Mari Mengulik Sejarah Minuman Kopi

Majalahnabawi.com – Siapa yang tidak mengenal minuman satu ini? Ya, benar ini adalah kopi.
Dalam bahasa Arab, minuman kopi disebut al-Qahwah, sementara dalam bahasa Turki, ia disebut Kahveh, dan dalam bahasa Belanda minuman ini disebut Koffie, kemudian diserap dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi.
Bagaimanakah Sejarahnya?
Manusia yang ada di bumi mulai mengonsumsi kopi kira-kira pada tahun 800 SM (pendapat lain mengatakan 850 SM). Berawal dari rasa penasaran seorang penggembala kambing bernama Khalid, seorang Abyssinia yakni salah satu nama daerah lawas di Afrika yang saat ini mencakup wilayah negara Etiopia dan Eritrea (Benua Afrika). Saat itu, khalid melihat kambing-kambingnya masih terjaga saat matahari sudah terbenam setelah memakan sejenis buah Berry, melihat itu, ia pun memasak sejenis buah Berry itu dan memakannya.
Kapan Kopi Mulai Dikonsumsi Umat Muslim?
Dalam sejarah umat Islam, tepatnya pada abad ke-13, umat muslim banyak mengonsumsi kopi sebagai minuman penambah energi saat beribadah di malam hari. Kepopuleran kopi pun terus meningkat sejalan dengan penyebaran Islam hingga mencapai daerah Afrika Utara, Mediterania dan India.
Pada tahun 1615 M, biji kopi resmi masuk pertama kali di benua Eropa oleh seorang saudagar Venesia yang mendapat pasokan biji kopi dari orang Turki. Selang satu tahun setelahnya, negara pertama di Eropa yang berhasil membudidayakan kopi adalah negara Belanda yakni pada tahun 1616 M. Kemudian pada tahun 1690 kopi dibawa ke pulau Jawa dan pada saat itu Indonesia masih merupakan negara jajahan Kolonial Belanda.
Sebelum umat muslim banyak mengonsumsi kopi pada abad ke-13, minuman tersebut telah terlebih dahulu diteliti oleh seorang ilmuan Islam pada abad ke-10 yakni Ibnu Sina (980-1037 M), ia menemukan kandungan dalam minuman kopi yang disebut Bunshum (suatu kandungan yang kita sebut dengan nama Kafein), ada juga pendapat lain yang mengatakan kandungan Bunshum ditemukan oleh al-Razi (865-925 M).
Abdul Qadir Al Jaziri yang menulis kitab Umdat al-Safwa pada 1587 M, menceritakan bahwa kopi masuk ke Mekkah pada abad ke-15. Pada musim haji, kedai-kedai kopi selalu ramai pengunjung bukan hanya dari warga setempat, tetapi juga dari jamaah haji dari berbagai negeri. Lalu, dari sinilah kopi mulai tersebar ke berbagai daerah yang ada di dunia.