Amaliyah

Para Pencuri Pahala Puasa

Penulis: Mifta Dwi Kardo · 3 min read

majalahnabawi.comSetidaknya ada 10 hal yang lazim membuat pahala puasa kita tercuri, akan kita iris satu persatu.

Hai para pejuang puasa -hai juga buat yang lagi tidak berpuasa- semoga masih semangat ya, terima kasih karena telah berjuang. Kemarin kurang lebih semenjak dua minggu yang lalu saya dan teman yang lain mengaji kitab Ashnaf al-Maghrurin karyanya Hujjatul Islam imam al-Ghazali (w. 511 H). Beliau mulai pembicaraanya dengan klasifikasi dikotomi ciptaan Allah, satu makhluk itu hidup dan kedua makhluk yang mati. Makhluk yang hidup, diklasifikakan lagi menjadi makhluk hidup yang dibebani dan lepas kendali, lalu yang dibebani ini kembali terjadi dikotomi yakni mukmin dan kafir, yang pada keduanya ini terjadi dikotomi lagi yakni mukmin dan kafir yang berilmu dan tidak berilmu.

Berawal dari ketidaktahuan dan ketahuan, secara sadar ataupun tidak, kita akan berada pada sikon lalai bahkan tertipu. Lebih baik jika kita mengetahuinya supaya sadar tatkala diri ini didiagnosa telah kehilangan pahala puasa alias dicuri. Utamanya di bulan yang penuh kemuliaan ini. Setidaknya ada 10 hal yang lazim membuat pahala puasa kita tercuri, akan kita iris satu persatu:

1. Televisi

Ini adalah pencuri tingkat kakap, di dalamnya terdapat banyak tontonan yang merusak puasa manusia, serta mengurangi pahala mereka seperti drama Korea, K-Pop serta teman-temannya yang nikmat dipandang dan tak jarang membuat pemirsa mencapai maqam halu tingkat tinggi, apalagi jika tontonan yang menjadi tuntunan tersebut tidak berfaedah.

Maka hendaklah kita ganti kebiasaan menonton hal yang tak berfaedah ini, agar rahmat Allah tak berubah menjadi kemurkaan.

2. Pasar

Yang kedua ini juga berpotensi besar membuat waktu serta harta terkuras tanpa tersadari, tak hanya wanita, laki-laki pun juga tak jarang memiliki kebiasaan hedonis.

Maka kita perlu memperjelas barang yang dibutuhkan, menentukan lis barang yang akan dibeli sebelum turun ke tempat yang rawan akan pencurian pahala puasa ini. Setidaknya ini usaha agar kadar pahala kita tak berkurang, oh ya jangan lupa juga berdoa serta mengingat Allah.

3. Dapur

Selain jalan raya, sepertinya tempat ini juga perlu diberikan rambu-rambu lalu dapur karena termasuk rawan akan kecelakaan, apalagi anak-anak kecil serta remaja bahkan dewasa pun bisa jadi yang tua -tapi kalau sudah tidak kuasa berpuasa boleh diganti dengan membayar fidyah-. Ini adalah kawasan yang banyak menghabiskan waktu perempuan dalam mengolah masakan serta minuman bahkan perlu adanya pengecapan dengan lidah masakan dan minuman tadi, semoga tak lewat tenggorokan yah.

Baca Juga:   Saat Puasa, Lebih Baik Kerja atau Tidur?

4. Sahur

Kalau yang ini pencuri spesialis pada waktu-waktu yang berharga, memang waktunya para pencuri berkeliaran, khususnya jika di luar rumah serta di tempat-tempat yang di mana sahur berlangsung. Pencuri pahala yang ini tergolong ahli, sering waktu yang seharusnya digunakan untuk salat tahajud atau belajar ini malah teralihkan pada menonton bola -apalagi kalau Piala Dunia-. Waktu sahur ini kudu kita manfaatkan untuk beristighfar serta bertaubat.

5. Telepon

Kalau yang satu ini sudah tak diragukan lagi kecerdikannya dalam mencuri pahala orang yang berpuasa. Pencuri ini semakin ke sini, semakin dinamis keberhasilannya dalam menghabiskan waktu orang yang berpuasa tak terelakkan, bisa kita lihat banyak hasil penelitian, survei yang menunjukkan pesatnya penggunaan telepon dalam jangka waktu 24 jam. Banyak yang tatkala menggenggam telepon produktif dalam penggunaannya, tapi tak jarang juga banyak yang produktif dalam mencari dosa seperti gibah, menyebar berita hoaks, berbohong, berdebat pada yang tak berfaedah. Alangkah nakalnya jari ini jika disadari. Penyakit lidah dan jari justru sangat banyak jika kita hitung.

6. Perkumpulan

Pencuri ini jarang disadari, Nabi Muhammad Saw bersabda akan hal ini:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللهَ فِيْهِ وَلَمْ يُصَلُّوْا عَلَى نَبِيِّهِمْ إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةً فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ)

Artinya: Dari Abu Hurairah ra. (w. 59 H) dari Nabi saw. beliau bersabda: “Tidaklah sebuah kaum duduk di dalam suatu majelis dan tidak menyebutkan nama Allah serta tidak bershalawat kepada Nabi mereka, melainkan mereka mendapatkan penyesalan. Apabila Allah menghendaki, Dia mengazab mereka dan apabila Allah menghendaki maka Dia mengampuni mereka.” (HR. al-Tirmidzi)

Allah telah memberikan perintah dalam hal di atas, sekaligus solusi yaitu dengan membiasakan hal baik. Firman-Nya:

فَاذْكُرُوا اللهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلَى جُنُوْبِكُمْ

Artinya: “Maka ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring.” QS. al-Nisa’{4}: 103

7. Kecerobohan dalam Menjaga Pakaian

Termasuk pencuri yang yang mudah untuk disadari tapi sulit bahkan tak siap untuk mengubahnya, ini terjadi tatkala seorang baik laki-laki maupun perempuan menggunakan perhiasan yang tak sesuai syariat serta S&K nya. Juga tatkala perempuan menggunakan wewangian yang berlebihan tatkala keluar rumah baik ingin menuju sekolah, kampus bahkan masjid sekalipun sehingga ia menjadi tontonan. Juga tatkala ia keluar tanpa menggunakan penutup kepala walau hanya di balkon atau teras. Semua ini mengurangi pahala puasa. Maka perlu manuver pencegahan.

Baca Juga:   Empat Pesan Ali bin Abi Thalib Untuk Kehidupan yang Lebih Baik

8. Pelit

Sedekah hakikatnya akan melindungi kita dari neraka, sedekah yang juga diutamakan adalah tatkala di bulan Ramadhan ini. Sedekah adalah menabung, inilah yang sering diajarkan guru kita, matematika dalam bersedekah bahwa apa yang kita beri itulah yang menjadi simpanan kita untuk kelak di hari akhir.

Maka perlu untuk digencarkan gerakan bersedekah ini baik secara tersembunyi -yang lebih baik- atau secara terang-terangan. Jauhilah pencuri yang satu ini juga temannya penyakit syuh, penyakit yang lebih parah lagi dari pada pelit, kalau pelit hartanya tidak mau dimakan orang lain, sedangkan syuh hartanya pun tak mau untuk dimakan oleh dirinya sendiri dengan kata lain ia lebih suka memakai harta orang lain.

9. Durhaka kepada Orang Tua

Ini adalah hal yang akan membawa penderitaan bagi pelakunya, di dunia serta kelak di akhirat. pencuri ini sangat tidak disenangi, akibatnya yang paling berbahaya adalah tidak terijabahnya doa. Na’uudzu billah

Maka sangat perlu kiranya kita berbuat baik kepada orang tua, selalu memasang senyum untuk mereka.

10. Riya’

Ini adalah ketua dari para pencuri sebelumnya, ada banyak contoh dari riya’ di antaranya ialah menangis tatkala salat tarawih agar dilihat sebagai orang yang khusyuk.

Maka ketahuilah bahwa amal yang diterima itu karena keikhlasan, beribadah tak bervisikan mencari muka, melakukan sesuatu dengan niat yang suci mendapatkan ridha Allah Swt.

Kesimpulannya ialah, kita terkadang sadar kalau diri sedang berada pada hal yang tak berfaedah alias menyia-nyiakan waktu serta tenaga. Pencuri itu tak berniat untuk mengambil pahala puasa kita, hanya saja tatkala ia melihat ada kesempatan dalam kesempitan ia akan segera melipat lengan bajunya lalu mencuri pahala orang yang berpuasa. Perncuri ini ada banyak macam bentuk rupa dan warnanya, tak hanya terbatas pada hal yang sudah kita singgung di atas, tapi setidaknya kita telah mengetahui ciri-ciri pencuri pahala puasa ini.

Pencuri di atas tak selamanya mencuri. Telepon, televisi dkk sangat bisa bermanfaat bagi hidup dan kehidupan, hanya saja kita terkadang lalai, membiarkan mereka menjadi pencuri. Maka ingatlah selalu Allah Swt, baik saat berdiri, duduk serta berbaring.

Semoga puasa kita diterima, amal kita dilipat gandakan pahalanya.

Mifta Dwi Kardo
Mahasantri Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences. Profile

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.