Awal kedatangan virus corona (SARS-CoV-2) di Wuhan Provinsi Hubei, Cina pada 31 Desember 2019 membuka polemik baru di lembaran tahun 2020 bagi masyarakat dunia. Pada dasarnya, virus corona menyerang sistem pernafasan yang dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, kematian serta telah terkonfirmasi dapat menular antar manusia.

Pimpinan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom menegaskan bahwa ancaman virus corona sampai sekarang mencapai tingkat tinggi mengingat kasus penularan serta kematian yang bertambah cukup cepat bahkan sudah menyebar secara sporadik di beberapa negara.

Sebagaimana dilansir dari laporan WHO pada Jum’at (28/2/2020) tercatat secara global terdapat 83.652 kasus konfirmasi di 52 negara dengan 2.858 kematian sehingga tidak mengherankan jika WHO menetapkan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai kegawat daruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia.

Setiap negara dihimbau untuk melakukan penekanan terhadap pengurangan penularan virus corona meliputi pengawasan aktif, deteksi dini, isolasi dan manajemen khusus, pelacakan kontak dan pencegahan penyebaran infeksi. Bahkan beberapa negara telah menetapkan kebijakan sebagai bentuk perlindungan pemerintah terhadap warga negaranya seperti menutup perbatasan dan memberikan himbauan keras kepada warga negaranya untuk tidak berpergian apabila tidak mendesak.

Senin (2/3/2020) Indonesia telah terkonfirmasi temuan kasus corona sebanyak 2 kasus. Dimana WHO sebelumnya telah memberikan penekanan keras kepada pemerintah Indonesia untuk melakukan persiapan yang matang dalam menghadapi risiko penyebaran virus corona yang pada saat itu belum terdapat temuan kasus disaat beberapa negara tetangga Indonesia melaporkan temuan kasus corona.

Terdapat beberapa bentuk pencegahan yang diusung oleh Kementerian Kesehatan RI dalam penangkalan penularan virus corona. Pertama, sering cuci tangan pakai sabun. Kedua, gunakan masker apabila batuk atau pilek. Ketiga, hati-hati kontak dengan hewan. Keempat, Jangan mengonsumsi daging yang tidak masak. Kelima, konsumsi gizi seimbang serta perbanyak sayur dan buah. Keenam, rajin olahraga dan istirahat cukup. Ketujuh. Bila batuk, pilek, dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan.

Baja Juga  Orientasi Kaidah Ushul Fikih

Apabila kita menengok ke belakang, sebenarnya Islam telah mengajarkan kepada para pemeluknya untuk melakukan beberapa hal terkait pencegahan penularan penyakit sebagai berikut:

Pertama, metode karantina atau isolasi.

Sebagaimana Hadis Nabi Muhammad Saw:

إذا سمعتم بالطاعون بأرض فلا تدخلوها، وإذا وقع بأرض وأنتم بها فلا تخرجوا فرارا منه

Artinya: “Jika kamu mendengar wabah disuatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR. Bukhari)

Hadis di atas menjelaskan bahwa apabila sebuah kelompok atau daerah terjangkit penyakit berbahaya, maka sebaiknya para penderita dilakukan tindakan karantina atau isolasi dengan maksud menghentikan pola perluasan penyebaran penyakit.

Metode ini dinilai sangat membantu dalam pencegahan penyebaran virus corona dari para penderita. Pasalnya, virus corona dapat menular dari antar manusia melalui droplet (partikel air liur) yang mengandung virus dari si penderita.

Kedua, berdoa kepada Allah Swt. yang Maha Penyembuh.

Doa menjadi senjata bagi seorang mukmin dalam menghadapi berbagai hal disamping usaha (ikhtiar) yang telah dilakukan. Rasulullah Saw., selalu menganjurkan kepada umatnya untuk berdoa agar dijauhkan dari bencana dan musibah (penyakit corona).

اللهم إني أعوذ بك من البرص، والجنون، والجذام، وسيّئ الاسقام

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan keburukan segala macam penyakit.” (HR Abu Daud)

Selain itu, Rasulullah Saw. juga memperbolehkan doa qunut nazilah yang dibaca pada rakaat terakhir sholat fardhu ketika sedang dilanda bencana layaknya virus corona yang sedang menyerang masyarakat dunia.

Dalam Taqriratus Sadidah fi Masa’il Mufidah dijelaskan bahwa:

قنوت نازلة يسن في جميع المكتوبات إذا نزلت نازلة بالمسلمين في أي مكان، ولا يشترط أن يكون في محل النازلة

Baja Juga  Adakah Marah yang Tidak Dilarang?

Artinya: “Qunut nazilah disunahkan di seluruh sholat fardhu ketika umat islam ditimpa musibah dimanapun berada dan tidak disyaratkan berada di lokasi kejadian.”

Maka untuk menanggapi gentingnya kondisi dunia sekarang, sebaiknya kita selalu mengedepankan perilaku hidup bersih dan sehat dengan dibarengi doa kepada Allah agar terhindar dari wabah corona yang mematikan.