Amaliyah, Artikel Utama, Hadis

Hikmah di balik Adanya Anjuran Berkumur-kumur Setelah Minum Susu

Penulis: Admin · 1 min read

Majalahnabawi.comAnjuran kumur-kumur setelah minum susu saat hendak melaksanakan salat misalnya, agar sempurna salat dan syarat sahnya adalah salah satunya tidak ada rasa atau bekas makanan yang menyangkut dalam tenggorokan atau lidah yang mana dapat mengganggu kekhusyu’an salat.

Teman-teman semuanya yang di manapun berada dan bagaimanapun keadaannya, semoga selalu dalam lindungan dan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala. Pada tulisan kali ini, kami ingin mengajak teman-teman semua untuk sama-sama mereguk hikmah yang telah banyak dihadapkan pada diri kita contohnya adalah Hadis yang berbunyi:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ اَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم شَرِبَ لَبَنًا، ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَتَمَضْمَضَ، ثُمَّ قَالَ (إِنَّ لَهُ دَسَمًا)

Artinya: Bahwasannya Rasulullah Saw minum susu, kemudian mengambil air untuk berkumur-kumur, kemudian beliau bersabda: (sesungguhnya susu itu mengandung lemak).

Pada hadis di atas telah ditemukan anjuran untuk berkumur-kumur setelah minum susu. Mengapa dan apakah dampak yang dipengaruhi oleh susu jika kita tidak berkumur?

Islam Memperhatikan Kebersihan dan Kesehatan

Islam selalu memperhatikan segala sesuatu bahkan hal sekecil apapun itu yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Contohnya ketika salah seorang bangun dari tidurnya maka diperintahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke bejana. Masuk akal di sini, karena di malam hari dalam keadaan tidur kita tidak tahu ke mana tangan kita berjelajah. Jikalau tidak ada anjuran untuk mencuci terlebih dahulu maka tatkala kita langsung bertemu dengan air yang berasal dari cidukan tangan kita di mana malamnya memegang sesuatu yang kotor seperti farji (kemaluan) atau tangan kita yang terkena pipis kucing pada malam itu, maka sangatlah menjijikan jika kita tidak mencuci tangan terlebih dahulu.

Baca Juga:   Penolakan Khabar Ahad

Begitu juga dengan anjuran kumur-kumur setelah minum susu saat hendak melaksanakan salat misalnya, agar sempurna salat dan syarat sahnya adalah salah satunya tidak ada rasa atau bekas makanan yang menyangkut dalam tenggorokan atau lidah yang mana dapat mengganggu kekhusyu’an salat. Dari segi kesehatan, di mana ketika seseorang beranjak pergi ke kasur untuk tidur dan ia tidak berkumur dahulu setelah minum susu maka akan mempengaruhi kesehatan gigi dan gusi:

وَذٰلِكَ الْحَدِيْثُ بَيَانٌ لِعِلَّةِ الْمَضْمَضَةِ مِنَ اللَّبَنِ فَيَدُلُّ عَلَى اسْتِحْبَابِهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ دَسَمٍ وَسَيُسْتَنْبَطُ مِنْهُ اسْتِحْبَابُ غَسْلِ الْيَدَيْنِ لِلتَّطْبِيْقِ

Syaikh al-Makdisi pun menuturkan bahwa dokter-dokter klasik merekomendasikan setelah minum susu sebaiknya berkumur dengan madu untuk melindungi gusi dari kerusakan. Sangat beralasan bila dianjurkan berkumur sesudah mengkonsumsi sesuatu yang berlemak karena Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menjadikan lemak itu sebagai illat/alasan mengapa perlu berkumur.¹
_______
¹ bincangsyariah.com

Admin
Media Keilmuan dan Keislaman Profile

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.