Adab

Adab Bertanya Kepada Guru

Faiz Aidin Written by Faiz Aidin · 1 min read

Majalahnabawi.com – Di antara pintu mendapatkan ilmu adalah beradab dan bertanya. Tanpa adab, maka ilmu tidak akan berkah. Tanpa bertanya, maka tidak akan mengetahui sesuatu yang masih belum diketahui atau sesuatu yang masih dipertanyakan oleh diri. Beradab dan bertanya harus digabungkan agar mendapatkan ilmu pengetahuan yang berkah dan manfaat. Oleh karena itu, harus bagi pelajar memperhatikan dan mempraktikan adab bertanya.

Para sahabat ketika mendapati masalah atau belum mengetahui hukum sesuatu, maka mereka selalu bertanya kepada Rasulullah SAW., sebagai sumber hukum yang masih murni menjelaskan Al-Quran dan sabdanya. Di zaman sekarang, ketika Rasulullah sudah wafat dan sudah meninggalkan kita, maka seharusnya kita banyak bertanya masalah agama kepada ulama yang ahli sebagai penerus estafet warisan ilmu kenabian.

Allah melarang manusia dari banyak bertanya yang tidak penting dan bisa menyusahkan mereka jika dijawab. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Maidah ayat 101:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَسْـَٔلُوا۟ عَنْ أَشْيَآءَ إِن تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِن تَسْـَٔلُوا۟ عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ ٱلْقُرْءَانُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا ٱللَّهُ عَنْهَا ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu (justru) menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakan ketika Al-Quran sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepadamu. Allah telah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyantun.

Syaikh Al-Zarnuji dalam kitabnya Ta’lim al-Muta’allim mengutip perkataan Sayyiduna Ibnu Abbas tentang anjuran murid untuk bertanya kepada gurunya dengan memelihara etika agar mendapatkan ilmu yang banyak, sebagai berikut ungkapannya:

وَقِيْلَ لِابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: بِمَ أَدْرَكْتَ الْعِلْمَ؟ قَالَ: بِلِسَانٍ سَؤُوْلٍ وَقَلْبٍ عَقُوْلٍ

Artinya: Sayyiduna Abdullah bin Abbas (68 H) ditanya: Dengan apa kamu mendapatkan ilmu?. Abdullah bin Abbas menjawab: “Dengan lisan yang banyak bertanya dan hati yang banyak berpikir.” 

Syaikh Umar bin Ahmad Baraja’ dalam kitabnya al-Akhlaq lil Banin juz 1 menjelaskan beberapa adab murid bersama gurunya, di antaranya adalah apabila murid tidak memahami pelajaran, maka hendaklah dia bertanya kepada gurunya dengan lemah lembut dan penuh penghormatan; dengan cara mengangkat tangannya sampai guru mengizinkannya untuk bertanya.

Syaikh Hafidz Hasan al-Mas’udi menjelaskan dalam kitabnya Taysir al-Khallaq di antara adab pelajar adalah tidak boleh merasa malu untuk bertanya tentang sesuatu yang belum dia ketahui. Imam Muhammad bin Idris al-Syafi’i mengungkapkan satu bait tentang bertanya ketika menuntut ilmu yang sangat mendalam maknanya dalam kitabnya Diwan al-Imam al-Syafi’i, sebagai berikut ungkapannya:

مَعَ الْعِلْمِ فَاسْلُكْ حَيْثُمَا سَلَكَ الْعِلْمُ # وَعَنْهُ فَسَائِلْ كُلَّ مَنْ عِنْدَهُ فَهْمُ

Artinya: “Tempuhlah/berjalanlah bersama ilmu sesuai perjalan ilmu # Bertanyalah kepada orang yang paham tentang ilmu.”

Syaikh Muhammad Hasyim Asy’ari dalam kitabnya Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim menjelaskan salah satu di antara adab murid ketika belajar adalah murid tidak boleh malu untuk menanyakan sesuatu yang belum dia pahami kepada guru dengan sikap lemah lembut dan etika tutur kata yang baik.

Pada masa pandemi ini, sulit siswa dan guru untuk bertemu belajar dan bertanya secara tatap muka. Oleh karena itu, bagi siswa yang ingin bertanya kepada guru di luar jam pelajaran harus memperhatikan adab memberi pesan WhatsApp terhadap guru, di antaranya sebagai berikut:

1.   Memperhatikan waktu dan kondisi ketika mengirim pesan;

Baca Juga:   Berdiri Ketika Bertemu Rombongan Jenazah

2.   Memulai pesan dengan menuliskan salam;

3.  Mengirimkan pesan pertanyaan yang penting saja dan dengan bahasa yang sopan santun; dan

4.    Mengakhirinya dengan ucapan terima kasih dan salam penutup.

Kesimpulannya adalah bahwa seorang pelajar itu harus banyak bertanya tentang hal yang penting dan belum dia ketahui kepada guru dan orang yang memahami masalahnya, dan pelajarpun harus menggunakan adab dan etika yang baik ketika bertanya serta waktu dan situasi yang tepat ketika bertanya. Bertanya adalah kunci mendapatkan ilmu, malu bertanya maka akan sesat.

Written by Faiz Aidin
Dilahirkan tanggal 25 Juni 2000 di Jakarta Barat, anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan H. Muharifin dan Hj. Nurhayati, bertempat tinggal di jalan raya Kembangan, Kembangan Utara Rt 09/02 No. 83 Gang H. Naim, Kembangan, Jakarta Barat. Profile

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.