ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Surat Ar-Ra’d (13) Ayat 28)

Apa yang sampean lakukan sekarang ini, adalah pencampuradukkan antara ajaran Islam yang sudah sampean yakini kebenarannya dengan ajaran kebatinan yang belum tentu benar. Pencampuran antara yang benar dengan yang tidak benar, hasilnya adalah tidak benar.

Kami menyarankan kepada sampean untuk mempelajari ilmu tashawuf dalam Islam melalui guru tashawuf. Jangan hanya mengandalkan membaca buku. Sebab apabila terjadi kesalahan dalam memahami teks-teks buku, maka tidak ada yang membetulkan sampean. Berkonsultasilah dengan ulama yang menjalankan pola hidup sederhana dan tidak berorientasi duniawi.

Demikian mempelajari ilmu tashawuf, sampean akan tetap memperoleh ketenangan batin dengan cara yang benar, tanpa mencampuradukkan antara yang benar dengan yang tidak benar, atau minimal dengan belum jelas kebenarannya.

(Sumber: Buku Fatwa Imam Besar Masjid Istiqlal)

 

Baja Juga  Mengamalkan Hadis Dhaif dan Palsu