‹ Kembali ke Beranda
Nabawi Digital · Opini

Bincang Kepenulisan dalam Sharing Session Nabawi 2026

Oleh Naila Amani·5 Mei 2026·53
Bincang Kepenulisan dalam Sharing Session Nabawi 2026

Majalahnabawi.com – Dalam rangka Haul KH. Ali Musthoafa Yaqub, LPM Nabawi mengadakan sharing session kepenulisan di Outlier Cafe pada Sabtu 25 April 2026.

Acara ini turut mengundang beberapa media kepenulisan islam yang bergengsi, yakni: Nu Online, Islami.co, dan Bincang Syariah sebagai narasumber pada tahun ini. Adapun tema acara sharing session ini adalah “Dari gagasan ke Tulisan: Menyuarakan Ide di Ruang Publik”. Tema ini kemudian dikembangkan ke dalam beberapa poin pembahasan, di antaranya urgensi dan motivasi dalam kajian keislaman yang disampaikan oleh Ustadz Amien Nurhakim selaku redaktur NU Online, bagaimana media melikirik tulisan kita yang disampaikan oleh Ustadz Alvin selaku direktur kreatif Islamicdot.co, dan menulis keislaman di internet yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Masrur selaku redaktur Bincang Syariah.

Menyuarakan Gagasan Melalui Tulisan di Era Digital

Terkait dengan tujuan acara ini, pembahasan tentang menulis keislaman di internet narasumber sampaikan sebagai materi pertama. Di awal materi, narasumber menyajikan data faktual mengenai tingkat penggunaan internet negara Indonesia sebagai gambaran peluang penggunaan internet sebagai jalan untuk berdakwah. Kemudian, Ustadz Masrur menyampaikan bahwa dunia penulisan di era digital sudah berubah ke berbagai macam model, tidak hanya artikel. Berbicara menulis artikel di internet saat ini tidak ada yang berbeda dengan masa sebelumnya, hanya saja menulis sekarang sangat banyak terbantu, atau hampir tidak ada kontribusi manual, karena saat ini sudah hadir berbagai platform AI yang bisa mempoles tulisan dengan baik. Selain itu, beliau juga memberikan solusi dengan melesatnya perkembangan penulisan di era sekarang.

Narasumber kedua, Ustadz Amien Nur Hakim menyampaikan materi mengenai urgensi dan motivasi dalam menulis. Beliau memulai dengan membagikan kisah pribadinya ketika masih menjadi anggota LPM Nabawi.  Dalam prosesnya ia pernah mengalami penolakan terhadap tulisan-tulisannya. Beliau mengatakan, “Ini Mas Alvin berkali-kali menolak tulisan saya dulu. Sedih pasti, tapi saya terus bangkit. Saya terus bersungguh-sungguh dan terus meng-improve tulisan-tulisan saya. Hal ini membuat mental saya kuat.” Selain itu, tentu saja maqalah fenomenal dari Pak KH Ali Musthafa Yaqub yang berbunyi: “wa laa tamuutunna illaa wa antum kaatibun” turut menjadi motivasi besar Ustadz Amien dalam menulis.

Mengenai bagaimana redaksi dapat lebih mudah melirik tulisan dijelaskan oleh Ustadz M. Alvin Nur Choironi selaku direktur kreatif Islami.co, tulisan lebih terlihat menarik dan memiliki peluang lebih besar untuk dimuat jika relevan dengan isu aktual dan enak dibaca. Beliau menutup materinya dengan motivasi bahwa menulis tidak selalu membuat kaya secara materi, tetapi dapat menjadikan seseorang kaya akan ilmu dan pengetahuan.

Menghidupkan Diskusi dan Menutup dengan Kebersamaan

Acara terus berlanjut dan sampai dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Tiga peserta terpilih mendapat kesempatan untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar dunia kepenulisan. Dari tips agar tulisan dapat lolos seleksi redaksi, hingga cara penikmat literatur agar bisa me-filter informasi di dunia maya. Suasana hangat dan penuh semangat terasa sepanjang diskusi berlangsung. Kemudian kegiatan berakhir dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus penutup acara Sharing Session Nabawi 2026.

Bagikan: