Connect with us
Klik di sini

Isra’ dan Mi’raj Nabi Saat Kedua Pelipur Lara Tiada

Riwayat

Isra’ dan Mi’raj Nabi Saat Kedua Pelipur Lara Tiada

Oleh: Imam Budiman

Tahun ke-16 Hijriah merupakan tahun dimana Rasulullah dirundung duka cita yang teramat dalam. Dimana sosok seorang paman yakni Abu Thalib yang selama ini melindungi telah meninggal dunia. Begitu pula dengan Khadijah, isteri yang begitu sangat beliau sayangi dipanggil oleh Allah untuk menghadapnya.

Sosok Abu Thalib merupakan tokoh terpandang bagi masyarakat Mekkah. Berkat didikannya, Muhammad muda tumbuh menjadi pemuda jujur dan ahli dalam berniaga serta jiwa kepemipinan. Keberadaannya sangat berpengaruh besar terhadap Rasulullah. Terutama di awal fase kenabian. Dengan sepenuh jiwa dan raga dia berjuang membela keponkannya demi menyampaikan risalah Islam, meski hingga akhir hayatnya para ulama masih memperdebatkan tentang status keimanannya.

Nama aslinya Abdul Manaf bin Abdul Muthalib. Namun ia lebih dikenal dengan panggilan Abu Thalib karena anak pertamanya bernama Thalib. Secara nasab abu talib merupakan paman terdekat Rasulullah karena satu-satunya paman yang seibu dan seayah dengan ayah nabi Muhammad Saw yakni Abdullah bin Abdul Muthalib. Abdul Muthalib merupakan pemimpin Mekkah yang sangat disegani kala itu, dari kedekatannya dengan sang ayahlah Abu Thalib mewarisi sifat jujur, amanah serta ahli dalam kepemimipinan.

Saat menjelang ajalnya, Abdul Muthalib lebih mempercayakan kepemimpinannya kepada Abu Thalib dibandingkan dengan anak-anaknya yang lain. Tugas untuk memenuhi segala kebutuhan dan keperluan jama’ah haji yang biasa dilakukan oleh Abdul Muthalib diserahkan pada Abu Thalib. Kepadanya jugalah Abdul Muthalib mewasiatkan agar Muhammad, cucunya yang yatim piatu, berada dalam asuhan Abu Thalib. Meskipun ketika itu, Abu Thalib tidak mencukupi dalam hal kebutuhan finansial.

Kembali1 of 4

Continue Reading
Klik di sini

Media Keilmuan dan Keislaman

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Riwayat

Klik di sini
Klik di sini

Sering Dibaca

Topik

Arsip

To Top