Siapakah Sosok Ibn Juraij?

Majalahnabawi.com – Abd al-Malik bin Abd al-Aziz, atau yang lebih dikenal dengan Ibn Juraij. Beliau lahir pada tahun 80H/767M dan merupakan guru dari guru Imam al-Bukhari. Termasuk salah satu ahli fiqih, muhaddits, dan tsiqah. Beliau memiliki banyak guru yang terkenal yang meriwayatkan hadis kepadanya.

Ibnu Juraij dalam Sahih Bukhari

Imam Al-Bukhari mencantumkan nama Ibnu Juraij dalam kitabnya sebanyak 200 kali pada bab-bab yang berbeda. Terdapat sanad yang sama dari al-Bukhari sampai Ibnu Juraij tetapi kebanyakan berbeda dari Ibnu Juraij sampai akhir sanad. Contoh: “dari Ishaq bin Ibrahim, dari Abd al-Razzaq dari Ibnu Juraij.” Terdapat 5 riwayat yang memiliki sanad yang sama seperti itu dari al-Bukhari. Tapi terdapat 2 sanad yang hanya memiliki sanad sama dari Ibnu Juraij yaitu:”dari Ibnu Juraij dari Atha’ dari Jabir ibn Abd Allah radhiyallahu ‘anhu.” Sementara 3 sanad yang lain terdapat sanad yang berbeda karena beliau memiliki banyak guru yang Ibnu Juraij riwayatkan dari beliau.

Pendapat Ulama tentang Sosok Ibnu Juraij

Dalam kitab Siyar A’laam al-Nubalaa, bahwa Ibnu Juraij merupakan pengarang kitab pertama yang bernama tafsir Ibnu Juraij. Beliau juga memiliki kedekatan dengan Atha’ bin Rabah, tabi’in terkenal akan kemahirannya dalam ilmu fiqh, hadis dan tafsir. Terdapat kisah bahwa Ibnu Juraij belajar kepada Atha’ selama 17 tahun. Meskipun begitu, beliau juga berguru kepada ulama-ulama yang lain seperti: Hisyam bin ‘Urwah, Ibnu Syihab Al-Zuhri, Nafi’, dan lainnya. Bahkan, Abu al-Hajjaj Jamal al-Diin Yusuf al-Mazyi dalam kitabnya Tahdzib al-Kamal mengatakan bahwa guru dari Ibu Juarij mencapai lebih dari 50 guru. Berikut tanggapan ulama tentang Ibnu Juraij: Dalam kitab Tadzhib al-Thadzib Imam Ahmad bin Hanbal berkata “Ibnu Juraij merupakan orang yang tsiqah, kuat hafalannya, dan beliau hanya meriwayatkan hadis yang beliau yakini kesahihannya.” Dan Abu Hasan al-Maimuni berkata “Saya mendengar Abu Abdillah selalu mengatakan bahwa Ibnu Juraij bagaikan bejana ilmu.” Dan Abd al-Razzaq berkata “Aku tidak pernah melihat orang yang paling bagus sholatnya kecuali Ibnu Juraij.” Dan masih banyak lagi pendapat ulama tentang keistimewaan Ibnu Juraij. Walaupun adapula ulama seperti Ibnu Hajar dan al-Dzahabi berpendapat bahwa Ibnu Juraij adalah seorang mudallis dan mursil (pembuat hadis mursal).

Beliau wafat pada tahun 150 H berdasarkan pendapat Abu Nu’aim. Sementara ‘Ali al-Madiini  berpendapat bahwa Ibnu Juraij wafat pada tahun 151 H saat beliau berusia 70 tahun.  

Similar Posts