Connect with us
Klik di sini

Siapa yang Lebih Dulu, Nabi Adam atau Manusia Purba?

Kolom

Siapa yang Lebih Dulu, Nabi Adam atau Manusia Purba?

Dalam agama Islam dikatakan bahwa Nabi Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah sebagaimana termaktub dalam Al-Quran. Sementara teori evolusi Charles Robert Darwin yang muncul pada abad ke-18 mengatakan bahwa manusia adalah keturunan kera yang berevolusi menjadi manusia modern. Atau yang mereka sebut dengan manusai purba. Teori ini kemudian akhirnya memicu polemik, terutama di kalangan ilmuwan muslim.

Banyak pertanyaan akhirnya lahir dari polemik itu, seperti bagaimana manusia purba dalam perspektif Islam yang mengatakan bahwa Nabi Adam adalah manusia pertama, atau apakah Nabi Adam berada di belahan dunia yang berbeda dengan manusia purba, lalu siapa yang lebih pertama Nabi Adam atau manusia purba, ataukah manusia purba sebenarnya tidak pernah ada?

Al-Quran tidak menyebutkan secara eksplisit bahwa ada manusia sebelum Nabi Adam. Namun pernyataan Malaikat dalam ayat di bawah ini menurut ulama mengisyaratkan seperti adanya makhluk lain sebelum Nabi Adam.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. Al-Baqarah; 30)

Di antara ulama yang menerangkan ayat di atas salah satunya M. Quraish Syihab. Menurut penulis Tafsir al-Misbah itu, Alquran memang menceritakan tentang kejadian manusia yang diciptakan dari tanah kemudian ditiupkan ruh dan itulah Adam. Sementara pada ayat lain Al-Quran juga menceritakan bahwa sebelum kejadian manusia Adam ini sudah ada makhluk-makhluk lain.

Tapi, Alquran tidak menerangkan apa makhluk lain itu. Maka boleh jadi itu manusia purba atau bisa jadi makhluk lain. “(sebab) Alquran tidak menjelaskan apa yang terjadi setelah pembentukan manusia dari tanah dan sebelum ditiupkannya ruh. Boleh jadi ada proses di antaranya” ungkapnya.

Maksudnya, jelas Quraish Syihab, ketika berbicara tentang manusia pertama Alquran hanya menyatakan bahwa dia diciptakan dari tanah kemudian ada proses. Yang pada proses akhirnya dihembuskan ruh maka jadilah dia manusia. Mungkin itulah manusia modern.

“Saya beri gambaran begini, kita punya alphabet A-Z saya sebut A akhrinya Z, ada (huruf) tidak antara A dan Z? banyak. Nah, Alquran hanya menceritakan A dari tanah dan mencerikatan Z dihembuskan ruh. Jadi boleh jadi ada proses di antaranya tapi Alquran tidak menjelaskan ini, karena itu ada orang berkata begini ‘apa memang benar itu teori Darwin?.”

Menurut cendekiawan Islam itu, untuk menjawab benar tidaknya teori Darwin merupakan ranah ilmu pengetahuan, Sebab Islam tidak membahas itu. Kalau ilmu bisa membuktikannya maka dia tidak bertentangan dengan Alquran. Tapi karena itu bidang ilmu jadi tolaklah teori itu atas ilmu atau terimalah atas ilmu.

Sebelum Charles Darwin, banyak ulama Islam yang membicarakan tentang kemungkinan adanya makhluk lain sebelum diciptakannya Nabi Adam. Ibnu Khaldun salah satu orang yang menyebut tentang hal itu. Bahwa ada proses dari kejadian manusia tersebut, sampai dia mencapai apa yang diistilahkan ‘alamul qiladah’, meski ada yang berpendapat itu ‘alamul qudrah’. Tapi Ibnu Khaldun tidak mengatakan pendapatnya ini atas nama Alquran, dia berbicara sebagai peneliti dalam ranah ilmu pengetahuan.

“kita juga begitu, kita tidak wajar menolak teori Darwin atas naman Al-Qur’an tapi silakan tolak atas ilmu pegetahuan jangan pula menerimanya atas nama Alquran silakan menolak berdasarkan ilmu pengetahuan,” nasehatnya.

Tulisan ini pertama kali diterbitkan di Bincangsyariah

Continue Reading
Klik di sini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kolom

Klik di sini
Klik di sini

Sering Dibaca

Topik

Arsip

To Top