Amaliyah, Artikel Utama

Allah Pasti Mengijabah Doa Hamba

Faiz Aidin Written by Faiz Aidin · 2 min read

majalahnabawi.comAllah mengabulkan doa hamba-Nya sesuai kemauan-Nya, bukan sesuai kemauan hamba, dan sesuai waktu yang tepat menurut-Nya.

Pada suatu hari, ada dua orang sedang berbincang setelah selesai shalat Ashar dan berdoa di suatu masjid.
Sebut saja namanya Imen dan imin. Imin ini seorang alumni SMK. Sedangkan Imen alumni pesantren.

Imen bertanya kepada Imin: Saya sudah berdoa mulu, tapi kok belum dikabul-kabul ya? Benar tidak sih Allah bakal ngabulin doa kita?

Imen menjawab: Allah mengabulkan doa hamba-Nya sesuai kemauan-Nya, bukan sesuai kemauan hamba. Dia mengabulkan sesuai dengan sesuatu yang menurut-Nya baik dan tepat, bukan sesuai ekspetasi hamba. Dia Maha Berkehendak dan Maha Kuasa.

Imin menanggapi jawaban Imen: Oh begitu, iya-iya saya paham. Kamu menjawab begitu apakah ada dalilnya? Dalil tentang Allah pasti mengabulkan doa hamba.

Dalil Doa Pasti Diijabah

Imen menjawab: Ya ada, dalam al-Quran surah Ghafir ayat 60 dan surah al-Baqarah ayat 186

وَقَالَ رَبُّکُمُ ادْعُوْنِيْ أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, pasti aku akan mengijabah doamu.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَإِنِِّيْ قَرِیْبٌ، أُجِیْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ، فَلْیَسْتَجِیْبُوْا لِيْ وَلْیُؤْمِنُوْا بِيْ لَعََلَّهُمْ یَرْشُدُوْنَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.

Imin bertanya lagi: Jika kita tidak berdoa kepada Allah, apakah Dia akan marah? Jika kita memohon terus terusan kepada Allah, apakah Dia akan marah dan bosan?

Imen pun menjawab: Allah bakal marah dan murka dengan cara menjauhi rahmat-Nya kepada hamba yang tidak mau berdoa. Allah tidak pernah bosan dan marah jika hamba selalu memohon dan berdoa kepada-Nya.

Baca Juga:   Mendoakan Orang Kafir

Allah Marah Jika Hamba Tidak Berdoa

Imin masih penasaran, lalu bertanya lagi: Alasannya kenapa Allah marah jika kita tidak berdoa? Dalilnya apa? Apakah Allah butuh kepada doa kita? Berdoa itu menandakan apa sih dari diri kita ke Allah?

Imen menjawab dengan santai karena dia sudah hafal beberapa ayat dan hadis tentang doa: Allah bakal marah kepada hamba yang tidak berdoa karena menandakan kesombongan hamba itu terhadap Sang Maha Pencipta dan Maha Kuasa. Hamba kan lemah, nah dengan berdoa menandakan kelemahan kita dan menyerahkan urusan kita kepada Allah Sang Maha Kuasa. Wong para Nabi aja senantiasa berdoa, ilokan kita orang bisa tidak mau berdoa. Dalilnya adalah sabda Nabi:

عَنْ أَبِيْ هُرَیْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّی اللّٰهُ عَلَیْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ لَمْ یَسْأَلِ اللّٰهَ یَغْضَبْ عَلَیْهِ. (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَأَْحْمَدُ)

Riwayat dari Abi Hurairah berkata, Rasulullah Saw bersabda: Siapa orang yang tidak memohon kepada Allah, maka Dia akan marah kepadanya. (HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Imin berkata lagi: Saya ingin bertanya lagi nih terakhir. Apa saja bentuk diijabah/direalisasikannya doa?

Bentuk Realisasi Diijabahnya Doa

Imen menjawab: Ada tiga bentuk diijabahnya doa, yaitu;

1. Diberikan sesuai dengan yang kita mohon, tapi waktunya sesuai dengan waktu yang menurut Allah tepat dan pantas untuk kita.

2. Diberikan sesuatu yang lebih baik untuk kita, tapi bukan dengan sesuatu yang kita minta. Misalkan, kamu berdoa agar diberikan mobil. Lalu dalam perjalanan naek motor, kamu keserempet. Alhamdulillah kamu tidak apa-apa. Nah itu terselamatkannya kamu dari keserempet tidak apa-apa itu bentuk ijabah lain dari doamu tadi.

Baca Juga:   Bolehkah Membaca Al-Quran dengan Tempo Cepat Agar Cepat Khatam?

3. Ijabahnya nanti di akhirat sebagai tabungan kita.

Dalil dari penjelasan di atas adalah sabda Nabi:

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّی اللّٰهُ عَلَیْهِ وَسَلَّمَ یَقُوْلُ: مَا مِنْ أَحَدٍ یَدْعُوْ بِدُعَاءٍ إِلَّا أٰتَاهُ اللّٰهُ مَا سَأَلَ أَوْ کَفَّ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِثْلَهُ مَا لَمْ یَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِیْعَةِ رَحِمٍ. (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَحْمَدُ)

Riwayat dari Jabir r.a berkata, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: Seseorang yang berdoa kepada Allah, pasti Allah berikan apa yang diminta atau Dia cegah dari keburukan semisalnya, selama dia tidak berdoa tentang dosa (keburukan) atau memutuskan silaturahim. (HR. al-Tirmidzi dan Ahmad)

Imin berkata menyampaikan terimakasihnya: Terimakasih banyak nih atas pencerahannya, mantap bangat dah penjelasannya. Saya jadi ingin lebih rajin ngaji.

Imen menanggapi: Yowis sama-sama. Pesen tarakhir saya, terus ngaji sampai mati, amalkan ilmu yang didapat dan terus ibadah jangan pernah bosan, dan jadikan ibadah sebagai kebutuhan bukan hanya kewajiban.

Written by Faiz Aidin
Dilahirkan tanggal 25 Juni 2000 di Jakarta Barat, anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan H. Muharifin dan Hj. Nurhayati, bertempat tinggal di jalan raya Kembangan, Kembangan Utara Rt 09/02 No. 83 Gang H. Naim, Kembangan, Jakarta Barat. Mahasantri Darus-Sunnah angkatan Auliya dan mahasiswa PAI FITK UIN Jakarta. Profile

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.