Menurut saya kegiatan SanRam ini sangat bermanfaat karena kita bisa belajar lebih banyak tentang ibadah di bulan Ramadan. Selain itu, kita juga belajar bagaimana menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari para wali santri. Mereka menilai bahwa Pesantren Ramadan seperti SanRam memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius anak-anak serta membantu mereka memanfaatkan bulan Ramadan dengan kegiatan yang lebih bermakna.

Salah satu wali santri menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu dalam membimbing anak-anak untuk lebih memahami ajaran Islam sejak dini.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dapat menjadi sarana pembinaan bagi anak-anak agar lebih memahami nilai-nilai Islam serta meningkatkan kebiasaan ibadah mereka,” ujarnya.

Harapan dan Dampak Kegiatan

Sementara itu, kak Akbar selaku pembina Forkomda Risma sekaligus pengawas kegiatan menjelaskan bahwa SanRam merupakan bagian dari upaya pembinaan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai Qur’ani kepada para peserta.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga pada pembentukan karakter Islami yang dapat tercermin dalam sikap dan perilaku para santri.

“Harapannya melalui kegiatan ini para peserta dapat lebih dekat dengan al-Qur’an dan menjadikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai pedoman dalam kehidupan mereka,” jelas kak Akbar.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti SanRam menjadi salah satu sarana penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman agama yang baik serta mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pun ia berharap agar target pesertanya tidak hanya anak-anak kecil yang notabenya belum terkena “kewajiban” ibadah, namun juga menyasar orang yang telah berumur, seperti bapak-bapak atau ibu-ibu, walau nanti tentunya ada tantangan tersendiri.

Di balik kelancaran pelaksanaan kegiatan ini, sudah barang tentu panitia juga menghadapi beberapa tantangan selama berlangsungnya SanRam. Aril, selaku perwakilan panitia, menyampaikan bahwa beberapa kendala sempat muncul terutama dalam hal pengaturan jadwal kegiatan serta koordinasi teknis di lapangan.

Namun demikian, berbagai kendala tersebut dapat teratasi berkat kerja sama yang baik antara panitia, pembina, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

“Beberapa kendala memang sempat muncul selama pelaksanaan kegiatan, terutama dalam pengaturan waktu kegiatan dan koordinasi antar panitia. Namun alhamdulillah semuanya dapat teratasi dengan kerja sama tim yang baik,” ujar pria berkacamata tersebut.

SanRam Usai, Pembinaan Karakter Terus Berjalan

Meskipun demikian, secara keseluruhan kegiatan SanRam dapat berjalan dengan lancar hingga hari penutupan yang dilaksanakan pada 4 Maret. Seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilalui diharapkan dapat memberikan pengalaman serta pelajaran berharga bagi para peserta.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai yang telah dipelajari selama SanRam dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan seperti ini, Pesantren Darus-Sunnah berharap dapat terus berkontribusi dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berpegang teguh pada nilai-nilai al-Qur’an, serta memiliki karakter Islami yang kuat.

Bagikan: