Connect with us
Klik di sini

Hadis Palsu Maulid, Problem dan Solusinya

Artikel Utama

Hadis Palsu Maulid, Problem dan Solusinya

Ada banyak Hadis musiman yang populer dan beredar luas di masyarakat. Setiap tahun, Hadis-hadis tersebut selalu disampaikan dengan sangat baik dan menarik dengan kemasannya yang berbeda-beda. Begitu pula bentuk Hadisnya juga berbeda-beda, mulai dari yang shahih, hasan, dha’if, hingga palsu pun ada. Anehnya, Hadis yang palsu (maudhu’) justru lebih diminati dibanding yang shahih. Akibatnya, banyak hadis-hadis palsu bertebaran secara bebas dan menjadi sangat populer di masyarakat luas.

Di bulan Maulid, khususnya tanggal 12 Rabi’ul Awal hari kelahiran Rasulullah Saw. ada beberapa Hadis populer yang seringkali disampaikan oleh banyak penceramah, dai, ustadz, maupun lainnya. Mereka tidak menyebutkan dari mana sumbernya, di mana rujukannya, begitu pula tidak disebutkan siapa yang meriwayatkannya. Ternyata setelah diteliti, Hadis tersebut tidak pernah disabdakan oleh Rasulullah Saw, atau dengan kata lain adalah Hadis palsu. Inilah salah satu alasan mengapa perayaan Maulid Nabi Saw. dianggap bid’ah dan diharamkan.

Secara khusus, perayaan Maulid Nabi memang tidak ada dalilnya. Namun secara tersirat ada landasan dan pijakan dalilnya. Untuk itu, perayaan Maulid Nabi sangat dianjurkan selagi isinya tidak menyalahi nilai-nilai syari’at sebagaimana telah digariskan al-Qur’an dan Hadis. Maka telaah Hadis kali ini akan membahas Hadis palsu seputar Maulid Nabi Saw. Bolehkah atau tidak merayakan Maulid Nabi Saw? Uraiannya sebagai berikut;

Kembali1 of 7

Related Post

Continue Reading
Klik di sini
Muhammad Ali Wafa, Lc., S.S.I

Dosen di Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel Utama

Klik di sini
Klik di sini

Sering Dibaca

Topik

Arsip

To Top