Amaliyah, Artikel Utama

Dampak Psikologis Ibadah

Penulis: Alifuddin Shofwan · 1 min read

Majalahnabawi.com – Segala ibadah yang Allah perintahkan kepada kita pasti memiliki manfaat, baik secara fisik ataupun secara psikologis. Mulai dari zikir, wudhu, shalat, puasa, zakat sampai haji. Selain diberi pahala, di dalamnya pasti terdapat dampak positif bagi kita. Karena tidak mungkin Allah memerintahkan sesuatu tanpa adanya manfaat bagi manusia.

Dampak Psikologis Wudhu

Dalam berwudhu, kita minimal melakukannya setiap ingin mendirikan shalat. Contohnya ketika ingin shalat Shubuh. Saat kita bangun tidur, kesadaran kita saat itu masih belum sempurna dan rasa kantuk pun masih terasa. Maka dengan berwudhu kesadaran kita bertambah dan menjadi sempurna hingga kita bisa memulai hari baru dengan penuh semangat. Jadi, wudhu memiliki dampak menyegarkan badan kita dan mengembalikan semangat kita.

Dampak Psikologis Shalat

Shalat merupakan ibadah yang paling utama daripada ibadah yang lainnya. Allah Ta’ala memerintahkan shalat lima kali sehari dari pagi sampai malam hari. Allah Ta’ala memerintahkan kita dengan kata “الإقامة” yang memiliki makna menjalankan shalat dengan memenuhi segala syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir maupun yang batin.

Dampak psikologis dari mendirikan shalat adalah pikiran kita menjadi rileks karena dalam shalat kita dianjurkan untuk memfokuskan pikiran kita layaknya bermeditasi. Lalu juga Allah memerintahkan kita untuk shalat berjamaah yang memiliki manfaat mencegah dari sikap mementingkan diri sendiri/egois yang berdampak buruk pada psikologis manusia.

Dampak Psikologis Zakat

Zakat merupakan ibadah yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat. Kita diwajibkan setiap tahunnya untuk memberikan sebagian kecil harta kita untuk orang yang membutuhkan seperti orang miskin, mualaf, orang yang terikat hutang dan lainnya yang memiliki manfaat untuk mempererat tali persaudaraan kita sesama muslim.

Baca Juga:   Hukum ghibah ketika berpuasa

Zakat juga memiliki dampak positif untuk menghilangkan sikap bakhil, mementingkan diri sendiri, dan egoisme. Zakat pula berdampak kepada kematangan diri dan kebahagiaan hidup. Sebagaimana firman Allah:

مَنۡ أَعۡطَىٰ وَٱتَّقَىٰ (٥) وَصَدَّقَ بِٱلۡحُسۡنَىٰ (٦) فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلۡيُسۡرَىٰ (٧) [الليل: 5-7]

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”.

Dampak Psikologis Puasa

Banyak sekali manfaat yang kita dapat dari berpuasa, khususnya dalam aspek psikologis. Di antaranya dengan berpuasa, kita bisa mempererat hubungan persaudaraan dan keluarga. Karena biasanya di bulan puasa, kita sering melakukan sahur atau berbuka bersama sanak keluarga yang di mana momen ini jarang kita lakukan di bulan lainnya. Hal ini dapat meningkatkan kesehatan psikologis secara signifikan. Dengan berpuasa, tubuh kita menjadi sehat, dan tubuh sehat merupakan tanda dari jiwa yang sehat pula.

Dampak Psikologis Haji

Tidak seperti ibadah lain, ibadah haji merupakan ibadah yang diwajibkan kepada orang yang mampu saja baik secara fisik maupun secara finansial. Ibadah ini bisa dianggap ibadah yang sakral dikarenakan ibadah ini bukan hanya dilakukan di waktu tertentu, bahkan di tempat tertentu yaitu Baitullah.

Ibadah haji adalah ibadah spiritual dan psikologial, yang di mana pelaku haji akan merasakan atmosfer spiritual ketika mereka berada di rumah Tuhan alam semesta. Dampak psikologisnya adalah jiwa kita merasa tenang ketika kita berada di dekat Baitullah, menjadikan pelaku haji bersikap zuhud dalam perkara dunia dan semangat dalam memperbanyak amal akhirat, menaikkan derajat pelaku haji sampai derajat kebahagiaan dan ridha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.