Connect with us
Klik di sini

Kurma, Santapan Terbaik Untuk Berbuka

Artikel Utama

Kurma, Santapan Terbaik Untuk Berbuka

Puasa menjadi ajang bagi kita untuk memompa mental dan membangun rasa simpati kepada mereka yang lebih kurang dari kita. Kita dituntut untuk merasakan laparnya orang-orang fakir miskin tak lain hanyalah untuk meningkatkan rasa syukur akan nikmat yang telah Allah berikan.

Sayangnya, rasa prihatin itu seringkali pudar saat waktu ashar tiba dan para pedagang takjil telah menjajakan dagangannya. Nafsu pada mata seringkali meronta-ronta ingin membeli semua jenis makanan dan minuman yang ada di hadapan kita. Mulai dari cendol, es buah, ongol-ongol, jasuke, gorengan, lontong dan lain sebagainya siap kita santap saat adzan maghrib berkumandang.

Namun, sebetulnya apa sih hidangan yang sebaiknya kita santap saat berbuka sesuai ajaran Baginda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam?

عن أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ ‏.

“Dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah Saw biasanya berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (H. R. Abu Daud 2356)

Dalam hadis di atas, disebutkan bahwa kurma basah menjadi santapan favorit Rasul saat berbuka puasa dan kurma kering sebagai pengantinya jika tidak ditemukan kurma basah. Beliau pun lebih memilih kurma dibanding santapan lezat lainnya seperti olahan daging. Jika tidak ada keduanya, beliau memilih untuk minum seteguk air yang merupakan pembersih alami bagi usus manusia.

Mengapa harus kurma?

Kurma adalah buah yang istimewa. Selain menjadi makanan kesukaan Nabi, kurma memiliki banyak manfaat dan diklaim sebagai santapan yang sangat cocok untuk berbuka puasa.

Tubuh yang belum di-charge setelah dua belas jam berpuasa butuh asupan yang mampu mengembalikan stamina kita. Kandungan glukosa yang terdapat pada kurma, memberikan energi instan yang mudah dicerna tubuh. Kandungan gula alami ditransfer langsung ke liver dan dengan cepat diubah menjadi energi oleh nutrisi lain.

Glukosa dan fruktosa yang terdapat dalam buah manis tersebut hanya memerlukan waktu 5-10 menit untuk diserap dalam usus yang kosong. Sebagaimana saat berbuka puasa, kondisi perut kita kosong sehingga rentan terjadi konstipasi, diare atau maag jika kita ‘salah makan’. Karenanya, perut membutuhkan makanan yang mudah dicerna.

Kurma pun kaya akan serat yang sangat dibutuhkan tubuh saat waktu berbuka tiba agar terhindar dari gangguan pencernaan dan menjaga kesehatan tubuh. Kurma juga mengandung berbagai macam vitamin seperti vitamin A, beta karoten, B-1, B-2, B-3, dan vitamin B kompleks berupa thianin, riboflavin, niacin, vitamin B-6 dan asam pantotenat yang membantu metabolisme karbohidrat, menjaga kadar gula darah, asam lemak dan memproduksi hemoglobin.

Buah manis ini pun cocok bagi terancam mereka yang radikal bebas seperti para mahasiswa, pegawai kantoran atau orang-orang yang disibukkan dengan kegiatan sehari-hari terutama mereka yang beraktivitas di kota metropolitan. Kandungan antioksidan, nutrisi dan polifenolpada buah kurma dapat memperbaiki kembali sel-sel yang rusak sehingga tubuh menjadi fresh kembali.

Selain itu, tingginya mineral, lemak dan protein dapat memberi rasa kenyang. Kurma juga mengandung natrium, kalium, kalsium, magnesium, besi, belerang, fosfor, klorin serta beta karoten yang dibutuhkan tubuh.

Mengacu pada data dari US Department of Agriculture, si buah coklat kehitaman ini memiliki kandungan kalori yang tinggi sebesar 20 kkal/7 gram. Buah inipun baik untuk kesehatan otot, saraf dan jantung karena mengandung potasium yang juga menyeimbangkan metabolisme tubuh. Lebih istimewa lagi, kurma merupakan sumber potasium alami terbaik.

Tak hanya cocok untuk berbuka, kurma juga sangat cocok dijadikan hidangan saat sahur. Jika segelas air yang mengandung glukosa akan diserap tubuh dalam waktu 20-30 menit maka gula yang terkandung dalam kurma baru habis terserap dalam tempo 45-60 menit. Sehingga, mengkonsumsi kurma saat sahur akan menjadikan kita lebih segar dan lebih tahan lapar.

Wallahu a’lam bishowab.

Continue Reading
Klik di sini
Isyfi Anny Azmi Alrozi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel Utama

To Top