‹ Kembali ke Beranda
Sejarah · Tokoh

Menolak Lupa

Oleh Ibnu Sholah·29 September 2026·0
Menolak Lupa

Ketika Algoritma Mengatur Dunia

majalahnabawi.com – Setiap kalian membuka platform-platform yang berbau sosial media, mulai dari TikTok, Youtube, Instagram, hingga Facebook, sebenarnya ada satu hal yang selalu bekerja di balik layar. Sesuatu yang memprogram tampilan media dengan menyesuaikan apa yang kalian sukai dan apa yang menarik bagi kalian. Algoritma menentukan apa yang muncul di layar, mengatur konten mana yang diputar lebih dulu, bahkan seolah-olah memahami apa yang diinginkan pengguna media sosial.

Ya, itulah algoritm, atau yang kerap kita kenal dengan algoritma. Algoritma menerapkan langkah-langkah logis, sistematis, dan terstruktur untuk menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan tertentu.

Al-Khwarizmi dan Jejak yang Tak Boleh Hilang

Yang mengejutkan, ilmuwan Islam Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi menemukan konsep algoritma ini. Ulama ini hidup pada abad ke-9, pada masa kepemerintahan kekhalifahan Abbasiyah. Orang Islam mengenal juga masa ini dengan masa keemasan Islam (Golden Age of Islam), yaitu sekitar abad ke-8 sampai abad ke-14, karena melahirkan banyak ilmuan besar yang berperan penting dalam perkembangan peradaban modern.

Al-khwarizmi mengajarkan bagaimana caranya berpikir secara sistematis. Tanpa kontribusinya, mungkin hari ini tidak akan ada yang namanya coding, AI (artificial intelligence), bahkan perkembangan ekonomi modern seperti sekarang ini.

Bait al-Hikmah: Ketika Ilmu Menjadi Cahaya

Pada masa itu, ketika Eropa masih berada dalam fase yang relatif stagnan dalam perkembangan ilmu pengetahuan, ternyata di sebuah kota di Baghdad justru telah berdiri sebuah pusat keilmuan yang sangat maju. Tempat ini terkenal dengan Bait al-Hikmah atau house of wisdom, yang menjadi cikal bakal munculnya perkembangan pradaban modern.

Di tempat ini, berbagai manuskrip dari Yunani, Persia, dan India ditarjemahkan ke dalam bahasa Arab. Para ilmuan datang dari tempat dan berbagai latar belakang berbeda. Mereka berdiskusi, menulis, dan mengembangkan teori untuk menghasilkan penemuan-penemuan baru. Dan di tengah ekosistem keilmuan yang sangat maju ini, lahirlah tokoh-tokoh penting dan terkenal yang mempunyai peran penting dalam perkembangan peradaban modern. Salah satunya adalah al-Khwarizmi ini.

Warisan Keilmuan Islam bagi Peradaban Modern

Beliau seorang matematikawan, astronom, dan juga ahli dalam berbagai bidang ilmu. Ia menciptakan sesuatu yang mungkin kelihatannya sederhana, namun memiliki dampak yang sangat besar bahkan sampai saat ini. Mualai dari membuat aturan yang sistematis. Melalui karyanya yang berjudul Al-Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wal-Muqabala, beliau memperkenalkan metode perhitungan yang sistematis dan terstruktur. Melalui karya tersebut, beliau memperkenalkan dasar-dasar aljabar dan melahirkan konsep yang kini kita kenal sebagai algoritma.

Menolak Lupa, Menyalakan Kembali Semangat Peradaban

Dari sini kita bisa melihat, sesuatu yang setiap hari kita pakai, bahkan mungkin kita anggap biasa saja, ternyata punya akar sejarah yang luar biasa. Algoritm yang hari ini mengatur apa yang kita lihat di media sosial, menentukan apa yang muncul lebih dulu, bahkan memahami kebiasaan kita, ternyata lahir dari pemikiran seorang Ilmuan Muslim berabad-abad yang lalu.

“Menolak lupa” bukan sekedar mengingat nama.Lebih dari itu, kita perlu menyadari bahwa orang-orang besar seperti Al-Khawarizmi telah membangun peradaban yang kita nikmati hari ini melalui kerja keras, pemikiran, dan kontribusi mereka.

Kita tidak boleh melupakan jasa-jasa mereka, bukan hanya karena penemuan-penemuannya yang luar biasa, tetapi karena dari sanalah kita belajar bahwa umat Islam pernah memimpin dunia menjadi pusat peradaban modern, tempat ilmu pengetahuan tumbuh dan menyinari dunia di saat yang lain masih berada dalam kegelapan.

Sejarah itu nyata. Dan Sejarah itu milik kita.

Hari ini mungkin kita belum berada di posisi yang sama. Namun, fakta bahwa kita pernah sampai di sana adalah bukti bahwa kebangkitan itu bukan hal yang mustahil. Ia bukan mimpi kosong, melainkan jejak yang pernah ditorehkan. Maka, menolak lupa bukan hanya tentang menjaga ingatan terhadap masa lalu, tetapi juga tentang menyalakan Kembali semangat itu. Sudah saatnya kita bangkit, melanjutkan perjuangan, dan Kembali menorehkan tinta-tinta emas yang sempat pudar.

Bagikan: