Amaliyah, Artikel Utama

Kemuliaan Bulan Ramadhan

majalahnabawi.com – Tak terasa esok hari insya Allah akan memasuki bulan Ramadhan, diwajibkan di dalamnya untuk berpuasa sebulan penuh dari terbit matahari hingga terbenam matahari. Kewajiban ini sebagaimana firman Allah Swt dalam surat al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi:

يَٰٓا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.

Bahkan sangat pentingnya puasa Ramadhan, puasa Ramadhan dijadikan sebagai salah satu rukun Islam sebagaimana sabda Nabi Saw dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang berbunyi:

إِنَّ الْإِسْلَامَ بُنِيَ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ

Artinya: Sesungguhnya Islam didirikan di atas lima dasar: Persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah.

Bukti-bukti di atas yang terdapat dalam al-Quran dan Hadis cukuplah membuat kita mengerti bahwa betapa penting dan mulianya berpuasa di bulan Ramadhan. Maka apabila ada orang yang tidak mengerjakan puasa pada bulan Ramadhan, bolehlah bagi kita menyebutnya sebagai Islam KTP.

Kemuliaan Bulan Suci

Pada bulan inilah kita diperintah untuk memanfaatkannya dengan cara melakukan banyak amal saleh di dalamnya. Lalu mengapa kita dianjurkan untuk memperbanyak melakukan berbagai amalam saleh? Hal ini tentu saja disebabkan oleh kemuliaan bulan Ramadhan itu sendiri. Lalu apa saja kemuliaan-kemuliaan tersebut?

Terdapat suatu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya yang berbunyi:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ، قَالَ: لَمَّا حَضَرَ رَمَضَانُ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ، وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ، فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا، فَقَدْ حُرِمَ “

Artinya: Dari Abu Hurairah berkata; Ketika Ramadhan tiba, Rasulullah Saw bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah, di dalamnya Allah mewajibkan kalian berpuasa, di dalamnya pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan Ramadhan ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, dan orang yang tidak mendapati malam itu maka ia telah kehilangan pahala seribu bulan.”

Baca Juga:   Bolehkah Ghibah Saat Sedang Berpuasa?

Berdasarkan redaksi hadis di atas, kita dapat menemukan beberapa kemuliaan bulan Ramadhan yang antara lain sebagai berikut:

Pertama, Bulan Yang Penuh Keberkahan

Kata berkah sendiri sudah barang pasti sering kita dengar di kehidupan kita. Banyak makna yang terkandung dalam kata berkah, salah satunya adalah “al-ziyadah fi al-khair” yakni bertambahnya kebaikan.

Seperti yang kita alami, bulan Ramadhan memang merupakan bulan yang membawa banyak kebaikan. Di dalamnya masyarakat berbondong-bondong meramaikan masjid, mengadakan berbagai macam kegiatan buka puasa bersama, mengadakan berbagai macam majelis ilmu dan zikir, dan lain sebagainya.

Namun hal ini tidak berpengaruh atas amal-amal akhirat belaka, melainkan berpengaruh juga terhadap hal-hal yang bersifat dunia, seperti ramainya pasar oleh pedagang-pedagang makanan saat menjelang berbuka, adanya THR bagi karyawan, dan lain sebagainya. Hal ini merupakan bukti bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh keberkahan.

Kedua, Kewajiban Berpuasa

Hal ini selaras dengan ayat yang sudah disebutkan di atas yakni pada surat al-Baqarah ayat 183 di atas dan dalam ayat 185 yang berbunyi:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيٓ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَاالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ…

Artinya: Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, siapa orang di antara kamu menyaksikan bulan hilal itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu…

Ketiga, Dibukanya Pintu Surga

Keempat, Ditutupnya Pintu Neraka

Kedua hal ini penulis kira tidak dapat dipisahkan penjelasannya, mengutip pendapat Imam Ibnu Abd al-Barr dalam kitabnya al-Tamhid, beliau menakwil berkenaan dengan redaksi hadis di atas adalah bahwa Allah mengampuni kesalahan-kesalahan orang yang berpuasa dan dilipatgandakannya segala kebaikan sehingga terbukalah pintu surga dan oleh karena itu juga maka tertutuplah pintu neraka. (Imam Ibnu Abd al-Barr, al-Tamhid fi al-Muwaththa’ min al-Ma’ani wa al-Asanid, Maroko: Kementrian Wakaf dan Urusan Islam, 1967, jilid 16, halaman 154)

Baca Juga:   ‘Imron bin Hitthon, Muhaddits dan Sastrawannya Kaum Khawarij

Kelima, Dibelenggunya Setan

Hal ini juga sejalan dengan sabda Nabi Saw dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahihnya yang berbunyi:

إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِيْنُ

Artinya: “Apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu langit dibuka sedangkan pintu-pintu Jahanam ditutup dan setan-setan dibelenggu“.

Keenam, Terdapat Lailatul Qadar

Hal ini dapat diketahui dengan beberapa dalil, salah satunya sabda Nabi Saw yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahihnya yang berbunyi:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ، مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: “Carilah Lailatul Qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam terakhir dari Ramadhan“.

Dalam hadis ini, Nabi Saw menganjurkan kita agar mencari Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Adapun caranya dengan memaksimalkan ibadah di hari-hari tersebut, seperti memperbanyak membaca al-Quran, beri’tikaf di masjid, dan amal-amal ibadah lainnya.

Tentu saja memperbanyak amalan ibadah tidak dikhususkan di bulan Ramadhan saja, namun di bulan lainnya kita juga harus tetap memupuk dan menumbuhkan semangat dalam beribadah.

Kemuliaan bulan Ramadan tidak dibatasi dengan apa yang disebutkan di sini, karena banyak sekali dalil lain yang dapat diambil dari al-Quran, Hadis, maupun perkataan ulama yang membahas keutamaan bulan Ramadhan yang tidak memungkinkan penulis untuk menuliskannya di sini karena terbatasnya ruang dan waktu.

Semoga kita semua diberikan umur yang panjang oleh Allah Swt serta kesehatan sehingga kita dapat bertemu dengan bulan Ramadan yang penuh keutamaan dan dapat mengisinya dengan berbagai amalan saleh. Aamiiin

Tulisan ini sudah dipost di https://banten.nu.or.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.