Bedah Buku

Resensi buku Shalawat Nariyah; Sejarah dan Khasiatnya

Sopyan Munir Written by Sopyan Munir · 1 min read

MajalahNabawi.Com – Shalawat nariyah adalah salah satu dari sekian banyak shalawat yang populer di dunia khususnya di kalangan masyarakat Indonesia. Biasanya ia dilantunkan seusai shalat, puji-pujian sore hari, saat ziarah, wirid, dan lainnya.

Namun, tak sedikit orang-orang yang mempertanyakan perihal sholawat tersebut. Dari mana asal muasalnya, siapa pengarangnya, dan bagaimana ia bisa laris diamalkan masyarakat?

Dr. H. Alvian Iqbal Zahasfan, S.S.I., Lc., MA, hadir mengurai persoalan tersebut. Lulusan terbaik pesantren Darus-Sunnah tahun 2009 ini membawa angin segar bagi para muhibbin shalawat nariyah. Ia menulis buku yang berjudul “Shalawat Nariyah, Sejarah dan Khasiatnya” yang terbit akhir tahun 2020 kemarin.

Di dalam buku setebal 396 halaman ini, penulis menyajikan setidaknya 9 bab beserta kaleidoskop tawassul dari masa diutusnya Nabi Adam as ke muka bumi hingga kejadian di padang mahsyar yang telah diwartakan Nabi Muhammad Saw dimana manusia berebut mencari syafaat serta tawassul kepada Nabi-nabi terdahulu sampai akhirnya mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad Saw.

Pada bab pertama penulis berhasil menjawab sekelumit pertanyaan terkait siapakah nama pengarang shalawat nariyah? biografi pengarang, sejarah munculnya, serta perbedaan redaksi shalawat tersebut.

Bab kedua pembaca disuguhi berbagai wirid, ijazah, sanad, doa, tartib fatihah, dan juga adab ketika membaca shalawat nariyah.

Bab ketiga penjelasan mengenai redaksi yang terdapat pada shalawat tersebut. Seperti makna tanhallu bihi al-‘uqad, tanfarij bihi al-kurab dan yang lainnya berdasarkan hadis-hadis Rasulullah Saw, diperkaya dengan penjelasan dari para ulama.

Bab keempat, paparan pendapat para ustadz yang kontra terhadap tawassul dengan berbagai alasan yang mendasari penolakan mereka terhadap tawassul dan shalawat nariyah. Diantaranya karena bukan shalawat yang warid dari Nabi Muhammad Saw, pengarangnya yang belum diketahui, serta jumlah bacaan para pengamalnya. Polemik yang ditanyakan tersebut kemudian akan terjawab dengan lugas pada bagian kelima dalam buku ini.

Baca Juga:   Mengenal Karakter Ibadurrahman (Hamba Yang Maha Pengasih) (1)

Bab keenam dan ketujuh, penulis mengumpulkan ragam model tawassulnya para ulama. Baik dalam maupun luar negeri. Baik syaikh Abdus Samad al-Palembangi maupun Ustadz Abdul Shomad, Lc. MA. (UAS).

Bab kedelapan mengenai khasiat, kisah dan kesan mengamalkan shalawat nariyah. Kisahnya Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari medapatkan segudang ilmu, cerita mendapat penghargaan kerajaan, sembuh dari penyakit, hingga pengalaman lancar rezeki dan jodoh.

Bab terakhir, penulis menyajikan foto-foto dan manuskrip. Semisal manuskrip, kota kelahiran pengarang, makam pengarang, ijazah, serta manuskrip lainnya.

Secara garis besar buku ini berhasil menjawab keresahan masyarakat yang telah mengamalkan shalawat nariyah sedari kecil. Sekaligus menepis mereka yang ragu untuk mengamalkannya karena hasutan para ustadz yang gampang membid’ahkan shalawat tersebut.

“Semoga buku ini menjawab keresahan umat yang ragu mengamalkan shalawat nariyah. Membungkam orang-orang yang latah membid’ahkan shalawat nariyah. Menjadi amal jariyah bagi penulisnya.” Tutur Ustadz Abdul Somad, Lc. MA. dalam sambutannya.

Identitas Buku

Judul: Shalawat Nariyah, Sejarah dan Khasiatnya

Penulis: Dr. H. Alvian Iqbal Zahasfan, S.S.I., Lc., MA.

Penerbit: IMTIYAZ

Cetakan: Pertama, Desember 2020

Tebal: xxxii + 396 halaman; 15 x 23 cm

ISBN: 978-602-5779-45-9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.