Amaliyah, kesehatan

Ibadah dan Medis

majalahnabawi.com – Banyak cara menjaga kesehatan tubuh, mulai dari makan makanan yang sehat dan bergizi, menjaga kebersihan tubuh, kebersihan lingkungan. Ternyata ketika melaksanakan ibadah wajib kepada Allah Swt juga bisa menjaga kesehatan secara medis agar tetap sehat dan tambah sehat.

Orang yang menelaah ayat berikut:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ وَلَا يَزِيْدُ الظَّالِمِيْنَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari al-Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (al-Quran itu) hanya akan menambah kerugian.” (al-Isra’: 82)

maka akan tahu dan yakin bahwa al-Quran adalah penyembuh dan rahmat. Tak heran, sebab ia adalah kalam Allah yang tidak mengandung kebatilan.

Ibadah Mengandung Kesehatan

Melaksanakan ibadah wajib kepada Allah bukan saja merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan, tetapi dalam pelaksanaan ibadah wajib kepada Allah itu terkandung makna menjaga kesehatan atau membuat tubuh menjadi sehat.

Secara medis hal itu telah terbukti dan teruji seperti ibadah wajib melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan. Selain itu ibadah shalat wajib lima kali sehari semalam juga dapat menyehatkan tubuh dan menjaga kesehatan tubuh.

Rasulullah Saw bersabda, bermakna: “Kalian harus berpegang pada dua penyembuh: al-Quran dan madu.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim)

Kesehatan Berdzikir

Seperti contohnya adalah berdzikir. Pada saat berdzikir, pita suara menjadi bergetar, dan kelenjar tiroid yang berada di dekatnya juga menjadi bergetar hal ini yang menyebabkan jumlah hormone tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid meningkat. Karena hormone tiroksin bekerja meningkatan laju metabolisme, maka dengan banyak berdzikir akan meningkatkan laju metabolisme, sehingga persen penyerapan makanan oleh saluran pencernaan akan meningkat.

Kesehatan Berwudhu

Begitu pula, begitu banyak wanita melakukan yang terbaik untuk tetap cantik dan awet muda. Saat wudhu, terbukti secara medis bahwa dengan membersihkan kulit dapat membersihkan selaput lendir dan pori-pori tubuh manusia.

Baca Juga:   Allah Pasti Mengijabah Doa Hamba

Pembersihan dapat membersihkan pori-pori kulit, mulut, hidung, dan telinga. Pori-pori tersebut merupakan tempat berkembang biaknya bakteri seperti Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium (tuberculosis kulit), dan Streptococcus pneumoniae pneumonia. Rongga hidung yang menyebabkan pneumonia, dan lain-lain.

Kulit merupakan organ terbesar tubuh manusia. Fungsinya untuk membungkus dan melindungi tubuh manusia dari berbagai ancaman bakteri, racun, dan radiasi, mengatur suhu tubuh, dan membuang zat-zat yang tidak berguna melalui metode komunikasi pori-pori dan perangsang saraf sel, nyeri, panas, dan lainnya.

Dalam dunia kedokteran, dengan membersihkan keseimbangan kestabilan, Anda dapat menjaga kelembapan kulit, karena pembersihan dapat mencegah kekeringan kulit, yang sangat berbahaya bagi kesehatan kulit, karena mudah tertular bakteri.

Segala aktivitas berwudhu memenuhi syarat medis, seperti berkumur saat mencuci, yaitu membersihkan mulut guna menghilangkan penyebaran berbagai penyakit. Biasanya sisa makanan akan mengendap dan tersangkut di sela-sela gigi, jadi berkumurlah dengan benar dan lakukan sebanyak 15 kali dalam semalam, yang artinya dapat mencegah infeksi mulut dan gigi.

Kesehatan Istinsyaq

Saat memasukkan cairan hidung (Istinsyaq) dapat mencegah bakteri penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), mencuci telinga, kaki, dan telapak kaki juga dapat mencegah berbagai infeksi, seperti bakteri Cacing yang biasanya masuk melalui telapak kaki.

Ahli kecantikan merekomendasikan untuk sering-sering mencuci wajah untuk menjaga kelembapan kulit wajah, terutama bagi mereka yang berada di luar ruangan. Berwudhu menjamin untuk mencuci muka setidaknya 15 kali pada siang dan malam hari. Tidak hanya perlu mencuci muka, tetapi juga membersihkan kedua tangan sebagai tempat bersarangnya bakteri. Oleh karena itu, tenaga medis harus mencuci (mensterilkan) tangan bakteri sebelum melakukan tindakan medis. Perawatan ini telah dikenal luas dalam dunia kedokteran sejak abad ke-20, dan mandi sudah ada sejak abad ke-14.

Baca Juga:   Antara Prioritas Ibadah dan Sosial

Usai melaksanakan wudhu, berdoa, dan menunjukkan sepanjang gerakan shalat bahwa dalam dunia kedokteran dapat menjaga kesehatan jasmani dan rohani, serta dapat menyeimbangkan jiwa dan emosi.

Kesehatan Shalat

Ketika shalat, berdiri tegak secara medis terjadi pelurusan tulang belakang untuk meningkatkan pernapasan, pencernaan dan tulang. Angkat tangan anda saat takbir meningkatkan pernapasan untuk menggerakkan paru-paru. Latihan angkat dan peregangan memperluas rongga dada, meregangkan otot bahu, dan memungkinkan darah mengalir dengan lancar.

Gerakan busur dan anak panah dalam doa sejajar dengan bahu dan leher, sehingga aliran darah dan getah bening ke leher dapat ditingkatkan. Ruku’ dalam shalat juga dapat mengontrak pernafasan, meluruskan tulang punggung untuk mencegah pengapuran, mencegah ketidaknyamanan prostat, mengecilkan ginjal dan meningkatkan aliran darah ke alat kelamin untuk meningkatkan vitalitas seksual.

Selain itu, senam rawan dalam shalat dapat mencegah wasir, getah bening di perut dan kaki, memompa getah bening di ketiak ke leher, serta melatih tulang belakang dan otot. Paha dan betis terdapat lipatan, sehingga pengapuran bisa dicegah.

Kemudian, gerakan salam shalat dengan memutar wajah ke kiri dan ke kanan sangat bermanfaat untuk menjaga kelenturan pembuluh darah leher, yang dapat memperlancar aliran cairan getah bening serviks ke jantung.

Riwayat Abu Hurairah r.a menceritakan hadis Rasulullah Muhammad Saw yang artinya, “Jika di depan rumahmu ada sungai sendirian, dan dia mandi lima kali sehari, bagaimana menurutmu? Apakah masih ada debu di tubuhnya?”. Sahabat menjawab: “Yang pasti tidak ada kotoran di tubuhnya.” Kemudian beliau bersabda: “Itu adalah metafora shalat lima waktu. Allah menghapus semua kesalahan mereka.”

Hadis memiliki arti yang sangat luas dalam hal shalat, salah satunya secara medis mampu menjaga kesehatan. Islam adalah agama yang paling sepadan dengan berbagai penemuan ilmu pengetahuan dan perkembangan ilmu pengetahuan yang harus kita pahami secara benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.