Artikel Utama

Webinar Nasional haul Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA

Avatar Written by Admin · 2 min read

Selasa, 23 Maret 2021 pukul 13.00 WIB, bertepatan pada tanggal 9 Sya`ban 1442 Hijriah, Yayasan Wakaf Darus-Sunnah menyelenggarakan Webminar Nasional dalam rangka acara Haul ayahanda Kyai Ali Mustafa yaqub yang Ke 5.  Adapun tema dalam acara tersebut adalah “Kontekstualisasi pemikiran Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA dalam bingkai Al-Qur`an dan Sunnah”.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk lebih mengenal siapa dibalik sosok kyai ali mustafa yang dikenal sebagai sosok yang sangat inspiratif dalam kesemangatan mencari ilmu. Acara webinar kali ini  diisi oleh Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA,  Dr. H. Nadirsyah Hosen, LL.M., M.A, Ph.D atau lebih akrab disapa dengan Gus Nadir, Ustadz Ulin Nuha S.S.I., dan Ustadzah Faiqatul Mala S.S.I..MA.Hum.

Mengenal Pemikiran KH. Ali Mustafa Ya’qub 

Acara yang diadakan secara virtual ini dihadiri oleh Khadim Ma`had juga seluruh Mahasantri baik yang berada di ma`had (offline) maupun yang berada di rumah (online).

Acara dimulai dengan membaca lantunan ayat suci al-qur`an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari khadim ma`had dengan memberikan sepatah dua patah kata mengenai sosok ayahnda kyai Ali Mustafa, dan juga memberikan suatu wejangan yang selau diharapkan kyai ali kepada seluruh santrinya untuk selalu menghidupkan sunah-sunah Rasulullah SAW.

Kemudian setelah sambutan dari khadim ma`had, dilanjutkan oleh Gus Nadirsyah Hosen mengenai pemikiran kontekstualis kyai ali mustafa, dan juga beliau memberikan suatu motivasi yang beliau lihat langsung dari kyai ali mustafa dalam kesemangatannya mencari ilmu. Beliau juga menceritakan tentang keproduktifan kyai ali dalam mebuat tulisan, di samping sibuknya kyai ali dalam mengajar dan juga berdakwah, kyai ali sangat produktif dalam mengembankan literasi tulisan baik itu berupa artikel, majalah, dan juga buku.

Baca Juga:   Ini Enam Hal yang Harus Kita Perhatikan Saat Melakukan Shalat Id

Setelah Gus Nadir memberikan pemaparannya mengenai kyai ali, dilanjut berikutnya oleh Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA. Beliau sangat menikmati sekali dalam memberikan suatu pemaparan tentang kyai ali mustafa. Beliau juga mengakui akan kealiman dari kyai ali mustafa dengan meceritakan tentang menuntut ilmunya di tebu ireng yang dididik langsung oleh kyai idris kamali. “kyai Ali Musthafa sangat memadai dalam ilmu alat di bawah asuhan kyai Idris Kamali, dan juga beliau tidak hanya mengambil dari segi keilmuan saja, akan tetapi beliau juga mengambil dari segi etika dari kyai Idris Kamali” (ujar Pak Ahsin). Selain itu, kyai Ali juga banyak memberi saran dalam penafsiran kementrian agama yang di ketuai oleh pak ahsin sendiri, dan kyai ali sebagai wakilnya

Saksi Dari Santri KH. Ali Mustafa Ya’qub 

Pembicara selanjutnya disampaikan oleh Ustadz Ulin Nuha yang merupakan salah satu pengajar Darussunnah.. Beliau memaparkan cerita pak kyai Ali Musthafa dari mulai kecil, hingga melanjutkan studi S2 di Arab Saudi. Selain itu beliau juga menceritakan tentang kehidupan keluarga Kyai Ali, bahkan kakak dari Kyai Ali Yaqub yaitu Kyai Damanhuri Yaqub menjadi salah satu alasan kenapa beliau sampai menetap dan melanjutkan dakwah di perantauan. Dalam pemaparannya beliau menyebutkan 3 pola santri yang selalu di sebutkan oleh Pak Kyai bagi para santrinya yaitu  اللين في الأداء (luwes dalam pemikiran), الوضوح في الوقف  (tegas dalam sikap), القوة في الاعتقاد  (kokoh dalam prinsip. Beliau juga mengatakan bahwasannya seorang Kyai Ali Mustafa Yaqub merupakan sosok ulama sekaligus akademisi.

Selanjutnya pembicara yang terakhir dalam webinar ini adalah ustadzah Faiqatul Mala, beliau merupakan alumni mahasantri putri Darus-sunnah. isi pembicaraannya menceritakan tentang kebiasaan pak Kyai Ali sehari-harinya salah satunya yaitu pak Kyai Ali setelah selesai solat malam selalu melanjutkan untuk menulis sampai subuh. Beliau juga menceritakan pengalamannya ketika masih mondok. Ada salah satu pepetah pak Kyai yang beliau selalu terapakan dalam kehidupannya yakni فرق بين الأهم والمهم  bedakanlah mana yang paling penting dan penting. Akhir kata beliau menggambarkan akan keyakinan pak Kyai Ali sebagai khadimun nabi.

Baca Juga:   Refleksi Sabar di Tengah Pandemi

 

Written by Admin
Media Keilmuan dan Keislaman Profile

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.