Keajaiban Air: Mukjizat Al-Qur’an, Kesehatan dan Kekuatan Emosi

Majalahnabawi.com – Al-Qur’an menyebutkan kata ماء (air) sebanyak 17 kali dalam 13 surah. Dalam Al-Qur’an الماء diartikan ke dalam makna yang lebih luas menyesuaikan dengan konteksnya. Contohnya seperti hal-hal yang berkaitan dengan konsep-konsep seperti berkah, kesucian, penyucian, rahmat, dan kehidupan.Karena air merupakan unsur penting dalam kehidupan.(Gunarti, 2023).
Selain itu, Al-Qur’an juga bukan hanya mengisyaratkan bahwa kehidupan berasal dari air, tetapi juga memiliki fungsi pemurnian spiritual dan medis. Misalnya, QS. Al-Furqān [25]:48 menyebut air sebagai “air yang menyucikan (mā’an ṭahūrā),” istilah yang tidak hanya bermakna fiqh thahārah, tetapi juga dapat ditafsirkan sebagai isyarat kebersihan dan kesehatan.
Lalu, Apakah air berperan sebagai obat dari penyakit? Apakah air dapat berpengaruh terhadap emosional seseorang? Bukankah kesehatan manusia erat kaitannya dengan keadaan emosional seseorang? Yuk! Simak pembahasan menarik ini dan temukan sisi kemukjizatan Al-Qur’an melalui keajaiban air.
Air sebagai Media Pengobatan
Sebagai balasan doa Nabi Ayyub dalam Surah al-Anbiya’, ayat 83:
وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَۚ ٨٣
Artinya: “(Ingatlah) Ayyub ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku,) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”
Allah mengabulkan doa Nabi Ayyub dan memerintahkannya untuk menghentakkan kaki ke tanah. Dari hentakan itu muncul mata air sebagai sarana penyembuhan. Dengan mandi dan meminum air tersebut, Nabi Ayyub memperoleh kesembuhan secara total. Dapat kita cermati, melalui dua jalur yakni internal (minum) dan eksternal (mandi) air sebagai media penyembuhan Nabi Ayyub menyimpan rahasia yang menakjubkan.
Air sebagai Elemen Penting dalam Kehidupan
اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ ٣٠
Artinya: “Apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi, keduanya, dahulu menyatu, kemudian Kami memisahkan keduanya dan Kami menjadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air? Maka, tidakkah mereka beriman?” (Surah al-Anbiya’, ayat: 30)
Air adalah dasar kehidupan seluruh makhluk, sebagaimana Allah tegaskan dalam firman-Nya bahwa dari air Dia menjadikan segala sesuatu yang hidup. Pemilihan kata ja‘alnā dalam ayat itu menunjukkan bahwa keberadaan air dalam penciptaan bukan sekadar unsur materi, melainkan bagian dari proses pengaturan, penataan, dan penyusunan sistem kehidupan yang sangat teliti. Karena itu, air menjadi elemen paling mendasar dalam tubuh manusia dan seluruh makhluk hidup, sekaligus menjadi penghubung yang menjaga keseimbangan fungsi-fungsi tubuh, pertumbuhan tumbuhan, serta kelangsungan ekosistem bumi. (al-Jamaili, 1990).
Dalam kajian biologi modern, sebagian besar tubuh manusia tersusun atas cairan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sekitar 80% komposisi tubuh terdiri dari air. Bahkan, proporsinya berbeda pada setiap organ. Air berfungsi sebagai pelarut universal, sehingga mampu melarutkan berbagai zat, baik padatan (misalnya garam mineral), cairan (asam dan basa), maupun gas (seperti oksigen, hidrogen, dan karbon dioksida). (Dewi Mariyam, 2023)
Air dan Emosional
Ilmuwan terkenal asal Jepang, Masaru Emoto meneliti bentuk pengkristalan air dengan menggunakan respon kata dan gambar. Masaru menemukan hasil yang mengejutkan. Faktanya, air bisa menerima pesan yang ia terima. Masaru menyatakan air itu seperti pipa magnetik.
Air tidak hanya mengenali kata-kata sebagai huruf sederhana, tetapi juga memahami makna kata-kata yang disampaikan. Air membuat kristal yang indah sebagai respons terhadap kata-kata positif. Saat air mengungkapkan perasaan bahagia, kristal air mekar seperti bunga. Sebaliknya, air tidak berubah menjadi kristal bila memberikan kata-kata negatif. Kekuatan air dalam merespon perkataan yang ia terima sangatlah penting, terutama dalam penyembuhan. Apa lagi kata-kata yang mengandung makna dzikir yang berasal dari Al-Quran. (Rahayu, 2024)
Lalu apa kaitannya dengan kesehatan tubuh? Penelitian Emoto tentang pengaruh faktor eksternal pada molekul air memiliki kaitan erat dengan kondisi tubuh manusia, karena sekitar 70% tubuh kita terdiri dari air.
Dalam dunia medis, para ahli menjelaskan bahwa kanker dapat berkembang ketika sistem imun melemah, fungsi pernapasan menurun, serta kadar stres meningkat akibat kesedihan, kecemasan, atau gangguan kejiwaan. Karena itu, ketika hal-hal positif berada di sekeliling kitabaik secara emosional maupun lingkungan—kesehatan mental dan fisik cenderung menjadi lebih stabil dan kuat. (al-Jamaili, 1990)
Air bukan hanya unsur vital penopang kehidupan, melainkan media yang memperlihatkan hikmah illahi. Dari kisah Nabi Ayyub hingga penemuan ilmiah modern, air menunjukkan bahwa kesehatan fisik dan emosional berjalan seiring dalam satu sistem yang saling terkait. Dengan memahami keajaiban air sebagaimana diisyaratkan Al-Qur’an, kita dapat melihat bahwa setiap tetesnya menyimpan pesan tentang kasih sayang, kebijaksanaan, dan keagungan Allah.