‹ Kembali ke Beranda

Penyebaran Pusat Peradaban di Tiga Benua dan Dominasi Peradaban Wilayah Tengah (Arab) Part-1

Oleh Nurul Mashuda·29 November 2024·126
Penyebaran Pusat Peradaban di Tiga Benua dan Dominasi Peradaban Wilayah Tengah (Arab) Part-1

Majalahnabawi.com – Sebelum masuk lebih jauh, perlu diperjelas apa yang dimaksud dalam judul ini. Sebagai istilah kunci, “apa itu peradaban?” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ada dua arti peradaban. Pertama, peradaban adalah kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin. Dengan kata lain, menurut definisi ini, peradaban adalah kebudayaan yang sudah maju. Kedua, peradaban adalah hal yang menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu bangsa. Menurut pengertian yang kedua ini, di antara ciri peradaban adalah budi bahasa. Kesimpulkan dari dua definisi peradaban dalam KBBI, peradaban adalah kebudayaan yang sudah maju yang mempunyai budi bahasa sendiri.

Penyebaran Pusat Peradaban di Tiga Benua

Apa yang dimaksud “Penyebaran Pusat Peradaban di Tiga Benua?” karena pembahasan ini ada pada masa setelah Nuh as. dan sebelum Ibrahim as., maka maksudnya adalah peradaban antara Nuh as. dan Ibrahim as. Peradaban dimulai dari keturunan Nuh as. Dalam Perjanjian Lama, Nuh as. mempunyai tiga anak bernama Sem, Ham dan Yafet (Lihat Kitab Kejadian).

Pada kitab “Tarikh al-Ṭabari” dalam Bahasa Arab, tiga nama itu tertulis سام , حام dan يافث. Kemudian, Nuh as. membagi bumi menjadi tiga untuk anak-anaknya, Sem mendapat bagian di wilayah tengah, Ham mendapat bagian di wilayah barat sungai Nil dan Yafet mendapat bagian wilayah “Fīsyūn” (فِيْشُون) yaitu nama kota kecil di Mesir dan seterusnya, (Lihat al-Ṭabari).

Dengan kata lain, dengan nama-nama benua yang dikenal sekarang, Sem di Asia, Ham di Afrika dan Yafet di Eropa. Ini bisa dipahami dari riwayat lain dalam kitab al-Tabari, tertulis di sana bahwa Sem adalah leluhur orang Arab, Persia dan Romawi (Asia). Ham adalah leluhur orang Sudan (Afrika). Yafet adalah leluhur orang Turki, Yakjuj dan Makjuj (Eropa). Iniah yang dimaksud dengan “Penyebaran Pusat Peradaban di Tiga Benua.”

Sebelum lanjut, adakah manusia lain selain tiga anak Nuh as. itu? Dalam Al-Quran tertulis bahwa yang tersisa hanyalah keturunan Nuh as.

وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهٗ هُمُ الْبَاقِيْنَ

“Kami menjadikan keturunannya orang-orang yang bertahan (di bumi).” (QS. Al-Ṣaffat/37: 77)

Dalam perjanjian lama juga tertulis serupa, “Yang tiga inilah anak-anak Nuh, dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi.” (Kejadian/9: 19). Artinya, tidak ada lagi manusia selain tiga anak Nuh as. dan keturunannya.

Dominasi Peradaban Wilayah Tengah

Selanjutnya, apa yang dimaksud dengan “Dominasi Peradaban Wilayah Tengah (Arab)?” Jika pernyataan dalam pertanyaan tersebut diterima, artinya pertama-tama yang mendominasi adalah peradaban dari keturunan Ham sebagai leluhur orang Arab, Persia dan Romawi. Padahal, dalam Perjanjian lama tercatat bahwa Nimrod, anak Kush, cucu Ham, leluhur orang Sudan Afrika lah yang memulai peradaban.
“Keturuanan Ham ialah Kush … Kush memperanak Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi; … Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh dan Akad, semuanya di tanah sinear. Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu.” (Kejadian/10: 7-12).

Namun, itu terjadi sebelum keturunan Nuh as. terpencar. Keturunan Nuh as. terpencar sesudah kota Babel (Babylon) didirikan. Dalam Perjanjian Lama tercatat, “Demikianlah mereka diserakkan Tuhan dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Itulah sebabnya sampai sekarang kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan Tuhan bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan Tuhan ke seluruh bumi.” (Kejadian/11: 8-9).

Sesudah itu peradaban yang tercatat dalam Perjanjian Lama adalah peradaban dari keturunan Sem yang mendapat bagian wilayah tengah yang juga leluhur orang Arab, Persia, dan Romawi. Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa sesudah umat manusia tersebar ke tiga benua atau seluruh bumi, wilayah tengah atau Arab mendominasi peradaban, atau setidaknya mendominasi catatan peradaban dalam Perjanjian Lama. Ini bisa dimengerti karena memang orang Israel yang Perjanjian Lama ditujukan kepada mereka adalah keturunan Ibrahim yang merupakan keturunan Sem yang mendapat bagian wilayah tengah.

Berikut garis keturunan Nuh as. dalam Perjanjian Lama dan beberapa keterangan dari Syarif Sami dalam kitabnya al-Arḍu ba‘da Ṭufan.

Bagikan: