Siapa yang sering merasa sudah berdoa tapi doanya belum dikabulkan? atau merasa risau dan resah karena keinginannya belum kunjung terkabul?.

Terkadang banyak perasaan resah dan risau yang muncul dalam diri kita, disaat keinginan kita belum terkabul. Pastinya itu memang sudah menjadi hakikat manusia yang selalu mengharapkan segala keinginannya. Padahal, belum tentu apa yang diharapkan itu menjadi yang terbaik untuk hidupnya, atau bahkan diridhai oleh-Nya.

Sehingga, alangkah baiknya segala keinginan yang dipanjatkan melalui doa-doa, diserahkan sepenuhnya kepada-Nya Sang Maha Bijaksana. Karena Dialah yang sudah menetukan takdir setiap makhluknya, dan kita sebagai makhluknya diberi kemampuan kasb untuk kebaikan hidupnya. Akan tetapi tahukah anda, bahwa ada beberapa keadaan yang tepat untuk berdoa agar doanya mudah terkabul?

Rasulullah telah menjelaskan, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, sebagai berikut:

حدثنا مُحمّدُ بنُ بَشّارٍ، أخبرنا أَبُو عَاصِمٍ، أخبرنا الْحَجّاجُ الصّوّافُ عَن يَحْيى بنِ أَبي كَثِيرٍ عَن أَبي جَعْفرٍ عن أَبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قالَ قالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم: “ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَاباتٌ: دَعْوَةُ المَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ المُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ”

Dari Abu Hurairah, Nabi Saw berkata: “Ada tiga golongan yang doanya mustajab adalah: doa orang yang terzalimi, doa musafir (orang yang sedang dalam perjalanan), dan doa orang tua terhadap anaknya.”

Hadis di atas telah menjelaskan bahwa ada setidaknya 3 keadaan yang menyebabkan doa-doa dapat mudah terkabul yaitu :

Pertama, yaitu doa orang yang terzalimi. Imam Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan orang yang terzalimi adalah orang yang diambil hartanya secara zalim ataupun selain hartanya, seperti bullying dan sebagainya. Disaat seseorang terzalimi kemudian berdoa kepada Allah swt, maka doanya akan mudah terkabul.

Hal tersebut seraya dengan perkataan Nabi saw, ketika mengutus sahabat Mu’adz: “Berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada tabir diantara doanya dan Allah swt”. Maka dapat disimpulkan, bahwa doa orang yang terzalimi itu mudah terkabul.

Kedua, yaitu doa musafir. Musafir yang dimaksud adalah orang yang sedang dalam perjalanan baik dan diperbolehkan secara syariat, bukan untuk maksiat. Mungkin sebagian orang bertanya-tanya, kenapa seorang musafir doanya mudah terkabul?. Perlu diketahui bahwa doa seseorang yang sedang dalam keadaan membutuhkan dan keadaan susah, doanya akan mudah terkabul, hal ini sejalan dengan keadaan seorang musafir.

Ketiga, yaitu doa orang tua kepada anaknya, baik itu dari ibu maupun ayah. Terkadang kita sebagai seorang anak, luput akan jasa orang tua, sehingga kita lupa untuk mendoakan keduanya. Padahal, orang tua akan selalu mendoakan anaknya sebagai bentuk cinta dan kasih sayang. Cinta dan kasih sayang lah, yang menjadikan doa kedua orang tua akan mudah terkabul.

Itulah keadaan-keadaan orang yang doanya mudah terkabul. Akan tetapi apakah doa yang mudah terkabul hanya bisa dilakukan oleh orang dalam keadaan tersebut?. Jawabannya tidak, karena Nabi saw menjelaskan dalam hadis nya dengan periwayatan yang berbeda :

 ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ: دَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga golongan yang doanya mudah terkabul adalah doa orang yang berpuasa, doa musafir, dan doa orang yang terzalimi”

Nampak jelas bahwa selain tiga keadaan yang telah disebutkan sebelumnya, ada keadaan lain yang dapat memudahkan doanya terkabul yaitu puasa.

Keempat, yaitu orang yang sedang berpuasa. Keadaan yang tepat untuk berdoa adalah ketika kita dalam keadaan sedang berpuasa. Tak hanya itu, ketika berbuka puasa juga, doa yang dipanjatkan akan mudah terkabul. Karena Nabi saw berkata: “Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.” (HR. Ibnu Majah). Maka, doa-doa yang kita panjatkan ketika berpuasa akan mudah terkabul oleh Allah swt.

Dengan demikian, alangkah baiknya ketika kita dalam keadaan tersebut untuk memperbanyak doa bukan malah menyakiti orang yang bersangkutan. Sehingga, apa yang kita harapkan dapat mudah terkabul dan dapat diridhai oleh Allah swt.

Wallahu a’lam bishowab.