pemikiran, Tokoh

Imam al-Laits bin Sa’ad; Ulama Dermawan Dari Mesir

Majalahnabawi.com – Setelah dalam edisi minggu lalu kita berkenalan dengan Imam Syu’bah bin Hajjaj (w. 160 H), yang merupakan kakek guru ideologi Imam al-Bukhari, kita sekarang akan berkenalan dengan kakek guru ideologi Imam al-Bukhari yang lainnya, yakni imam dalam hadis dan fikih yang dermawan dari Mesir, yakni Imam al-Laits bin Sa’ad (w.175 H).

Imam al-Laits bin Sa’ad memiliki nama lengkap Abu al-Harits al-Laits bin Sa’ad bin Abdurrahman al-Fahmayyu al-Mishri. Beliau dilahikan pada tahun 74 H di Mesir, tepatnya di desa Qarqosyandah (sekitar 4 farsakh dari Kairo sekarang). Beliau merupakan salah seorang dari Tabi’ al-Tabi’in yang terkenal karena akhlak, kedermawanan dan ilmunya ke seluruh penjuru wilayah Islam pada masanya.

Kedermawanannya bisa dililihat sebagaimana yang diceritakan oleh Imam Qutaibah, bahwa Imam al-Laits dalam sehari bisa bersedekah kepada 300 orang fakir miskin. Sedangkan menurut Abdullah bin Shalih, selama dia bermulazamah kepada Imam al-Laits selama 20 tahun, dia tidak pernah melihat sang Imam makan, kecuali mengajak orang lain ikut makan bersamanya.

Imam Yang Menjaga Diri dari Keharaman

Selain kedermawanannya, Imam al-Laits juga sangat apik menjaga diri (‘iffah). Hal ini bisa dilihat dari penolakannya atas permintaan Khalifah Abu Ja’far al-Manshur saat hendak menjadikan dirinya sebagai wakil Khalifah (Gubernur) di Mesir. Namun dengan ketawadlu’annya, beliau menolak untuk menjadi gubernur, dan memilih menyibukan diri dengan ilmu.

Dalam kitab Hilyah al-Auliya’, Imam al-Syafi’i bahkan memuji gurunya Imam al-Laits, dengan mengatakan bahwa Imam al-Laits bin Sa’ad lebih teguh dalam mengikuti atsar daripada Imam Malik bin Anas.

Imam al-Laits hidup sezaman dengan Imam Dar al-Hijrah, yakni Imam Malik bin Anas (w. 179 H). Dalam berbagai riwayat disebutkan terjadi interaksi harmonis antara kedua imam hadis ini. Salah satunya adalah yang diriwiyatkan oleh Harun bin Sa’id dari Ibnu Wahab, bahwasannya apabila terdapat tulisan dalam kitab al-Muwaththo’ Malik yang berbunyi: “Telah menceritakan kepadaku, seseorang yang telah aku ridlai dari kalangan ahl al-‘ilmi”, maka yang dimaksud seseorang dari ahl al-‘ilmi ini adalah Imam al-Laits bin Sa’ad. Dalam riwayat lain, saat Imam al-Laits melaksanakan ibadah haji, beliau diberi hadiah berupa anggur yang ditaruh di atas nampan. Imam al-Laits mengembalikan nampan tersebut disertai uang 1000 dinar sebagai hadiah kepada Imam Malik.

Baca Juga:   Mengenal Kitab Hadis Arba’in Karya KH. Hasyim Asy’ari

Guru dan Murid Imam al-Laits

Beliau meriwayatkan hadis dari banyak guru dari berbagai wilayah. Di antara guru-guru Imam al-Laits adalah Nafi’ maula Ibnu Umar, Ibnu Abi Mulaikah, Yahya bin Sa’id al-Anshari, Ibnu Syihab al-Zuhri, Sa’id al-Maqburi, Abu Zinad bin Rabah, Yahya bin Ayyub, al-Hasan bin Tsauban, Khalid bin Yazid al-Mishri,

Sebagai seoarang Imam yang terkenal ketsiqohannya, Imam al-Laits memiliki banyak murid yang meriwayatkan darinya. Di antara murid-muridnya antara lain Ibnu al-Mubarak, Abu al-Walid bin Muslim, Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’ad, Yahya bin Ishaq al-Salihaini, al-Khaza’i, Adam bin Abi Iyas, Abu Walid al-Thayalisi.

Hubungan Imam al-Laits dengan Imam al-Bukhari

Sebagaimana Imam Malik dan Imam Syu’bah, nama Imam al-Laits yang merupakan ahli hadis dari Mesir tertulis abadi dalam berbagai kitab hadis yang dihimpun para ulama setelahnya. Salah satunya adalah kitab Shahih al-Bukhari yang ditulis oleh Imam al-Bukhari. Jika Imam Malik berasal dari Madinah, dan Imam Syu’bah dari Bashrah, maka Imam al-Laits bin Sa’ad juga merupakan kakek guru ideologi Imam al-Bukhari yang berasal dari Mesir.

Nama Imam al-Laits akan sering dijumpai oleh para pengkaji hadis dalam kitab Shahih al-Bukhari. Namanya sering berada satu atau dua tingkatan di atas Imam al-Bukhari dalam rangkaian sanad dalam kitab paling shahih setelah al-Quran tersebut. Beberapa muridnya yang menjadi guru dari Imam al-Bukhari di antaranya adalah Yahya bin Bukair, Qutaibah bin Sa’id, Sa’id bin ‘Ufair, Abdullah bin Yusuf, ‘Amr bin Khalid. Mereka adalah di antara murid-murid Imam al-Laits yang periwayatannya banyak diambil Imam al-Bukhari.

Imam al-Laits bin Sa’ad diberikan usia yang panjang oleh Allah Swt hingga seratus tahun, dan meriwayatkan hadis selama delapan puluh tahun. Imam yang mulia ini wafat pada hari Jum’at, pada pertengahan bulan Sya’ban di tahun 175 H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.