opini

Maktabah Syamilah dan Komputerisasi Hadis Nabi

Penulis: luxman saidun firdaus · 1 min read

Majalahnabawi.com Kegiatan komputerisasi ini telah mampu mempropagandakan banyak kelimuan, khususnya dalam bidang hadis dan ilmu hadis.

Kehadiran perangkat baru sangat mengubah wajah keilmuan dunia, seperti kehadirannya komputer sendiri telah membawa banyak perubahan.

Semulanya sebelum kehadiran teknologi canggih semua pekerjaan dilakukan dengan memakan banyak waktu. Saat komputer hadir dan dimanfaatkan banyak orang, maka saat itu semua pekerjaan dilakukan secara praktis dan cepat.

Pada semester akhir di Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah, baik bagi mahasantri atau santri setingkat Tsanawiyah atau Aliyah itu akan berhadapan dengan takhrij sebagai syarat lulus dan ujian akhir. Bagi mahasantri akan mendapatkan gelar LC, pun bagi santri akan mendapatkan gelar LC namun beda arti. Bagi mahasantri LC singkatan Lecturer Certificate bagi santri singkatan Lulusan ciputat.

Tugas akhir itu memaksa kita untuk mencari para perawi, pengarang kitab, baik tanggal wafatnya atau tanggal kelahirannya, yang mana kita tidak hidup semasa dengan mereka semua itu. Bagaimana kita ingin mencari tahu ihwal mereka? toh kenal saja tidak.

Dalam literatur Islam kita mempunyai kitab yang bernama Siyar A’lam al-Nubala yang ditulis oleh imam al-Dzahabi. Nah jika ingin mengetahui ihwal para ulama dahulu, bisa melihat kitab tersebut, sungguh sangat memakan banyak waktu jika mencarinya secara normal dan butuh kesabaran yang amat luas jika mencari dengan menggunakan metode itu.

Perangkat komputer akhirnya menyentuh juga ke hadis-hadis nabi. Tentu jasa komputer saat ini sangat dimanfaatkan oleh kalangan pelajar dalam mencari nama surat dalam al-Quran, nama ulama, nama kitab, tanggal wafatnya. Tanpa menggunakan kitab-kitab langsung dan mencarinya satu persatu, seeorang mudah mendapatkan informasi tentang ayat Quran atau hadis nabi melalui perangkat komputer, salah satunya Maktabah Syamilah yang menyediakan beribu-ribu kitab dan hadis nabi yang dicarinya.

Baca Juga:   Saleh dalam Dunia Digital

kegiatan komputerisasi ini telah mampu mempropagandakan banyak kelimuan, khususnya dalam ilmu hadis. Insya Allah pengkajian hadis nabi kedepannya akan sangat mudah dan lebih praktis. Semoga kita akan tetap selalu menjaga tradisi kita walau pengkajian hadis nabi sudah bisa diakses dengan mudah sedemikian rupa, Aamiin.

luxman saidun firdaus
Santri madaris madrasah Darus-Sunnah Profile

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.