Connect with us
Klik di sini

Asma’ binti Yazid Wanita Pemberani Pada Masanya

Artikel Utama

Asma’ binti Yazid Wanita Pemberani Pada Masanya

Asma’ binti Yazid, salah satu sahabiyah yang memiliki kecerdasan dan emosional yang baik. Asma’ binti Yazid ibn as-Sakan Ibn Rafi’ Ibn Umru’ al-Qais Ibn Abdul Asyhal ibn Harits al-Anshariyyah al-Ausiyyahal-Asyhaliyyah ini merupakan seorang wanita dengan akal dan pengetahuan agamanya yang kuat. Bahkan ia pun dijuluki sebagai ‘orator wanita’ karena kepiawaiannya dalam beretorika.

Disamping itu, ia merupakan seorang sahabat yang banyak meriwayatkan hadis. Sekitar berjumlah 81 hadis Nabi yang ia riwayatkan. Kenyataan tersebut menjadi sebuah kebanggan dan suatu prestasi luar biasa dari sang orator wanita ini.

Sebagaimana para sahabiyah lainnya, Asma binti Yazid adalah lulusan madrasah nubuwwah yang mulia. Wanita yang tak mengenal kata takut ini adalah wanita pemberani, teguh, dan pejuang yang berhasil mempersembahkan keteladanan yang luar biasa dalam berbagai bidang bagi para wanita lainnya.

Keteladanan tersebut dapat kita petik melalui penggalan kisah Asma. Suatu ketika, Asma’ binti Yazid mendatangi Rasulullah ﷺ pada tahun pertama setelah hijrah lalu menyatakan baiat Islam. Saat itu, Rasulullah telah membaiat para wanita berdasarkan ayat-ayat mulia yang termaktub dalam Surah al-Mumtahanah ayat 21.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَىٰ أَنْ لَا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ وَلَا يَقْتُلْنَ أَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِينَ بِبُهْتَانٍ يَفْتَرِينَهُ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِينَكَ فِي مَعْرُوفٍ ۙ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Salah satu wujud sikap sang orator ini adalah memiliki jiwa pemberani. Sifat pemberani yang ia miliki tentu dibekali oleh ajaran-ajaran nubuwwah secara jelas yang telah diajarkan Rasulullah kepadanya. Ia terus mengajarkan ajaran yang pernah ia pelajari dari Rasulullah SAW sambil memurnikan agamanya. Hal itu terus berlangsung hingga tiba tahun 13 H, sesudah Rasulullah wafat, dan terjadilah perang Yarmuk yang kejam dan sengit.

Dalam perang tersebut, sang wanita muslimah ini memiliki andil yang sangat besar dalam berjihad. Hal ini sebagaimana dituturkan oleh al-Hafizh Ibn Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wa al-Nihayah saat membahas tentang kaum mujahidin dari kaum beriman. Ibn Katsir mengatakan, “Mereka (kaum muslimin) memasuki perang yang sengit hingga para wanita pun berperang sengit di belakang mereka.” Dalam perang ini, Asma binti Yazid berusaha keras untuk menyediakan senjata dan memberikan air minum, mengobati luka, dan menguatkan para pasukan muslim.

Perang semakin genting dan situasi makin berkobar, Asma’ binti Yazid pun mencari senjata untuk berperang melawan musuh. Yang ditemukan sejak itu ialah tiang tenda. Asma binti Yazid  meraih tiang itu dan terjun ke tengah barisan para mujahidin. Dengan tiang tenda itu, ia menebas para musuh Allah hingga berhasil membunuh 9 tentara Romawi. Mengenai hal ini, al-Imam Ibn Hajar al-Asqalani pun menceritakan, “ Ia adalah Asma’ binti Yazid Ibn as-Sakkan, wanita yang ikut hadir dalam perang Yarmuk. Hari itu ia membunuh sembilan tentara Ramawi menggunakan tiang tendanya. Setelah itu, ia hidup hingga waktu yang panjang.”

Peperangan telah berakhir, Asma’ binti Yazid meninggalkan medan perang dengan luka yang cukup memberatkan tubuhnya. Pasalnya, ketika itu tubuhnya mendapat beberapa tusukan,pedang ataupun tombak yang menempel di sekujur tubuh. Namun, takdir Allah menghendaki agar sahabiyah pemberani ini diberikan kesempatan lagi untuk menjalankan dakwah Islam.

Wallahu a’lam bis showwab.

 

Continue Reading
Klik di sini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel Utama

Klik di sini
Klik di sini

Sering Dibaca

Topik

Arsip

To Top