‹ Kembali ke Beranda
Perempuan

Dari Dapur, Sumur, dan Kasur, sampai Membangun Generasi

Oleh Tri Pujiati Panggabean·21 Agustus 2025·79
Dari Dapur, Sumur, dan Kasur, sampai Membangun Generasi

Majalahnabawi.com – “Untuk apa perempuan sekolah tinggi-tinggi? ”, “Untuk apa sibuk mencari ilmu kesana kemari? , akhirnya sibuk ngurusin dapur, sumur dan kasur”.

Apakah Perempuan Tak Perlu Sekolah Tinggi?

Ucapan ini sangat sering terdengar di kalangan masyarakat. Bukan hanya ucapan seperti itu, ada juga yang menyatakan kalau pendidikan perempuan lebih tinggi bakal susah dapat jodoh karena dikhawatirkan, perempuan akan mengatur dan mendominasi kaum lelaki. Apakah semua pernyataan ini bisa menjadi penghambat perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi?

Tujuan Pendidikan bagi Perempuan

Tujuan pendidikan bagi perempuan bukan hanya untuk mencari pekerjaan, jabatan, uang atau bahkan untuk menyaingi laki-laki, tapi jauh lebih dari itu. Pendidikan tentunya bertujuan untuk mencerdaskan dan mengasah potensi seseorang. Tidak hanya berlaku bagi laki-laki tapi juga perempuan. Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim baik laki-laki dan perempuan. Setiap orang berhak untuk mendapatkan pendidikan tinggi tanpa memandang status apapun. Baik itu status gender, sosial, keturunan, agama dan budaya. Selagi masih hidup carilah ilmu sebanyak mungkin. “Carilah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat”.

Peran Perempuan Berilmu

Pendidikan sangat berpengaruh besar terhadap kehidupan seseorang. Memiliki ilmu dan terus mencarinya menjadi hal yang wajib bagi setiap insan termasuk perempuan. Tetapi kenapa masih sering terdengar: “kenapa harus kuliah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya di dapur masak untuk suami dan anak”. Bukankah perempuan itu menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya? Anak tidak hanya butuh sekolah formal dan non formal, tapi juga butuh kehadiran perempuan cerdas yang menjadi pondasi sebelum ia mendapatkan ilmu di luar. Ibarat memilih sekolah untuk anak, pasti kita memilih sekolah yang berkualitas. Begitu juga dengan perempuan ; semakin banyak ilmunya maka akan semakin cerdaslah perempuan itu. Bahkan saya pernah baca suatu buku yang menyatakan “ Jika kamu memilih perempuan yang cerdas maka kamu telah menyelamatkan generasimu”. Sepenting itulah pendidikan bagi perempuan.

Kalau dipikirkan kembali, untuk mendapatkan pekerjaan saja salah satu hal penting yang menjadi tolak ukurnya adalah pendidikan. Untuk menjadi seorang dosen saja, syarat utamanya adalah S-2 atau S-3. Untuk menjadi seorang dokter harus menempuh pendidikan sampai enam bahkan tujuh tahun. Begitu juga dengan perempuan, untuk membentuk satu generasi harus memiliki ilmu yang luas. Cerdas itu harus komprehensif, mulai dari cerdas spiritual, emosional, sosial, intelektual dan lingkungan. Pendidikan yang dimaksud bukan hanya pendidikan formal tapi juga informal. Banyak ruang pendidikan yang bisa menambah ilmu dan pengetahuan. Mulai dari membaca, menghadiri majelis ilmu baik secara online maupun offline. Pendidikan itu luas begitu juga dengan manfaatnya. Perempuan nantinya akan menjadi seorang ibu yang akan mencetak generasi. Anak merupakan anugerah yang diberikan Allah untuk dititip kepada setiap hambanya. Namanya anugerah, jangan sampai disia-siakan, menjaga anak salah satunya adalah dengan banyak memiliki ilmu.

Belajar dari Ibu para Ulama dan Sahabat

Pengasuhan ibu yang memiliki ilmu dan terus mencarinya akan berbeda dengan ibu yang tidak mencari ilmu. Lihat ulama-ulama hebat, dibalik kecerdasan mereka ada ibu yang luar biasa dalam memberikan pendidikan. Sedikit kita lihat contoh dari banyaknya orang-orang hebat dari didikan ibunya. Anas bin Malik yang diserahkan ibunya untuk terus membersamai Rasulullah dengan harapan ingin meraih ilmu langsung dari teladan utama. Akhirnya, Anas bin Malik menjadi perawi hadist. Dibalik kecerdasannya, ibunya, Ummu Sulaim merupakan salah satu perempuan yang pertama kali masuk Islam di Madinah. Ada juga Imam Syafii, berhasil menjadi ulama besar yang dididik oleh ibu tanpa seorang ayah. yaitu Fatimah binti Ubaidillah, memiliki peran besar atas keilmuan dan karakter Imam Syafii.

Jangan Remehkan Dapur, Sumur, Kasur

Jadilah perempuan dan ibu yang cerdas yang dapat mencetak generasi pengubah peradaban. Jangan pandang remeh urusan dapur, sumur dan kasur. Sudah terbukti kepiawaian meramu dapur, sumur dan kasur dapat menghasilkan generasi-generasi hebat. Siapa pun kamu, apapun pekerjaanmu, ilmu haruslah dicari dimanapun kamu berada. Ibu yang cerdas akan menghasilkan generasi yang cerdas pula. Jika kita tidak bisa mencetak peradaban, maka jadilah orang yang melahirkan pencetak peradaban itu.


Bagikan: