Artikel Utama, Hadis

Sisi Lain Huruf “Ba” dalam Hadis

Penulis: zulyatul amri · 1 min read

Majalahnabawi.com – Kalimat menjadi suatu untaian kata yang dapat dipahami ketika ia mengandung pengertian lengkap. Pengertian lengkap tersebut biasanya jika terdiri dari subjek dan prediket. Oleh karena itu kalimat bisa dibentuk  minimal dua kata atau lebih.

Dalam bahasa Arab, kalimat (الكلام ) merupakan susunan kata yang berfaedah atau dapat dipahami lalu diucapkan secara sadar. Lazimnya ia terbagi kepada tiga yaitu isim (kata benda), fi’il (kata kerja) dan harf (huruf). Lalu kalimat bisa terbentuk dengan susunan isim dan fi’il yang disebut jumlah fi’liyyah atau isim dan isim yang disebut jumlah ismiyyah.

Isim dan fi’il memiliki ciri khasnya sendiri sehingga bisa diketahui saat menggunakannya dalam kalimat. Sedangkan huruf tidak memiliki ciri khas tertentu. Maka untuk mengetahuinya kita cukup memperhatikan katiadaan ciri khas isim atau fi’il pada dirinya.

Macam-Macam Huruf dan Fungsinya

Huruf pun, umumnya tidak bisa berdiri sendiri. Dia hanya akan bermakna dan memberikan makna jika disandingkan dengan isim atau fi’il. Huruf-huruf yang akan disandingkan dengan isim atau fi’il tersebut sudah ada ketentuannya.

Di antara beberapa macam huruf yaitu huruf jar: مِنْ، إِلَى، عَنْ، عَلَى، فِيْ، رُبَّ، الْبَاءُ، الْكَافُ، اللَّامُ, huruf qasam (sumpah): الْوَاوُ، الْبَاءُ، الْتَّاءُ, huruf jazam: لَمْ، لَمَّا، أَلَمْ، أَلَمَّا،، لَامُ الْأَمْرِ، لَامُ الدُّعَاءِ، إِنْ، مَا، مَنْ، مَهْمَا، إِذْمَا، أَيٌّ، مَتَي، أَيْنَ، أَيَّانَ، حَيْثُمَا، كَيْفَمَا, huruf nashab: أَنْ، لَنْ، إِذَنْ، كَيْ، حَتَّى، لَامُ الْجُهُوْدِ. Huruf yang bersanding dengan isim biasanya adalah huruf jar, huruf qasam dan huruf lainnya. Sementara itu huruf yang bersanding dengan fi’il adalah huruf jazam, huruf nashab dan lainnya.

Hal yang menarik adalah fakta bahwa hurufba” tidak hanya merupakan huruf jar, tetapi juga huruf qasam (sumpah). Untuk mengetahui perbedaannya bisa dilihat dari pemakaian huruf dalam suatu kalimat. Namun, ditemukan lagi dalam suatu hadis pemakaian huruf ba yang bukan merupakan huruf jar dan sekilas terlihat seperti huruf qasam, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh Zubair radhiyallahu ‘anhu dalam Sunan al-Tirmidzi:

عَنِ الزُّبَيْرِ، قَالَ: جَمَعَ لِيْ رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَوَيْهِ يَوْمَ قُرَيْظَةَ فَقَالَ: بِأَبِيْ وَأُمِّيْ

Baca Juga:   Menilik Hadis dari Sudut Pandang Geografis

Dari Zubair radhiyallahu ‘anhu, ia berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengumpulkan kedua orangtuanya untukku pada hari Quraizhoh, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Bapak dan ibuku sebagai tebusanmu“.

Makna Huruf Ba dalam Hadis Tersebut

Huruf “ba” pada hadis tersebut adalah huruf jar namun fungsinya bukan qasam (sumpah), melainkan “Lil fida‘ (tebusan)” yang memiliki makna takzim penghormatan. Sebagaimana yang dijelaskan oleh imam al-Ibaad dalam Syarh Abi Daud. Hal ini diperkuat lagi dengan hadis dari sayidina Ali radhiyallahu ‘anhu dalam Sunan Ibn Majah, yaitu:

عَنْ عَلِيٍّ قَالَ: مَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَمَعَ أَبَوَيْهِ لِأَحَدٍ غَيْرِ سَعْدِ بْنِ مَالِكٍ، فَإِنَّهُ قَالَ لَهُ، يَوْمَ أُحُدٍ: (اِرْمِ سَعْدُ! فِدَاكَ أَبِيْ وَأُمِّيْ)

Dari Ali radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Aku tidak melihat Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengumpulkan kedua orangtuanya untuk seseorang selain Sa’ad ibn Malik. Pada perang Uhud beliau bersabda kepadanya, “Lemparlah wahai Sa’ad! Ayah Ibuku sebagai tebusanmu“.

Dalam hadis tersebut, جمع لي  (mengumpulkan bagiku) maksudnya adalah بأبي وأمي  yang berarti أنت مفدى بهما  (kedua orangtuaku menjadi tebusan untukmu). Ini adalah bentuk penghormatan serta pemuliaan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Oleh karena itu huruf “ba” di sini dinamakan ba jar yang berfungsi untuk fida’ (tebusan) bukan qasam (sumpah)”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.