Artikel Utama, Riwayat

Rahasia Dibalik Lafadz-Lafadz Adzan

Avatar Written by Nur Faricha · 1 min read
Majalahnabawi.com – Adzan merupakan pertanda masuknya waktu sholat, saat adzan dikumandangkan pertanda bahwa Allah telah memanggil hambanya untuk sejenak meninggalkan semua aktivitas yang sedang di lakukan. Kita tau bahwa adzan diulang-ulang disetiap lafadznya. Mengapa demikian? tentunya dibalik pengulangan tersebut menyimpan banyak rahasia makna di dalamnya, sebab adzan merupakan seruan untuk memenuhi panggilan-Nya.

Rahasia dibalik lafadz-lafadz adzan telah dijelaskan oleh Imam ‘Iyadh, beliau menyebutkan   bahwasanya adzan adalah perkataan yang mencakup akidah dan keimanan, mulai dari lafadz  allahu akbar  yang bermakna tetapnya dzat dengan sifat kesempurnaan-Nya, serta membersihkan segala hal yang mustahil dimiliki Allah.

Saat setiap orang meresapi makna dari kalimat tersebut, maka pantaskah jika manusia merasa dirinya sombong, bangga dengan apa yang dimiliki, seakan-akan dia yang paling mulia? Tentu tidak, sebab dalam lafadz adzan yang pertama, memberi pengertian bahwa keanggungan dan kesempurnaan hanya milik Allah semata.

Kemudian lafadz Asyhadu alla ilaha illaallah menjelaskan tentang tetapnya keesaan Allah, dan tidak adanya sekutu yang menandingi kebesaran-Nya, dan ini merupakan iman dan tauhid yang sudah ditetapkan dalam agama.

Penerapan lafadz yang kedua ini adalah bahwa seluruh apa yang ada di dunia ini adalah ciptaan Allah, tidak ada sekutu baginya, dan tidak ada pula yang menandinginya. Allah Maha Satu, dan hanya Allah yang saha Maha Pengatur alam. Maka tidak pantas bagi kita untuk menyekutukannya dengan apapun, sebab selain-Nya hanya sebatas makhluk yang akan hancur pada masanya.

Lafadz Asyhadu anna Muhammadan rasulullah menjelaskan ketetapan nubuwah dan persaksian  atas  di utusnya nabi Muhammad saw. Ini merupakan bukti atas keagungan persaksian terhadap nabi, sebab namanya disandarkan dengan Dzat yang Maha Agung.

Baca Juga:   Tsaniyatil Wada’, Saksi Bisu Hijrah Rasulullah

Kalimat yang ketiga menggambarkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang patut dijadikan suri tauladan, makhluk yang membawa kasih sayang bagi seluruh umat di dunia ini, tak hanya itu beliau juga kekasih pilihan Allah, hingga nama Muhammad selalu disandarkan pada-Nya, sebab sang kekasih tidak akan jauh dari yang dicintainya.

Lafadz Hayya ‘alas Sholah berarti seruan untuk untuk melaksanakan shalat. Perintah sholat ini diletakkan setelah ketetapan persaksian nabi. Mengapa? sebab kewajiban sholat diperintahkan saat malam Isra’ kepada Nabi Muhammad SAW, dan bukan dari pemikiran Nabi yang mendada-ngada.

Mengapa shalat? Sebab dalam gerakan shalat sendi-sendi dalam tubuh kita berkerja dengan baik, saat kita melaksanakan semua gerakan sesuai dengan apa yang disyariatkan, maka tubuh akan menjadi sehat dan lebih bugar. Ini menjadi bukti bahwa saat seseorang melaksanakan shalat maka tidak hanya sehat secara bathiniah nya saja namun juga secara lahiriyah.

Lafadz Hayya ‘alal Falah menyerukan makna kemenangan. Kemenangan disini adalah keberhasilan atas pencapaian nikmat yang telah di tetapkan oleh Allah, Juga kemenangan dari sifat-sifat yang dapat mematikan hati, seperti hasud, sombong, egois, dan lain sebagainya. Lalu dengan  adanya ajakan kemenangan ini, berarti sejenak kita tinggalkan segala urusan dunia untuk menuju kemengan nyata.

Dan alasan kenapa lafadz adzan diulang ulang, disamping sebagai seruan untuk melaksanakan sholat jamaah, juga sebab lafadz-lafadz tersebut, mengandung makna ketauhidan, yaitu bertujuan untuk meningkatkan keimanan setiap orang-orang yang mendengarnya. (lihat di al-Majmu’ juz 3, hal. 81).

Dari penjelasan tersebut, kiranya cukup menjadi dalil bahwa rahasia yang ada dibalik lafadz-lafadz adzan memberi wawasan bagi kita akan agungnya kekuasan Allah. Bahkan, dalam lafadz lafadz tersebut juga menggambarkan kehidupan sehari hari, atas apa yang kita lakukan hanyalah sebatas kenikamatan semata, yang mana pada lafadz terakhir, Allah menyerukan untuk meraih kemengan yang nyata, yaitu dengan memenuhi panggilan-Nya. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam.

 

Baca Juga:   Mengenal Kitab Hadis Arba’in Karya KH. Hasyim Asy’ari

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.