Bedah Buku, ilmu hadis, Tokoh

Overview Kitab Mushannaf Abd al-Razzaq & Mushannaf Ibn Abi Syaibah

Majalahnabawi.comSalah satu kodifikasi masyhur pada tahun itu adalah kitab Mushannaf. Kitab ini merupakan klasifikasi kategori kitab-kitab hadis dengan ketentuan yang jelas berbeda.

Kodifikasi hadis di tahun 4 hijriah cukup menyenangkan untuk diriset, banyak kemenarikan dan pembaharuan baru dibanding dengan tahun sebelumnya, seakan tak ada hentinya para ulama berlomba untuk meriset, menginovasi dan menyalurkan khazanah-khazanah baru seputar kodifikasi hadis setiap tahunnya.

Salah satu kodifikasi masyhur pada tahun itu adalah kitab Mushannaf. Kitab ini merupakan klasifikasi kategori kitab-kitab hadis dengan ketentuan yang jelas berbeda. Mushannaf merupakan kitab hadis yang yang berisikan hadis marfu’, mauquf dan maqthu’ saja.

Ada dua kitab Mushannaf yang ditulis pada tahun tersebut, yaitu Mushannaf Abd al-Razzaq dan Mushannaf Ibn Abi Syaibah.

Mushannaf Abd al-Razzaq

Abd al-Razzaq bin Hamam bin Nafi’ al-Humairi merupakan author dari Mushannaf Abd al-Razzaq, beliau memiliki kunyah Abu Bakr sebagaimana keterangan dalam kitab Tarikh Ibn Ma’in dari riwayat al-Duri Juz 3 hal. 107, al-Razzaq selain ahli hadis, ia juga seorang mufassir yang hidup di zaman Daulah Abbasiyah berkuasa, ia dilahirkan tahun 744 M dan wafat pada 826 M.

Salah satu metodenya dalam karya Mushannaf tersebut, ia sering meng‘athofkan (baca: menghubungkan) penyebutan nama gurunya jika dalam sanad wahid, kitab ini pun memiliki 5 ta’liq-an, 6 penelitian, 2 syarh, 1 hasyiyah, 1 mukhtashar.

Hingga tulisan ini dimuat, masih sangat dipastikan banyak grade kitab dari Mushannaf Abd al-Razzaq yang belum terdata, terlebih kitab ini sangat begitu populer di zamannya.

Dalam bentuk hard file, kitab ini bisa didapatkan di beberapa toko kitab besar di Indonesia, untuk terbitan Dar al-Kutub al-Ilmiyah Beirut, kitab ini dicetak dengan jumlah 12 jilid, untuk bentuk soft file bisa diunduh salah satunya di situs waqfeya.com.

Baca Juga:   Bagaimana Kedudukan Hadis dalam Islam?

Mushannaf Ibn Abi Syaibah

Yang kedua Mushannaf Ibn Abi Syaibah, author-nya adalah Abu Bakr Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah Ibrahim bin Utsman bin Khuwasti al Abbasi, beliau dijuluki Sayyid al-Huffazh karena kepakarannya dalam bidang ilmu hadis juga beliau salah satu masterpiecenya mazhab Ahlu Sunnah Waljamaah. al-Hafizh Ibnu Katsir berkata, “Ibnu Syaibah adalah pemilik Mushannaf yang belum ada seorang pun menyusun yang semisalnya, baik sebelum dan sesudahnya.”

Penyifatan (ungkapan pujian) ini yang berasal dari Ibnu Katsir menjelaskan kepada kita betapa berharga dan pentingnya kitab ini, karena Ibnu Katsir yang merupakan ahli hadis dan orang yang berilmu luas, tidak mungkin mengutarakan pendapat seperti ini kecuali kepada kitab yang memang berhak mendapatkan pujian seperti itu.

Cakupan Isi Mushannaf

• Jilid pertama: mencakup mukadimah, biografi pengarang, dan buku keterangan ushul kitab, dan daftar isi kitab-kitab.

• jilid kedua: kitab thaharah dan kitab azan

• jilid ketiga: kitab shalawat (shalat-shalat), sujud tilawah, sujud sahwi dan kaifiyahnya dalam shalat.

• jilid keempat: sujud sahwi dan amalnya di dalam shalat, kitab shalat Jumat, shalat dua ied (fitri dan adha), kitab shalat tathawwu’ (sunnah) dan imamah.

• jilid kelima: kitab shalat tathawwu’ dan imamah, dan kitab puasa.

• jilid keenam: kitab puasa, kitab zakat, dan kitab jenazah.

• jilid ketujuh: kitab jenazah, kitab sumpah, nazar, dan kafarat, kitab haji.

• jilid kedelapan: kitab haji.

• jilid kesembilan: kitab haji, dan kitab nikah.

Kitab tentang Munakahat, Muamalah, dan Jinayat

• jilid kesepuluh: kitab nikah, dan kitab cerai.

• jilid kesebelas: kitab jihad, kitab berburu, kitab jual beli dan transaksi pembayaran.

• jilid keduabelas: kitab jual beli dan transaksi pembayaran.

Baca Juga:   Benarkah Nabi Melarang Penulisan Hadis?

• jilid ketigabelas: kitab jual beli dan transaksi pembayaran, kitab pengobatan, kitab minuman, kitab akikah, kitab makanan, kitab berpakaian dan perhiasan.

• jilid keempatbelas: kitab pakaian dan perhiasan, kitab adab.

• jilid kelimabelas: kitab diyat, dan kitab hudud.

• jilid keenambelas: kitab hudud, kitab contoh-contoh transaksi pembayaran Rasulullah Saw, kitab doa, dan kitab keutamaan-keutamaan al-Quran.

• jilid ketujuhbelas: kitab iman, kitab mimpi, kitab kepemimpinan, kitab wasiat, kitab warisan, dan kitab keutamaan-keutamaan.

• jilid kedelapanbelas: kitab keutamaan-keutamaan, dan kitab safar.

• jilid kesembilanbelas: kitab utusan dan kantor pemerintah, kitab sejarah, kitab surga dan neraka, kitab zuhud.

• jilid keduapuluh: kitab zuhud, kitab awail (yang pertama melakukannya), kitab bantahan atas Abu Hanifah, dan kitab peperangan.

Pembahasan tentang Perang dan Ilmu Hadis

• jilid keduapuluh satu: kitab peperangan, kitab perang Jamal.

• Jilid duapuluh dua: daftar isi ayat-ayat al-Quran, daftar isi bait-bait syair, dan daftar isi ujung-ujung hadis dan atsar.

• Jilid duapuluh tiga: daftar isi ujung-ujung hadis dan atsar.

• Jilid duapuluh empat: daftar isi ujung-ujung hadis dan atsar.

• Jilid duapuluh lima: fahros al-A’lam, al-Jama’at, al-Alqob wa al-Kunni, al-Mawathin wa al-Buldan, al-Waqoi’ wa al-Khawadits, al-Wafiyat, al-Walayat, al-Fawaid al-Haditsiyah.

Dan di setiap sebagian besar kitab-kitab yang ada, di dalamnya terdapat banyak sub-sub judul yang berkenaan tentang pembahasan tersebut.

Keunggulan kitab ini ada pada pemahaman dan pemaparannya yang banyak dari hadis-hadis, atsar-atsar dan pendapat tabi’in yang membuatnya menjadi rujukan.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwasannya kitab al-Mushonnaf ini sangatlah baik dan bagus, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ibnu Katsir ketika mengomentari buku ini, “Ibnu Syaibah adalah Pemilik Mushannaf yang belum ada seorang pun menyusun yang semisalnya, baik sebelum dan sesudahnya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.