Bedah Buku, Resensi Buku

Resensi Kitab Akhlaq li al-Banin Juz 2

Avatar Written by Hoirul Anam · 2 min read

majalahnabawi.com – Segala puji milik Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat, taufik, hidayah dan inayah-Nya sehingga telah tersusun resensi dari kitab Akhlaq li al-Banin Juz 2. Sebuah kitab yang disusun oleh seorang ulama yang lahir pada 10 Jumadil Akhir 1331 H/17 Mei 1913 M, di kampung Ampel Maghfur.

Kami berharap resensi ini membantu pelajar dalam memahami kitab “Akhlaq li al-Banin Juz 2” dan semoga usaha kami berguna dan menjadikan kitab ini bermanfaat.

Sinopsis

Kitab ini lebih menonjol dalam konteks etikanya. Kitab ini menjelaskan tentang sopan santun (etika) yang sering dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Lebih merujuk ke sesuatu yang terpenting dalam bergaul bersama manusia yang lain, serta mudah dalam mempelajarinya. Di samping kitab ini menjelaskan sopan santun, juga menceritakan kehidupan seseorang serta menjelaskan karakter dari seseorang tersebut.

Pembahasan

Akhlak merupakan sesuatu yang bisa diartikan sebagai watak atau sifat seseorang yang bisa melekat pada dirinya. Seseorang yang dalam kehidupan sehari-harinya selalu dihiasi dengan akhlak, maka tidak lama mungkin seseorang tersebut di segani orang, akan tetapi akhlak itu ada dua macam, ada yang baik dan juga ada yang buruk.

Seseorang bisa berkarakter baik sesuai dengan pergaulannya bersama orang lain, karena banyak kanak-kanak maupun remaja di zaman sekarang yang salah dalam pergaulan sehingga terjerumus kedalam keburukan. Watak baik bisa buruk ketika salah pergaulan, bahkan sampai bisa lupa waktu ketika bersama teman yang bisa dikatakan kurang baik. Yang sering salah itu etika ketika bersama guru, saat berada dalam ruang lingkup belajar bergurau, karena satu orang yang bergurau akhirnya teman-teman yang lain juga ikut salah.

Macam-macam Orang Tua

Orang tua itu terbagi menjadi 3 bagian; pertama, orang tua yang merawat dan melahirkan yaitu orang tua kandung. Kedua, orang tua yang mendidik jiwa seseorang yakni guru. Ketiga, orang tua dari istri (mertua). Kita sebagai umat Nabi Muhammad, patut kita teladani akhlak-akhlak beliau, karena Nabi itu merupakan manusia paling baik akhlaknya, baik bergaul dengan sahabat, pamannya atau umatnya, bahkan di dalam hadis dijelaskan “Saya (Nabi Muhammad) diutus untuk menyempurnakan akhlak.

Di sisi lain Nabi memerintahkan kita untuk selalu menggunakan akhak dalam kehidupan sehari-hari terutama ke pada ibu, karena dialah orang yang paling mulia sebab adanya ibu, kita itu bisa lahir dan besar. Sedangkan ayah juga orang yang mulia yg mempunyai tanggung jawab besar terhadap keluarga.

Baca Juga:   Berdiri Ketika Bertemu Rombongan Jenazah

Dilihat di zaman sekarang, banyak anak-anak maupun remaja yang durhaka kepada orang tuanya bahkan ada yang membunuhnya, itulah seseorang yang pengetahuannya minim sehingga tidak tahu baik dan buruk. Di antara perilaku durhaka adalah seseorang mendesak sesuatu kepada orang tuanya padahal orang tuanya sedang krisis ekonomi, sehingga dari perilaku anak tersebut mengakibatkan anak- anak yang lain juga melakukannya.

Adab Etika Kepada Kedua Orang Tua

Dalam kitab ini dijelaskan bahwa etika terhadap orangtua harus benar-benar diamalkan setiap waktu, bahkan tidak boleh ketawa di selain tempatnya. Nah dari situ, diketahui bahwa seorang anak itu harus berhati-hati ketika bersama orangtua, dan saudara yang lain, karena salah dalam pergaulan bisa memecahkan silaturrahim antar saudara. Banyak di zaman sekarang, antar saudara putus silaturahim salah satu faktor dari warisan, ketika orang tuanya wafat maka terjadi perselisihan. Sedangkan persatuan saling silaturrahim itu menjadi kuat ketika dalam keluarga hidupnya harmonis.

Diceritakan ada seseorang sudah sampai di akhir hidupnya (ajal) dan dia memanggil semua anaknya dan memberikan anak-anaknya tombak, dan menyuruh untuk mematahkan tombak tersebut, akhirnya anak-anak tersebut tidak ada yang bisa mematahkannya, kemudian setelah dicoba berulang-ulang kali tidak bisa, akhirnya satu anak mempunyai ide untuk bisa mematahkan tombak tersebut, yaitu dengan dilakukan dengan bersama, setelah dilakukan akhirnya tombak tersebut terpecah.

Bukan hanya ke saudara saja yang harus silaturrahim, ke kerabat pun juga harus dilestarikan silaturrahim. Di antara bentuk berbuat baik kepada kerabat adalah memberinya sesuatu jika kita memiliki kelebihan harta benda dan makanan.

Jika seseorang berbuat baik kepada kerabat maka keluarganya sendiri disenangi kerabatnya, begitu sebaliknya jika berbuat buruk kepada kerabat, maka tidak akan disenangi oleh kerabat bahkan oleh semua orang. Sampai di sebuah hadis dijelaskan “tidak sempurna keimanan orang yang selalu kenyang, sedangkan tetangganya lapar, padahal dia tahu”. Ketika tetangga tertimpa musibah, kita bantu baik dengan perbuatan atau nasehat dan jangan menjauh. Karena di era sekarang, ketika satu tetangga tertimpa musibah dan ketika tetangga lain tidak membantu akan menjadi suatu pembicaraan tetangga.

Baca Juga:   Membaca Spiritualitas Islam Kaum Feminis

Kelemahan

Kitab ini dalam isinya masih ada bab yang menceritakan tentang kehidupan seseorang, tidak spesifik ke pokok pembahasan. Juga lebih fokus pada pembahasan pada kehidupan sehari-hari.

Kelebihan

Mudah dipahami bagi pelajar-pelajar dini serta sangat baik untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, banyak motivasi-motivasi yang bisa diamalkan baik mulai dari keteladan Rasulullah sampai para sahabat.

Resensi Kitab Akhlaq li al-Banin Juz 2

Judul Buku: Akhlaq li al-Banin Juz 2

Pengarang: Syekh Umar bin Ahmad Baraja’

Penulis: Hoirul Anam

Tahun Terbit 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.