Pojok Papua

MENEBAR RAHMAT ISLAM DI TANAH PAPUA

MENEBAR RAHMAT ISLAM DI TANAH PAPUA; 4 Dai Darus-Sunnah Lanjutkan Dakwah Kiai Ali Mustafa

Meskipun sudah tidak muda lagi, sepuluh tahun lalu, Kiai Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) tak kenal lelah menyinggahi pedalaman Papua. Menyambung dari satu pulau ke pulau lainnya. Selama beberapa hari di Papua, tidak hanya pusat kota yang beliau sapa. Namun juga wilayah pedalaman yang tidak mudah jalur transportasinya. Di tahun berikutnya, secara berkesinambungan, alumni Ma’had Darus-Sunnah rutin didelegasikan. Baik dalam program dakwah satu bulan ataupun program tahunan. Selama program ini berjalan, Kiai Ali Mustafa Yaqub rutin meninjau. Bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh Papua. Tak pelak, hingga kini, nama beliau masih terkenang.

Tak berbeda Ramadhan tahun ini, ada 4 dai Darus-Sunnah yang dikirim ke Bumi Cenderawasih. Hasil kerjasama antara Darus-Sunnah dan IAIN Fattahul Muluk Jayapura. Keempat dai tersebut adalah Ust. Amien Nurhakim (Distrik Skouw Sae Jayapura), Ust. Subhan Mahsuni (Distrik Misool Barat Raja Ampat), Ust. Ja’far Tamam (Ma’had IAIN Fattahul Muluk Jayapura), dan Ust. Husen Ali (Masjid Agung As-Sholihin Jayapura). Selama lebih dari satu bulan, keempat dai akan berkhidmah di Papua. Mulai dari menjadi imam shalat maktubah, shalat tarawih, qiyamul lail, kajian kitab kuning dasar, mengajar TPA, mengisi khutbah Jum’at dan shalat Id, hingga mengajar di ma’had dan kampus IAIN Fattahul Muluk.

Semasa hidupnya, ketika jelang keberangkatan para dai, Kiai Ali Mustafa Yaqub memanggil dan mewanti-wanti. Jika berada di Papua, para muridnya jangan membuat dan memperuncing perbedaan di tengah masyarakat. Ikuti dan junjung tinggi adat dan amaliyah yang sudah ada. Sebagai misal, jika masjid yang diimami tidak biasa memakai doa qunut, maka tidak perlu baca qunut. Demikian juga jumlah rakaat tarawih dan penentuan awal Ramadhan ataupun Syawal. Apakah jamaah dan tokoh agawaman

Baca Juga:   Nasionalisme Papua

setempat terbiasa memakai hisab, rukyah, ataupun mengikuti pemerintah. Pesan ini beliau ingatkan agar keberadaan muridnya di masyarakat tidak memperuncing masalah furu’iyah. Tetapi, fokus untuk memperkuat hal-hal yang ushuli dan hal-hal yang mendasar.

Dengan strategi ini, terbukti dakwah dai Darus-Sunnah selalu dinantikan oleh masyarakat Papua. Dakwah yang bijak, ramah, dan mengedepankan persatuan adalah salah satu sunnah Nabi.

Sebagaimana terekam dalam banyak riwayat hadis shahih, Nabi Muhammad saw dulu mengutus sahabat untuk mendakwahkan dan mengajarkan Islam ke berbagai daerah. Di antaranya ialah Yaman, Najran, dan Khaibar. Dari spirit tradisi kenabian inilah, Kiai Ali Mustafa Yaqub menginisiasi pengiriman alumni Ma’had Darus-Sunnah ke pedalaman Papua. Mulai dari Kaimana, Fak Fak, Sorong, Jayapura, Merauke, hingga Raja Ampat.

Semoga berkah dan manfaat.

Written by Muhammad Hanifuddin, Lc, S.S.I
Dosen di Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences Profile

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.