Hadis

Sering Sakit Hati? Ini Pesan Nabi

hati

Majalahnabawi.com – Dalam kehidupan ini, manusia merupakan salah satu makhluk yang dicipkatan oleh Tuhan untuk mengurus bumi dan seisinya. Untuk mengurus semua itu, manusia satu pasti butuh dengan manusia lainnya dengan kata lain manusia adalah makhluk sosial yang bergantung satu sama lain.

Salah satu cara kerja sosial adalah adanya interaksi diantara kita dengan manusia lainnya.  Interaksi ini  terkadang menciptakan benturan atau gesekan yang tak dapat kita hindari. Dari benturan dalam interaksi inilah, cepat atau lambat, sedikit atau banyak, manusia akan mengalami perubahan siklus perasaan, apalagi bila ada sesuatu yang menganjal yang membuatnya sakit hati.

Sakit hati adalah sebuah kewajaran bagi setiap manusia, dan bahkan itu tanda bahwa ia punya hati. Di zaman sekarang banyak orang-orang yang yang merasakan sakit hati tetapi cara mengatasinya tidak tepat. Ada yang meminum minuman keras, narkoba, bahkan sampai bunuh diri.

Lalu bagaimana cara terbaik untuk menetralisir rasa sakit hati itu?

Yuk kita lihat Hadis juga pendapat para ulama tentang hal ini.

Kata Rasulullah Saw, “Apabila seorang muslim itu kekelahan, terkena penyakit, khawatir, bersedih, terganggu atau bahkan ia terluka karena sebuah duri Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari)

Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa sebagian perkara di atas merupakan bagian dari sakit hati yang sering menimbulkan hati sempit.

Dari sini kita bisa ambil intisari bahwa sekecil-kecilnya luka itu mendapatkan sebuah balasan dari Allah Swt, tentunya dengan diiringi rasa sabar dan legowo.

Ini juga sejalan dengan firman Allah Swt dalam surat al-Zalzalah:

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَه  وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَه

Artinya: “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.”

Imam al-Mubarakfury memberi cacatan dalam kitabnya Tuhfah al-Ahwadzy bahwa pengahapusan kesalahan-kesalahan dimaksud adalah dosa-dosa kecil saja, tidak dosa-dosa besar.

Baca Juga  Hadis Sohih Mayoritas Penghuni Neraka adalah Perempuan

Maka dari itu, Bila kita mengalami sebuah luka dalam hati hendaknya kita harus bersabar dan mengingat hadis ini supaya hati kita menjadi lebih tenang, dan jangan lupa berilah senyuman dari setiap luka yang kita rasakan. Sekian.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.