Artikel Utama, Sosial Politik

Memberi Makanan Kesukaan Untuk Orang Sakit

Majalahnabawi.Com – Kehilangan nafsu makan saat sedang sakit memang lumrah terjadi. Adanya efek samping obat-obatan, stress berlebihan, hingga sedang dalam kondisi medis tertentu sangat mungkin menjadi penyebabnya. Namun demikian, menurunnya stamina dan kebugaran tubuh seharusnya ditopang dengan makan yang rutin dan sehat. Walaupun seperti itu, memang menjadi tantangan tersendiri bagaimana caranya mengkondisikan diri atau orang lain yang sedang sakit agar tetap makan.

Adanya keharusan untuk mendapatkan asupan pangan dan mendapatkan asupan gizi yang cukup, membuat kita keluarga terdekat mencari cara agar yang sakit bisa tetap berkonsumsi. Salah satu caranya adalah dengan memberikan makanan yang orang sakit suka. Makanan apa yang diminta, kita layani agar orang sakit itu tetap semangat untuk makan.

Peristiwa tersebut pernah dicontohkan oleh Nabi Saw. Suatu ketika Nabi Saw. menjenguk seorang laki-laki yang sedang sakit. Kemudian Nabi Saw. bertanya kepadanya “apa yang kamu inginkan?”. Laki-laki yang sedang sakit itu menjawab “saya ingin roti gandum”. Lalu Nabi Saw. bersabda:

(قال النبي صلى الله عليه و سلم ( من كان عنده خبز بز فليبعث إلى أخيه ) ثم قال النبي صلى الله عليه و سلم ( إذا اشتهى مريض أحدكم شيئا فليطعمه) 

Barangsiapa memiliki gandum, hendaknya ia memberikan kepada saudaranya.” Kemudian Nabi Saw. bersabda, “Jika ada salah seorang diantara kalian sakit dan menginginkan sesuatu, hendaknya ia memberinya makanan apa yang ia inginkan.” (H.R. Ibnu Majah)

Ada juga riwayat Anas bin Malik yang menceritakan kisah Nabi Saw. menjenguk orang sakit. Yang mana kemudian Nabi. Saw memberikan Roti (berbentuk bulat yang terbuat dari tepung, susu,  gula dll) sebagai pangan yang diinginkan oleh orang sakit tersebut.

Baca Juga  Adakah Marah yang Tidak Dilarang?

Walaupun kita memberikan pangan yang disukai orang sakit agar tetap makan, perlu juga memperhatikan kandungan gizinya. Mengingat, kualitas kesehatan badan sangat ditetapkan oleh kualitas darah dan kualitas darah sangat ditetapkan oleh makanan yang dikonsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.