Al-Quran, Amaliyah, Artikel Utama, Hadis

Rahasia Di Balik Rasulullah Jarang Sakit

Wafa Saiedah Written by Wafa Saiedah · 3 min read
Rasulullah Saw

majalahnabawi.com – Rasulullah Saw memiliki gaya hidup sehat dan sederhana. Seumur hidupnya beliau hanya mengalami sakit dua kali yakni yang pertama sakit demam tinggi saat pertama kali menerima wahyu, dan yang kedua mengalami sakit pula saat menjelang wafatnya beliau. Sungguh menakjubkan bagi kita semua akan hal ini.

Bagaimana tidak, zaman dahulu daerah Mekah dan Madinah dipenuhi dengan padang pasir yang sangat tandus, dan cuaca yang tak bersahabat. Akan tetapi itu semua mampu beliau hadapi dan jalani dengan baik, sehingga sampai saat ini rahasia hidup sehat Rasulullah dapat kita teladani dalam sunahnya.

Mengenai berbagai macam penyakit baru yang muncul di sekitar kita, dengan sebutan nama yang asing bagi masyarakat. Seperti misalnya Virus Covid-19, tentu penyebab timbulnya penyakit tersebut tak lain serupa dengan penyebab penyakit lainnya, yaitu tidak menjaga kebersihan, protokol kesehatan, serta melanggar pola hidup sehat yang sebagaimana sudah dihimbau oleh para tenaga medis yang ada di masyarakat.

Namun sebagai umat muslim yang baik, tahukah kamu dari mana semua tips hidup sehat itu didapatkan? Nah, jawabannya ialah sudah dijelaskan sejak zaman dahulu di dalam Al-Qur’an, serta diaplikasikan langsung oleh Nabi Muhammad Saw dalam kehidupan sehari-harinya, jauh sebelum para ahli ilmu kesehatan tahu mengenai penyakit dan penyebabnya.

Tips Sehat Ala Rasulullah

Mari sama-sama kita kupas rahasia Rasulullah Saw agar tidak terkena penyakit. Berikut di antaranya:

1. Selalu Bangun Sebelum Shubuh

 عَنْ أَبِْي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيْطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ

Riwayat Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Setan membuat tiga ikatan di tengkuk salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan, setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir kepada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi salah satu ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia akan ceria dan menjadi malas.” (HR. al-Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776)

Dari hadis di atas, hal ini masih terbilang cukup sulit bagi segenap orang yang belum mampu istiqamah untuk bangun malam sebelum shubuh. Bahkan untuk sholat shubuh tepat waktu pun masih banyak yang terlambat ya. Meski begitu, apapun alasan seseorang untuk tidak bangun malam, perlu dihilangkan dan dirubah kebiasaan buruknya. Selalu berusaha cari cara agar dapat meneladani sunah Rasul yang begitu mulia ini.

Baca Juga:   Perbedaan Riwayat Bacaan pada Hadis Mensyukuri Nikmat

2. Aktif Menjaga Kebersihan dan Menjaga Wudhu

Sunah mulia Rasulullah Saw bersabda maknanya, “Dan ketahuilah sebaik-baik amal kalian adalah shalat, dan tidaklah menjaga wudhu melainkan orang-orang yang beriman.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

Tentang menjaga kebersihan, tentunya semua masyarakat sudah sangat mengetahuinya dengan semboyan “Bersih pangkal Sehat” kalimat tersebut sudah harus ditanamkan sejak dini untuk menerapkan gaya hidup bersih di manapun kita berada. Selain itu untuk menjaga kesahatan tubuh, Rasulullah juga dawamul wudhu (membiasakan atau menjaga wudhu) karena hal ini ampuh untuk melindungi kebersihan badan, sehinggga bakteri tak mau lagi hinggap di diri kita.

Menjaga Pola Makan

3.  Makan Makanan Yang Halal dan Baik

Rasulullah Saw selalu memakan makanan yang halal dan baik, sehingga tak heran beliau memiliki badan yang kuat dan bugar. Karena makanan yang baik lagi halal itu dapat meningkatkan daya tahan tubuh yang optimal. Salah satu makanan yang Nabi sukai ialah madu. Beliau minum madu supaya menetralisir air liur dan pencernaan. Sebagaimana dalam firman Allah Swt

ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكَ ذُلُلًا، يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ‘، فِيْهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ، إِنَّ فِيْ ذَالِكَ لَأيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ 

Kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan, lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.” (QS. al-Nahl: 69)

4. Pola Makan Seimbang dan Sering Berpuasa

Ingat, segala sesuatu yang berlebihan dari kadarnya itu tidak baik, tunaikan semua hal cukup dengan sesuai kebutuhan. Jangan makan sebelum lapar, dan berhentilah sebelum kenyang. Serta biasakanlah untuk berpuasa, karena dengan berpuasa kita dapat meminimalisir masuknya makanan yang tak baik bagi tubuh, dan mampu menghilangkan racun yang ada dalam diri kita.

5. Gemar berjalan kaki

Aku belum pernah melihat orang yang lebih baik dan lebih tampan daripada Rasulullah Saw, mukanya secemerlang matahari, juga tidak pernah melihat orang yang secepat beliau. Seolah-olah bumi ini digulung oleh langkah-langkah beliau ketika sedang berjalan. Walaupun kami berusaha untuk mengimbangi jalan beliau, akan tetapi beliau tampaknya seperti berjalan santai saja.” (Abu Hurairah)

Baca Juga:   Moderasi dalam Pandangan Al-Quran

Nah, bagaimana kalau di zaman sekarang? Sudah jarang kita jumpai ya, karena kita sendiri pun masih malas jika pergi hanya dengan berjalan kaki. Kini semua jalan dapat diakses dengan menaiki berbagai kendaraan. Khususnya pada orang-orang di lingkungan perkotaan. Karena hal itu melelahkan bukan? Ya, namun tentu tidak bisa dijadikan alasan untuk kita tidak pernah mau ingin berjalan kaki. Bisa saja kita lakukan pada saat berolahraga pagi jalan mengelilingi taman atau mengitari halaman depan rumah.

Pemaaf dan Tidak Lekas Marah

6. Tidak Pemarah

Tidaklah Rasulullah Saw membalas karena dirinya kecuali kehormatan Allah Swt., dilanggar sehingga beliau pun marah.” (HR. al-Bukhari)

“Jangan cepat marah, nanti cepat tua lho..” seringkali ya candaan itu kita lontarkan atau dapatkan dari teman kita misalnya. Kalimat itu sebenarnya bisa saja kita ambil maknanya agar mencegah diri kita untuk marah. Karena memang pada dasarnya marah itu bersumber dari setan, dan merupakan sesuatu yang sia-sia.

Bahkan dapat menimbulkan dosa jika sampai melanggar syariat agama, dan juga berpotensi mengundang penyakit lainnya. Oleh karena itu, biasakan sejak dini ya untuk tidak mudah marah dan tersinggung terhadap hal yang masih bisa ditolerir dan bukan tentang agama apalagi ketuhanan.

7.      Pemaaf

وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا

Tidaklah seorang memaafkan kecuali Allah akan menambah kemuliaannya.” (HR. Muslim no. 2588)

Sifat pemaaf Rasul tentu sudah sangat jelas digambarkan dalam Al-Qur’an dan hadis tentang sikap beliau terhadap kejadian yang  dialami semasa hidupnya. Sungguh suri tauladan yang mulia, banyak yang berbuat keji kepada beliau sewaktu berdakwah, seperti melempari batu dan kotoran saat Rasulullah hijrah ke Thaif. Akan tetapi dengan kelembutan hatinya, beliau justru sangat mudah memaafkan perbuatan penduduk Thaif pada saat itu.

Nah, bagaimana? Sederhana bukan? Yuk sama-sama kita ubah pola hidup dan pola pikir kita sesuai dengan isi kandungan Al-Qur’an dan Hadis. Sebagaimana sikap terpuji Rasulullah Saw yang sudah dipaparkan di atas. Kini sudah saatnya kita sadar akan hal kecil yang manfaatnya sangat besar bagi kesehatan tubuh kita. Mulailah perlahan agar bisa melakukannya dengan baik. Tubuh sehat, ibadah pun mantap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.