Harta dan Takwa dalam Timbangan Islam

majalahnabawi Dalam kehidupan bermasyarakat, ukuran kehormatan dan kedudukan seseorang sering kali ditentukan oleh status sosial dan kekayaan. Ukuran-ukuran seperti kekayaan, keturunan, jabatan, gelar akademik, atau status sosial sering kali menjadi tolak ukur utama dalam menentukan kehormatan seseorang di tengah masyarakat. Namun, Islam sebagai agama yang sempurna mengajarkan standar penilaian yang berbeda terhadap nilai manusia. Hal ini ditegaskan dalam sabda Rasulullah Saw:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ الْعَسْقَلَانِيُّ ، قَالَ : حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا سَلَّامُ بْنُ أَبِي مُطِيعٍ ، عَنْ قَتَادَةَ ، عَنِ الْحَسَنِ ، عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :”الْحَسَبُ الْمَالُ، وَالْكَرَمُ التَّقْوَى” .(رواه ابن ماجه)
Dari Samurah bin Jundab dia berkata, Rasulullah saw. bersabda:”Kehormatan adalah (dengan) harta sedangkan kemuliaan adalah (dengan) ketakwaan” (H.R Ibnu Majah)
Istifadah:
Hadis ini memberikan perbedaan yang jelas antara penilaian manusia dan penilaian Allah Swt. terhadap nilai seseorang. Dalam pandangan masyarakat umum, seseorang yang memiliki banyak harta sering kali dipandang terhormat dan bermartabat. Namun, Rasulullah saw. menegaskan bahwa kemuliaan yang sejati bukan terletak pada kekayaan, melainkan pada takwa, yaitu patuh dan taat kepada Allah Swt.
Takwa mencakup rasa takut kepada Allah, menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Orang yang bertakwa akan berusaha menjaga hubungan dengan Allah Swt., dengan sesama manusia, dan juga lingkungannya. Maka, meskipun seseorang miskin secara materi, jika ia memiliki takwa, maka ia lebih mulia di sisi Allah daripada orang yang kaya namun tidak bertakwa.
Hadis ini mengajarkan kita untuk belajar cara mengubah pandang dalam menilai orang lain dan diri sendiri. Islam mengajarkan bahwa yang menjadi dasar kemuliaan seorang manusia bukanlah harta, bukan pula keturunan atau jabatan, tetapi takwa, yaitu kesadaran yang tinggi kepada Allah Swt. yang dicerminkan melalui taat terhadap perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Wallahu a’lam