MajalahNabawi.com – Sadarkah kita bahwasanya kita sering menemukan tempat buang air kecil dengan berdiri? baik di toilet-toilet umum, baik di pom bensin, pasar, bahkan di masjid dan juga musholla-musholla.

Bahkan mirisnya di pondok-pondok pesantren besar, toiletnya atau tempat membuang air kecilnya seakan menyuruh orang lain untuk melakukannya dengan posisi berdiri. Bukankah para wali santri yang menjenguk anaknya memiliki profesi yang berbeda?

Ya… bukan menjadi persoalan besar bagi beberapa wali santri. Tetapi bagaimana jika profesi wali santri tersebut adalah sebagai guru atau kiyai? yang beberapa dari mereka tidak terbiasa dengan buang air kecil dengan cara berdiri.

Hadis Buang Air Kecil

Imam Nasa`i meriwayatakan di dalam kitabnya, bahwasanya Rasulullah shallahu `alaihi wasallam itu tidak membuang air kecil dengan posisi berdiri melainkan dengan posisi duduk (Jongkok).

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا شَرِيكٌ عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ :مَنْ حَدَّثَكُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَالَ         قَائِمًا فَلَا تُصَدِّقُوهُ مَا كَانَ يَبُولُ إِلَّا جَالِسًا

Artinya : Telah mengabarkan kepada kami Ali bin Hujr dia berkata: Telah memberitakan kepada kami Syarik dari Miqdam bin Syuraih dari ayahnya dari Aisyah dia berkata: “Barangsiapa yang mengabarkan kepada kalian bahwasanya Rasulullah shallahu `alaihi wasallam buang air kecil sambil berdiri, maka janganlah kalian mempercayainya, karena Rasulullah shallahu `alaihi wasallam tidak membuang air kecil kecuali dalam posisi duduk (jongkok)”.

Dari hadits tersebut menerangkan bahwasanya sunnah dalam membuang air kecil adalah dalam posisi duduk atau jongkok, bukan dalam posisi berdiri.

Selain menjadi nilai ibadah, buang air kecil dengan cara jongkok juga sangat jeuh lebih baik dibanding buang air kecil dengan cara berdiri. Diantara manfaatnya adalah mencegah hernia, serangan jantung, dan disfungsi seksual.

Baja Juga  Hukum Menyolatkan Mayit Janin

Wallahu a’lam

  Baca Juga